KUALITAS HIDUP = KETEPATAN - KESALAHAN

Kita tidak mungkin melakukan kesalahan TANPA kepastian untuk mengalami dampak dari kesalahan itu. Jika tidak segera, nanti, atau kapan pun – tetapi pasti.

Dengannya,

Kualitas hidup kita hari ini adalah HASIL dari keuntungan karena ketepatan kita, DIKURANGI dengan kerugian karena kesalahan kita.

Sehingga,

Yang ketepatannya lebih, hidupnya lebih baik.
Yang ketepatannya kurang, hidupnya kurang baik.

Dan untuk sederhananya, marilah kita berpegang pada formula ini:

Kualitas Hidup = Ketepatan - Kesalahan

Sahabat saya yang tegas hatinya,

Berikut adalah Golden Point yang saya susunkan untuk penikmatan di ruang keluarga MTSC yang baik dan saling mendoakan bagi kebaikan satu sama lain.

Please kindly enjoy, absorb, and apply.

………..

Mario Teguh Golden Point
Kualitas Hidup = Ketepatan - Kesalahan

………..



Anda akan menjadi ahli dan terkemuka dalam apa pun,
jika Anda berupaya keras untuk tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang sama.

Jika Anda harus membuat kesalahan, pastikanlah itu adalah kesalahan yang baru.

Siapa pun yang mengeluhkan kesalahan-kesalahan yang sama, adalah orang yang tidak belajar dari kesulitan yang disebabkan oleh kesalahan yang sudah sering dibuatnya.

Padahal, kesalahan mempunyai kelas, dan menunjukkan kelas dari orang yang melakukannya.

Sadarilah, bahwa melakukan kesalahan pada tingkat yang tinggi – bisa lebih mulia daripada tidak melakukan kesalahan dalam kehidupan kecil yang penuh kekhawatiran.

Maka,

Janganlah hanya menghindari kesalahan. Tetapi terutama, hindarkanlah diri dari melakukan kesalahan yang sama.

Karena,

Hanya orang yang tidak tumbuh kemampuan dan kebijakannya, yang membuat kesalahan yang sama.

………..


Sahabat saya yang sedang melebihkan kekuatannya untuk membangun kehidupan yang sejahtera dan berbahagia,

Kita diuntungkan oleh keputusan-keputusan kita yang tepat, dan dirugikan oleh kesalahan-kesalahan kita.

Marilah kita perhatikan,

Mengulangi keputusan yang tepat, bahkan yang sama, bahkan yang mengenai hal yang itu-itu juga – selama tepat, akan tetap menguntungkan kita.

Tetapi,

Mengulangi keputusan yang salah, yang sama, dan mengenai yang itu-itu juga – adalah tanda rendahnya perhatian.

Orang yang tidak memperhatikan bagaimana kehidupan ini memperlakukannya saat membuat kesalahan, akan dipaksa merasakan kerugian berulang dari rendahnya keikhlasan untuk belajar.

Yang tidak memperhatikan kehidupan, tidak akan diperhatikan oleh kehidupan.

Maka marilah kita memperhatikan formula sederhana ini, bahwa

Kualitas Hidup = Ketepatan - Kesalahan

Perhatikanlah dampak dari keputusan-keputusan Anda, baik keputusan yang Anda buat, atau saat Anda memutuskan untuk tidak memutuskan.

Orang yang bersyukur dan mengingat keuntungan dari keputusannya yang tepat, dan menyesal dan mengingat kerugian dari kesalahannya, akan menjadi pribadi yang sejahtera, berbahagia dan terhormat.

Orang yang menyombongkan diri dan memboroskan keuntungan dari keputusannya yang tepat, dan marah dan menyalahkan selain dirinya karena kerugian dari kesalahannya, akan menjadi pribadi yang serba kekurangan, gerah hatinya, dan dijadikan contoh yang buruk.

………..

Sahabat saya yang sangat dikasihi Tuhan,
dan adik-adik dan anak-anak saya yang direncanakan untuk menjadi pemimpin masa depan bangsa,

Seandainya saja kita lebih ikhlas memperhatikan.

Semua orang yang hidupnya baik, mencapai kebaikan itu dengan memperhatikan dan mengulangi yang telah dilakukan dengan baik oleh orang-orang yang sebelumnya.

Lalu, mengapakah ada orang muda yang hidupnya masih sulit dan lemah – menantang ketepatan pikiran dan ketulusan dari kakak-kakak dan para orang tua yang telah membuktikan nilai dari kebaikan?

Jika dia demikian cerdas dan hebat, mengapakah yang dibanggakannya itu belum membaikkan kehidupannya?

Mengapakah dia yang merasa lebih benar daripada mereka yang telah berhasil, marah karena yang berhasil itu belum berderma kepadanya?

Memang menyedihkan, tetapi memang …

Akan selalu ada orang yang melebihkan keangkuhan daripada keikhlasan untuk memperhatikan.

Hanya saja, jangan sampai semua keluhan kita di hari perhitungan nanti, dijawab dengan pertanyaan:

“Apakah engkau tidak berpikir?”

Dan kemudian diteruskan, dengan …

“Bukankah engkau diturunkan ke dunia ini sebagai pemimpin, dan bukankah telah diturunkan kepadamu pelajaran, dan telah disampaikan kepadamu berita gembira?

Jika engkau memilih untuk tidak mengikhlaskan dirimu kepada kebaikan, kepada apa lagi-kah kau ikhlaskan kehidupanmu?”

………..

Sahabat baik hati saya,

Begitu dulu ya?

Mudah-mudahan Tuhan menunjukkan kepada kita jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah dirahmati-Nya dengan nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai-Nya, dan bukan jalan mereka yang sesat.

Hidup ini penting sekali, hanya sekali, dan sama sekali bukan untuk eksperimen.

Marilah kita belajar untuk sedikit lebih patuh.

Adik-adik dan anak-anakku yang terkasih,

Kalian tidak tahu ya?, bahwa Pak Mario sudah lama berharap akan ada anak-anak muda yang setia belajar untuk meneruskan pekerjaan Pak Mario ini, saat Pak Mario sudah terlalu tua untuk ini semua?

Tumbuhkanlah diri kalian dengan baik ya?
Sayangi dan hormati diri kalian.
Kalianlah yang akan hidup lebih lama daripada kami, yang sudah lebih tua dan mulai letih ini. Kalianlah harapan para orang tua.
Bahagiakanlah Ibu dan Ayah kalian ya?

Bangsa ini membutuhkan banyak jiwa baik untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh orang-orang berkedudukan yang tidak amanah.

Marilah kita menjadi suara-suara yang jujur dan tulus, walau pun mungkin suara kita tersamarkan oleh bisingnya teladan buruk yang justru menjadi berita utama di negeri kita yang tercinta ini.

Sampai kita bertemu suatu ketika nanti, dan berjabat-tangan, dan bercengkrama, dan saling bersaksi mengenai keindahan dari kehidupan yang patuh kepada Tuhan.

Mohon disampaikan salam sayang untuk keluarga Anda tercinta, dari Ibu Linna dan saya.

Loving you all as always,

Mario Teguh
Founder | MTSuperClub | 081-211-56900 begin_of_the_skype_highlighting 081-211-56900 end_of_the_skype_highlighting | For The Happiness Of Others | Jakarta

...........

PHOTO STORY

Foto ini saya ambil dari dalam mobil, di Jalan Juanda, Bandung
saat kami menuju villa keluarga di Dago, menjelang tahun baru 2010.

Saya sangat terkesan dan kagum dengan kesetiaan sang Ibu,
dalam menemani suami yang dikasihinya, untuk mendampinginya
apa pun kualitas dari keputusan-keputusannya.

Tetapi, akan ada saja pria yang tidak menyadari
bahwa jika dia membuat keputusan yang disemangati oleh hal-hal yang tidak baik,
dia sebetulnya sedang mengajak jiwa-jiwa yang mengasihinya
untuk masuk dalam kehidupan yang tidak baik.

Semalam, saat saya menulis draft dari Golden Point ini,
saya mengatakan kepada Ibu Linna, bahwa banyak sekali kemiripan
antara saya dengan Bapak dalam foto itu, ... dan Ibu Linna setuju.

Lalu, saya tanyakan kepadanya, apakah saya akan seberuntung Bapak itu, yaitu
memiliki istri yang akan menemani saya seperti Ibu yang baik itu, apa pun yang terjadi?

Man, ... it was a wrong question!

Saya diomeli, diceramahi, dimarahi, ...
untuk kemudian dimarahi, diceramahi, dan diomeli lagi.

Saya tertawa tekikik-kikik karena dia menggunakan semua nasehat saya
mengenai:
. mensyukuri yang sudah dimiliki,
. tidak boleh membandingkan kelebihan orang lain dengan kekurangan kita,
. dan bahwa orang yang mencari kebahagiaan di luar dirinya sendiri -
akan melihat bahwa kebahagiaan itu milik orang lain.

Saya tertawa sampai mata saya basah, seperti suami korban KDRT.

Ooh ... how I love my wife, the most important soul in my life.

... life is wonderful!

Kemudian saya menutup draft saya tadi malam, dengan doa agar para suami diberkati dengan kejernihan pikiran dan ketegasan hati untuk memimpin keluarganya dengan baik.

Karena,

Suami yang malas, penunda, pengeluh, dan suka berkecil hati, ...
sebetulnya sedang mengajak istri dan anak-anaknya hidup dalam kelemahan.

Marilah kita hidup sepenuhnya ikhlas dalam kebaikan.