--> Manfaat Duduk Tasyahud Tahiyat Akhir Dari Sisi Anatomi Dan Kesehatan | Aswan Blog™

Berbagi ilmu dan pengalaman

Rabu, 14 Januari 2026

Manfaat Duduk Tasyahud Tahiyat Akhir Dari Sisi Anatomi Dan Kesehatan

| Rabu, 14 Januari 2026
Diantara salah satu dari sekian banyak Fadilah sholat dan hikmah untuk kesehatan tubuh manusia adalah gerakan duduk Tasyahud akhir atau dikenal juga dengan duduk Tahiyat.

DUDUK TASYAHUD KENAPA KAKI KANAN BUKAN KAKI KIRI YANG TEGAK?
Manfaat Duduk Tasyahud Tahiyat Akhir Dari Sisi Anatomi Dan Kesehatan
1️⃣ Kenapa bukan kaki kiri yang ditegakkan?
a) Stabilitas biomekanik
- Mayoritas manusia dominan kanan
- Kaki kanan lebih kuat menopang postur statis
Jika kaki kiri ditegakkan:
- Panggul cenderung miring ke kanan
- Otot punggung bekerja lebih keras
- Lebih cepat pegal
b) Jalur saraf & refleks
- Kaki kanan punya kontrol motorik lebih presisi
- Kaki kiri lebih “pasif” saat duduk
- Menegakkan kiri → lebih cepat tremor & tidak stabil
📌 Secara ergonomi: yang dominan jadi penyangga, bukan sebaliknya.

2️⃣ Kenapa tidak dua-duanya ditegakkan?
a) Tekanan berlebih pada pergelangan kaki
Jika kanan-kiri sama-sama tegak:
Pergelangan kaki fleksi maksimal
Tekanan tinggi pada:
- Achilles tendon
- Sendi talocrural
Ini cepat menimbulkan nyeri, terutama pada:
- Orang kurus
- Lansia
Orang dengan plantar fasciitis
b) Ketegangan postural
- Posisi jadi terlalu aktif
- Otot betis & paha harus menahan beban
- Sulit duduk tenang (khusyuk)
📌 Posisi ini cocok untuk siap berdiri, bukan duduk ibadah.

3️⃣ Kenapa tidak dua-duanya dilipat?
Ini yang paling bermasalah secara medis.
a) Sirkulasi darah terganggu
Dua lutut tertekuk maksimal
Vena di belakang lutut tertekan
Risiko:
- Kebas
- Kesemutan
- Stagnasi darah
b) Kompresi saraf
Saraf peroneal kanan & kiri terjepit
Potensi nyeri menjalar
c) Tekanan ekstrem pada sendi lutut
Beban bertumpuk pada meniskus
Dalam jangka panjang → nyeri lutut kronis

Makanya:
Duduk lipat dua kaki lama tidak pernah direkomendasikan medis.

4️⃣ Jadi kenapa kombinasi: kanan tegak – kiri dilipat?
Karena ini posisi kompromi paling ideal:
Aspek | Hasil
Stabilitas | Tinggi
Sirkulasi darah | Aman
Tekanan sendi | Minimal
Saraf | Tidak terjepit
Energi otot | Rendah
Kenyamanan | Optimal

➡️ Satu kaki aktif, satu kaki pasif ➡️ Beban terbagi alami ➡️ Tubuh bisa tenang dalam durasi tertentu

5️⃣ Kenapa ini “terasa alami” meski tak pernah diajarkan?
Karena tubuh manusia:
Secara naluri memilih posisi efisien
Evolusi postur duduk asimetris ringan
Mirip:
- Duduk santai ergonomis
- Meditative kneeling
- Postur rehabilitasi lutut

Kesimpulan ringkas
Bukan kebetulan:
Kiri saja tegak ❌ tidak stabil
Dua-dua tegak ❌ terlalu tegang
Dua-dua lipat ❌ bahaya sendi & saraf
Kanan tegak – kiri lipat ✅ paling seimbang


MANFAAT 
dari sudut pandang anatomi dan kesehatan:

1. Menjaga sirkulasi darah kaki bawah
Saat kaki kanan tegak (jari menapak ke lantai):
- Pembuluh darah tidak terlipat ekstrem
- Aliran balik vena ke jantung lebih lancar
- Mengurangi risiko kebas, kesemutan, dan stagnasi darah

Jika kedua kaki sama-sama dilipat ke bawah:
- Tekanan pada vena poplitea (belakang lutut) meningkat
- Lebih cepat mati rasa

📌 Secara medis: posisi asimetris justru lebih aman untuk duduk statis singkat.

2. Posisi ramah untuk sendi lutut dan pergelangan
Kaki kanan tegak:
- Sudut fleksi lutut kanan lebih natural
- Beban sendi terbagi, tidak menekan dua lutut sekaligus
- Mengurangi tekanan pada meniskus dan ligamen posterior

Ini relevan terutama untuk:
- Orang dewasa
- Lansia
- Orang dengan riwayat nyeri lutut

3. Aktivasi otot postural & stabilitas tulang belakang
Dengan kaki kanan lebih tinggi:
- Panggul tidak miring ekstrem
- Tulang belakang lumbal lebih stabil
- Otot inti (core muscles) aktif ringan

Hasilnya:
- Duduk terasa lebih seimbang
- Mengurangi pegal pinggang saat tasyahud panjang

4. Mencegah kompresi saraf
Duduk simetris menekan:
- Saraf peroneal
- Saraf tibialis

Posisi tasyahud:
- Mengurangi tekanan bilateral
- Lebih aman bagi saraf tepi

Makanya jarang ada keluhan saraf akibat shalat, meski dilakukan seumur hidup.

5. Korelasi dengan ergonomi modern
Menariknya, posisi tasyahud mirip:
- Postur duduk ergonomis aktif
- Yoga pose low kneeling
- Meditative posture

Dalam rehabilitasi:
- Dipakai untuk latihan mobilitas lutut & panggul
- Meningkatkan range of motion secara lembut

6. Kenapa kaki kanan, bukan kiri?
Dari sudut medis & neurologis:
- Mayoritas manusia dominan kanan
- Kaki kanan lebih stabil menopang posisi
- Sistem saraf motorik kanan lebih responsif

Dari sisi Islam:
Prinsip mendahulukan yang kanan (taqdimul yamin)

Kesimpulan ilmiah singkat
Posisi kaki kanan lebih tinggi pada tasyahud akhir:
✔ menjaga aliran darah
✔ ramah sendi & saraf
✔ stabilkan tulang belakang
✔ aman dilakukan jangka panjang
Walaupun bukan dibuat oleh dokter, posisinya selaras dengan prinsip anatomi modern.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih telah berkomentar dengan baik