Budaya Jepang dalam Berorganisasi

Budaya Jepang dalam Berorganisasi...
Negara Jepang sangat cerdas dalam memanfaatkan dan memanipulasi sumber daya yang mereka punya, kekurangan sumber daya mereka lah yang menjadi kekuatan mereka untuk kemudian memutar otak untuk mencari solusi. “Gila Kerja” inilah kata yang sering menggambarkan orang Jepang, teguh, disiplin, tepat waktu, itulah yang memperkuat setiap individu. Fakta yang menarik, yang tentu saja seringkali berbeda 180 derajat dengan kebiasaan-kebiasaan warga Indonesia.
Dan ini dia beberapa fakta  yang diterapkan oleh orang Jepang, yang bisa dijadikan referensi jika hendak berkunjung atau menetap di Jepang, bagaimana Jepang bertahan, kemudian bangkit, dan berani bersaing?
1. Seorang pekerja Jepang dapat melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan 5-6 orang, hal inilah yang membuatnya memiliki penghasilan tinggi . Yang terpenting bagi orang jepang adalah bagaimana sebuah pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin
2. Orang Jepang yakin seberapa cepat kerja mereka mempengaruhi prestasi organisasinya
3. Bangsa Jepang merupakan negara peniru. Tapi tidak menjiplak begitu saja, mereka menambah nilai lebih dari apa yang mereka tiru.
4. Selain menambah mutu dan kualitas, Jepang juga selalu melakukan inovasi, bukan hanya karena keinginan pasar namun juga karena semangat ‘menjadi yang terbaik’.
5. Berbeda dengan sistem barat, pengelola organisasi jepang memulai dari posisi bawahan yang kemudian naik secara perlahan.
6. Para Pemimpin eksekutif pada organisasi Jepang tidak terasing dari pekerja lain, tidak ada batasan untuk mereka saling membantu
7. Salah satu ‘jurus’ organisasi Jepang adalah Berterus Terang, karena akan mengurangi konflik antara pihak atasan dan bawahan.
8. Mereka bangga bila dapat mencurahkan kesetiaannya pada sebuah organisasi yang besar dan berpengaruh. Hal tersebut yang membuat mereka selalu bersemangat untuk memajukan organisasi mereka.
9. Dalam rapat, organisasi Jepang melakukan percakapan dalam bentuk lingkaran, sehingga semua orang dapat memberi pendapat mereka masing-masing. Untuk memutuskan sesuatu, organisasi Jepang menggunakan sistem ‘ringi’ yaitu sistem pengambilan keputusan dengan mufakat
Sembilan fakta diatas tentu tak bisa kita lewatkan begitu saja, tidak ada ruginya apabila dicontoh dan kita terapkan dalam aktivitas kita, khususnya untuk ‘Berorganisasi Bisnis’.
Sekian, terima kasih dan Wassallamu’alaikum.Wr.Wb…

Bookmark and Share


Artikel Terkait: