Kutipan Kalimat Penuh Makna dari Para Tokoh (Kata-kata Bermakna)

Kutipan Kalimat Penuh Makna dari Para Tokoh (Kata-kata Bermakna)...
Tulisan di bawah ini adalah kalimat bermakna dari beberapa tokoh terkenal di Indonesia dan dunia. Penulis merangkumnya untuk kepentingan secara pribadi memotivasi dan menshare agar lebih bisa membuat otak berpemikiran maju seperti mereka. Mudah-mudahan bermanfaat.
Beberapa kata mutiara di bawah ini merupakan kutipan dari para tokoh terkenal di dunia yang telah berhasil sukses dalam bidangnya masing-masing.
Inilah dia kalimat bermakna dari tokoh terkenal:

Kalimat bermakna dari Ir. Soekarno, 17 Agustus 1950:
"Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan turunnya si tiga warna (Belanda), selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk, belumlah pekerjaan kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyaknya keringat!"
Kalimat bermakna dari Syech Abdul Qadir al Jailani:
"Jangan pernah meresahkan masalah rizki. Sesungguhnya rizki mengejarmu lebih hebat dari pada upayamu dalam mencarinya. Apabila engkau telah memperoleh rizkimu dihari ini, tidak perlu risau akan rizkimu untuk esok hari, sebagaimana engkau meninggalkan hari kemarin. Engkau pun tidak pernah tahu, “apakah engkau akan hidup esok hari?” Maka sibukkanlah dengan hari ini saja."
Kalimat bermakna dari Albert Einstein:
"Aku takut pada hari dimana teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi yang idiot."
Kalimat bermakna dari Agus Salim, 9 Desember 1953:
"Tuhan tidak pernah meminta kepada manusia untuk membantu-Nya memerangi kebathilan. Tuhan mengajarkan kepada kita berdo'a memohon bantuan-Nya dalam memerangi kebathilan."
Kalimat bermakna dari Jalaluddin Rummi:
"Singa terlihat paling tampan ketika sedang mencari mangsa."
Kalimat bermakna dari Al-Mutaqi al-Hindi:
"Orang muda berkeinginan agar mereka cepat dewasa, sementara orang dewasa berkeinginan akan tetap muda. Kebaikan bahkan akan menjadi semakin baik, dan bahkan orang-orang jahat pun diperlakukan dengan baik."
Kalimat bermakna dari Muhammad Jauhani aka. David Lois Barnabas:
"Keyakinan tidak dapat dipaksanakan, keyakinan adalah sebuah pilihan dan merupakan hak asasi setiap manusia."
Kalimat bermakna dari Levi’s:
"Banyak komplain dan suka mencari kambing hitam adalah perilaku umum kebanyakan orang. Namun, hanya karena sudah umum dan dilakukan kebanyakan orang tidak lantas membuat perilaku tersebut menjadi baik dan boleh dilakukan."
Kalimat bermakna dari Kurt Cobain:
"Mencoba menjadi orang lain hanya akan menyianyiakan dirimu sendiri."
Kalimat bermakna dari Jupiter Aryo Verdijantoro aka. Otong Koil:
"Percuma teriak-teriak anti korupsi, budaya itu udah jadi identitas bangsa kita sejak dulu."
Kalimat bermakna dari Novel "Ranah 3 Warna":
"Selalu ada jarak antara usaha keras dan hasil yang diinginkan. Bisa sejengkal. Bisa ribuan kilometer. Jarak itu mesti diisi dengan keteguhan hati, kesabaran dan keikhlasan."
Kalimat bermakna dari Oel Olsteen, penulis buku "Living Your Best Life Now":
"Benih-benih keputusasaan tak akan dapat berakar di hati yang penuh rasa syukur."
Kalimat bermakna dari Woody Allen:
"Ternyata bertemu penjual asuransi jiwa adalah lebih buruk dari pada kematian itu sendiri."
Kalimat bermakna dari Iswandi Syahputra:
"Cara tertawa merupakan indikator terbaik menilai pribadi seseorang. Jika kita tertawa ketika melihat pelecehan & kekerasan, maka itulah kualitas yang ada pada diri kita."
Demikian beberapa kalimat bermakna dari tokoh terkenal, semoga dengan membaca dan merenungkan kalimat-kalimat penuh makna tersebut kita bisa mempunyai pemikiran maju minimal seperti mereka amin.
Baca juga kamus gaul terlengkap sebagai referensi pergaulan.
Bookmark and Share


Artikel Terkait: