Teknologi Sidik Jari untuk Mengenal Potensi Remaja

Teknologi Sidik Jari untuk Mengenal Potensi Remaja...
Teknologi ternyata dapat menentukan nasib dan menuntun remaja ke masa depan yang mereka tuju. Dalam hal ini menentukan nasib bukan dengan cara meramal seperti yang dilakukan dukun atau peramal, namun dengan memprediksi potensi kecerdasan, minat, dan bakat melalui finger print (alat peneliti kecerdasan melalui sidik jari). Dewasa ini, banyak cara yang dilakukan untuk mengetahui potensi kecerdasan, minat, dan bakat seseorang, namun belum dapat diketahui secara maksimal seperti melalui tes psikotes, tes potensi akademik, dan lain-lain. Akan tetapi, ada cara yang lebih efektif untuk mengetahui potensi kecerdasan, minat, dan bakat seseorang yaitu tes sidik jari kecerdasan dengan menggunakan alat yang bernama finger print, alat ini akan mendeteksi potensi kecerdasan, minat, dan bakat seseorang melalui sidik jari. Manfaat dari alat ini tentu sangat dirasakan berbagai kalangan terutama remaja. Melalui tes sidik jari kecerdasan ini, remaja yang masih duduk di bangku SMP dapat mengetahui potensi kecerdasan, minat, dan bakatnya. Selain itu, melalui alat tersebut dapat mengetahui kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai diinginkan remaja tersebut, karena melalui kegiatan ekstrakurikulerlah bakat remaja dapat tersalurkan. Saat ini, banyak remaja yang mempunyai bakat di bidang seni maupun olahraga yang belum tertampung. Untuk menampung bakat remaja, di sekolah dibentuk kegiatan ekstrakurikuler, seperti Pramuka, PMR (Palang Merah Remaja), Paskibra, Merpati Putih, Pencinta Alam, Sepak Bola, Bola Voli, Basket, dan lain-lain. Jika sudah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler remaja dapat menyalurkan bakatnya dan dapat meraih prestasi yang membanggakan. Prestasi tersebut diraih bila didalam jiwa remaja tertanam semangat yang tak pernah terpadamkan. Prestasi yang diraih remaja di bidang olahraga atau seni dapat dijadikan pertimbangan untuk masuk SMA atau Pertimbangan Masuk Kuliah di Perguruan Tinggi melalui jalur prestasi.

Bagi remaja yang duduk di bangku SMA dan perguruan tinggi, alat ini juga dibutuhkan untuk mengetahui minat remaja melalui penjurusan. Saat ini penjurusan di SMA dibagi menjadi tiga, yaitu IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), dan Bahasa. Ketiga pilihan penjurusan tersebut menjadikan remaja bingung dalam memilih jurusan sesuai dengan minat dan tingkat kecerdasan yang dimiliki remaja. Saat ini, baru melalui tes psikotes dapat diketahui potensi minat dan tingkat kecerdasan remaja. Akan tetapi, baru-baru ini melalui finger print dapat diketahui minat dan tingkat kecerdasan remaja. Dengan begitu guru dapat mengarahkan siswa untuk memilih program penjurusan yang dituju dan sesuai dengan minat dan tingkat kecerdasan siswa tanpa harus ada paksaan.

Disamping itu, melalui alat ini dapat diketahui potensi akademik remaja tanpa melalui tes seperti yang biasa dilakukan. Saat ini, melalui TPA (Tes Potensi Akademik) dapat diketahui potensi akademik remaja untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Akan tetapi, tes tersebut belum maksimal karena remaja bisa saja dalam menjawab soal tidak jujur. Tentu perilaku tidak jujur remajalah yang dapat menghalangi tujuan mereka tersebut. Untuk itu, dibutuhkan transparansi (keterbukaan) dalam hal ini. Solusinya, menggunakan finger print-lah potensi akademik remaja dapat diketahui dan guru pun dapat mengarahkan remaja pada Perguruan Tinggi dan fakultas yang sesuai dengan potensi akademik remaja.

Dapat diketahui teknologi saat ini memang sangat berpengaruh pada kehidupan manusia terutama remaja. Teknologi banyak memberikan sisi positif pada kehidupan remaja. Banyak manfaat yang didapat dari kemajuan teknologi bagi para remaja sehingga teknologi kian mewarnai kehidupan remaja. Seharusnya remaja tidak hanya menggunakan teknologi tetapi remaja harus memberikan timbal balik pada teknologi layaknya simbiosis mutualisme antara lebah dan bunga. Remaja sepantasnya menciptakan teknologi yang baru dan dapat di nikmati oleh generasi berikutnya. Selain itu, hadirnya teknologi bukan membuat remaja memanfaatkan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat melainkan untuk menunjang remaja dalam menuntut ilmu, karena teknologi diciptakan harus beriringan dengan pendidikan. Saat ini banyak remaja yang pandai dalam bidang teknologi, namun tidak dibarengi pandai dalam belajar. Kondisi ini jika dibiarkan maka akan berpengaruh pada kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) di negara kita. Untuk itu, dari remajalah yang memulai untuk menaruh porsi yang sama antara pendidikan dan teknologi. Teknologi memang sangat diperlukan untuk kehidupan manusia terutama remaja, namun harus diiringi dengan pendidikan.
Bookmark and Share


Artikel Terkait: