Alloh SWT mengisahkan Nabi Adam di dalam al-Qur’an hinggga 25 kali.
1. Allah SWT menunjukkan posisi Nabi Adam dari malaikat
1. Allah SWT menunjukkan posisi Nabi Adam dari malaikat
وَعَلَّمَ اٰدَمَ الْاَسْمَاۤءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلٰۤىِٕكَةِ فَقَالَ اَنْۢبِـُٔوْنِيْ بِاَسْمَاۤءِ هٰٓؤُلَاۤءِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat” (QS. al-Baqarah/2: 31). Namun malaikat tak dapat menyebutkannya.
2. Nabi Adam Menyebutkan Nama-nama Kepada Malaikat
2. Nabi Adam Menyebutkan Nama-nama Kepada Malaikat
قَالَ يٰٓاٰدَمُ اَنْۢبِئْهُمْ بِاَسْمَاۤىِٕهِمْۚ فَلَمَّآ اَنْۢبَاَهُمْ بِاَسْمَاۤىِٕهِمْۙ قَالَ اَلَمْ اَقُلْ لَّكُمْ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ غَيْبَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۙ وَاَعْلَمُ مَا تُبْدُوْنَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُوْنَ
“Allah berfirman, “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu” (QS. al-Baqarah/2: 33).
Menurut pengarang Tafsir Jalalain, ayat ini menggugurkan anggapan malaikat bahwa tidak ada makhluk yang lebih mulia dan pandai ketimbang mereka.
3. Alloh Memerintah Malaikat Agar Sujud Kepada Adam
Menurut pengarang Tafsir Jalalain, ayat ini menggugurkan anggapan malaikat bahwa tidak ada makhluk yang lebih mulia dan pandai ketimbang mereka.
3. Alloh Memerintah Malaikat Agar Sujud Kepada Adam
وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ اَبٰى وَاسْتَكْبَرَۖ وَكَانَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam”. Maka sujudlah mereka kecuali iblis” (QS. al-Baqarah/2: 34).
Syaikh Nawawi Banten dalam Tafsir Munir menuliskan bahwa Abu Bakar al-Siddik pernah bertanya kepada Nabi SAW soal pohon itu. Nabi SAW menjawab, “Itu adalah pohon yang diberkati yang berbulir”. Ada yang berpendapat bahwa pohon itu adalah pohon Tin, pohon Utruj (jeruk lemon), dan pohon ilmu yang bercabang-cabang dan jurusan.
Namun dalam sejarah disebutkan bahwa Nabi Adam melanggar larangan Allah SWT.
Menurut Syaikh Nawawi Banten, yang dimaksud dengan keluarga Imran adalah Nabi Musa dan Nabi Harun. Sedangkan yang dimaksud dengan keluarga Ibrahim adalah Nabi Ismail, Nabi Ishak. Termasuk Nabi SAW yang merupakan keturunan dari Nabi Ismail dan Nabi Isa yang merupakan keturunan dari Nabi Ishak.
Bahkan dalam konteks penciptaan, Nabi Adam dan Nabi Isa serupa di sisi Allah.
7. Penciptaan Nabi Adam dari Tanah
18. Keengganan iblis bersujud kepada Nabi Adam terulang lagi dalam ayat kedelapan belasوَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ اَمْرِ رَبِّهٖۗ اَفَتَتَّخِذُوْنَهٗ وَذُرِّيَّتَهٗٓ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِيْ وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّۗ بِئْسَ لِلظّٰلِمِيْنَ بَدَلًا
20. Perintah kepada Adam Dahulu
Sujud di sini adalah penghormatan karena ilmu yang dimiliki Nabi Adam. Dalam pandangan pengarang Tafsir Jalalain. Iblis adalah nenek moyang jin yang berada di antara para malaikat.
4. Alloh menceritakan tentang tempat asal Nabi Adam, yakni surga.
4. Alloh menceritakan tentang tempat asal Nabi Adam, yakni surga.
وَقُلْنَا يٰٓاٰدَمُ اسْكُنْ اَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَاۖ وَلَا تَقْرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُوْنَا مِنَ الظّٰلِمِيْنَ
Allah SWT berfirman, “Dan Kami berfirman, “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini” (QS. al-Baqarah/2: 35).
Syaikh Nawawi Banten dalam Tafsir Munir menuliskan bahwa Abu Bakar al-Siddik pernah bertanya kepada Nabi SAW soal pohon itu. Nabi SAW menjawab, “Itu adalah pohon yang diberkati yang berbulir”. Ada yang berpendapat bahwa pohon itu adalah pohon Tin, pohon Utruj (jeruk lemon), dan pohon ilmu yang bercabang-cabang dan jurusan.
Namun dalam sejarah disebutkan bahwa Nabi Adam melanggar larangan Allah SWT.
5. Menceritakan tobatnya Nabi Adam.
فَتَلَقّٰٓى اٰدَمُ مِنْ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِۗ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Allah SWT berfirman, “Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” (QS. al-Baqarah/2: 37).
Yang dimaksud dengan , “Beberapa kalimat dari Tuhannya” dalam penggalan ayat di atas adalah rangkaian doa dalam surah al-A’raf/7: 23,
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.
6. Nabi Adam seperti juga nabi lain yang memiliki kelebihan pada masanya.
6. Nabi Adam seperti juga nabi lain yang memiliki kelebihan pada masanya.
اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰىٓ اٰدَمَ وَنُوْحًا وَّاٰلَ اِبْرٰهِيْمَ وَاٰلَ عِمْرٰنَ عَلَى الْعٰلَمِيْنَۙ
Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing)” (QS. Ali Imran/3: 33).
Menurut Syaikh Nawawi Banten, yang dimaksud dengan keluarga Imran adalah Nabi Musa dan Nabi Harun. Sedangkan yang dimaksud dengan keluarga Ibrahim adalah Nabi Ismail, Nabi Ishak. Termasuk Nabi SAW yang merupakan keturunan dari Nabi Ismail dan Nabi Isa yang merupakan keturunan dari Nabi Ishak.
Bahkan dalam konteks penciptaan, Nabi Adam dan Nabi Isa serupa di sisi Allah.
7. Penciptaan Nabi Adam dari Tanah
اِنَّ مَثَلَ عِيْسٰى عِنْدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَۗ خَلَقَهٗ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, “Jadilah (seorang manusia), maka jadilah dia” (QS. Ali Imran/3: 59).
8. Perseteruan dua putra Nabi Adam
8. Perseteruan dua putra Nabi Adam
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَقِّۘ اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخَرِۗ قَالَ لَاَقْتُلَنَّكَۗ قَالَ اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ
“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil)” (QS. al-Maidah/5:27).
9. Bentuk fisik Nabi Adam
9. Bentuk fisik Nabi Adam
وَلَقَدْ خَلَقْنٰكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنٰكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ لَمْ يَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَ
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam”, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud” (QS. al-A’raf/7: 11).
10. Larangan Kepada Nabi Adam mendekat pohon larangan (mengulang kembali)
10. Larangan Kepada Nabi Adam mendekat pohon larangan (mengulang kembali)
وَيٰٓاٰدَمُ اسْكُنْ اَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُوْنَا مِنَ الظّٰلِمِيْنَ
Allah SWT berfirman, “(Dan Allah berfirman), “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini” (QS. al-A’raf/7: 19).
11. Anak Adam Harus Pakai Baju (Tidak Primitif)
11. Anak Adam Harus Pakai Baju (Tidak Primitif)
يَا بَنِيْٓ اٰدَمَ قَدْ اَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُّوَارِيْ سَوْءٰتِكُمْ وَرِيْشًاۗ وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ذٰلِكَ خَيْرٌۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat” (QS. al-A’raf/7: 26).
12. Anak Adam jangan tertipu Syaitan yang mengeluarkan Adam Dari Surga
12. Anak Adam jangan tertipu Syaitan yang mengeluarkan Adam Dari Surga
يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطٰنُ كَمَآ اَخْرَجَ اَبَوَيْكُمْ مِّنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءٰتِهِمَاۗ اِنَّهٗ يَرٰىكُمْ هُوَ وَقَبِيْلُهٗ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْۗ اِنَّا جَعَلْنَا الشَّيٰطِيْنَ اَوْلِيَاۤءَ لِلَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ
Allah SWT berfriman, “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya” (QS. al-A’raf/7: 27).
13. Anak Adam dinisbatkan kepada manusia beriman.
يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَࣖ13. Anak Adam dinisbatkan kepada manusia beriman.
Allah SWT berfirman, “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. al-A’raf/7: 31).
14. Anak Adam diseru bertaqwa dan beramal soleh
14. Anak Adam diseru bertaqwa dan beramal soleh
يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ اِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌ مِّنْكُمْ يَقُصُّوْنَ عَلَيْكُمْ اٰيٰتِيْۙ فَمَنِ اتَّقٰى وَاَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
Allah SWT berfirman, “Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (QS. al-A’raf/7: 35).
15. Soal perjanjian Anak Adam (manusia) dengan Tuhannya.
15. Soal perjanjian Anak Adam (manusia) dengan Tuhannya.
وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Allah SWT berfirman, “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi” (QS. al-A’raf/7: 172).
16. Berbincang tentang keengganan iblis bersujud kepada Adam.
16. Berbincang tentang keengganan iblis bersujud kepada Adam.
وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ قَالَ ءَاَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِيْنًاۚ
Allah SWT berfirman, “Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam”, lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata, “Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?” (QS. al-Isra’/17: 61).
17. Jaminan kehidupan Anak Adam (manusia) di bumi
17. Jaminan kehidupan Anak Adam (manusia) di bumi
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًاࣖ
“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan” (QS. al-Isra’/17: 70).
18. Keengganan iblis bersujud kepada Nabi Adam terulang lagi dalam ayat kedelapan belas
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya” (QS. al-Kahfi/18: 50).
19. Berbicara tentang anak cucu keturunan Nabi Adam yang diberi nikmat
19. Berbicara tentang anak cucu keturunan Nabi Adam yang diberi nikmat
اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ مِنْ ذُرِّيَّةِ اٰدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوْحٍۖ وَّمِنْ ذُرِّيَّةِ اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْرَاۤءِيْلَۖ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَاۗ اِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ اٰيٰتُ الرَّحْمٰنِ خَرُّوْا سُجَّدًا وَّبُكِيًّا
Allah SWT berfirman, “Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil”. Surah Maryam/19 ayat 58
20. Perintah kepada Adam Dahulu
وَلَقَدْ عَهِدْنَآ اِلٰٓى اٰدَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهٗ عَزْمًاࣖ
Allah SWT berfirman, “Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat”. Ayat ini menurut pengarang Tafsir Jalalain masih terkait dengan pohon larangan. QS Thaha/20 ayat 115.
21. Terkait dengan keengganan iblis sujud kepada Nabi Adam.
21. Terkait dengan keengganan iblis sujud kepada Nabi Adam.
وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَ اَبٰىۗ
Allah SWT berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka mereka sujud kecuali iblis. ia membangkang” (QS. Thaha/20:116). menurut pengarang Tafsir Jalalain iblis adalah bapaknya jin.
22. Allah SWT memperingatkan akan bahaya iblis.
22. Allah SWT memperingatkan akan bahaya iblis.
فَقُلْنَا يٰٓاٰدَمُ اِنَّ هٰذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقٰى
Allah SWT tandaskan, “Maka Kami berkata, “Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka” (QS. Thaha/20:117).
Dalam Tafsir Jalalain, diungkap hidup sengsara itu adalah kerja keras Nabi Adam yang harus mencangkul, menanam, menuai, menumbuk, membuat roti, dan pekerjaan lain. Inilah kiranya sederet pekerjaan berusia tua yang sudah dilakukan manusia. Ungkapan sengsara di sini hanya ditujukan kepada Nabi Adam saja, tidak kepada istrinya.
23. Tentang pohon larangan. Allah SWT menyebut nama pohon tersebut
Dalam Tafsir Jalalain, diungkap hidup sengsara itu adalah kerja keras Nabi Adam yang harus mencangkul, menanam, menuai, menumbuk, membuat roti, dan pekerjaan lain. Inilah kiranya sederet pekerjaan berusia tua yang sudah dilakukan manusia. Ungkapan sengsara di sini hanya ditujukan kepada Nabi Adam saja, tidak kepada istrinya.
23. Tentang pohon larangan. Allah SWT menyebut nama pohon tersebut
فَوَسْوَسَ اِلَيْهِ الشَّيْطٰنُ قَالَ يٰٓاٰدَمُ هَلْ اَدُلُّكَ عَلٰى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلٰى
“Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata, “Hai Adam, maukah aku tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?” (QS. Thaha/20:120).
Dalam ayat ini Allah SWT tidak menggunakan diksi “iblis” lagi sebagai makhluk yang membisikkan pikiran jahat kepada Nabi Adam, tapi dipilih kata “setan”. Setan bukanlah makhluk tapi kata ini merujuk kepada perilaku yang dilakukan iblis sebagai nenek moyang jin. Seperti manusia yang juga punya sifat fasik dan munafik.
24. Bercerita tentang keberhasilan iblis menggoda Nabi Adam.
Dalam ayat ini Allah SWT tidak menggunakan diksi “iblis” lagi sebagai makhluk yang membisikkan pikiran jahat kepada Nabi Adam, tapi dipilih kata “setan”. Setan bukanlah makhluk tapi kata ini merujuk kepada perilaku yang dilakukan iblis sebagai nenek moyang jin. Seperti manusia yang juga punya sifat fasik dan munafik.
24. Bercerita tentang keberhasilan iblis menggoda Nabi Adam.
فَاَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْءٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفٰنِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَّرَقِ الْجَنَّةِۚ وَعَصٰٓى اٰدَمُ رَبَّهٗ فَغَوٰىۖ
Allah SWT berfirman, “Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia” (QS. Thaha/20:121).
25. Membicarakan pernyataan Allah SWT kepada manusia agar tidak menyembah setan
25. Membicarakan pernyataan Allah SWT kepada manusia agar tidak menyembah setan
اَلَمْ اَعْهَدْ اِلَيْكُمْ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ اَنْ لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطٰنَۚ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Allah SWT berfirman, “Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu” (QS. Yasin/35: 60).
Akhirnya bahwa sebutan nama Nabi Adam dalam al-Qur’an, baik untuk menyebut nama beliau sendiri atau manusia, dapat dijelaskan secara statistik. Pertama, surah al-A’raf adalah yang terbanyak membincang nama Nabi Adam, yakni tujuh kali dan tujuh ayat. Disusul surah al-Baqarah dan Thaha yang masing-masing sebanyak lima kali dalam lima ayat. Berikutnya Ali Imran dan al-Isra’ yang masing-masing menyebut dua kali dalam dua ayat. Setelahnya al-Maidah, al-Kahfi, Maryam, dan Maryam yang masing-masing menyebut sekali dalam satu ayat dalam setiap surahnya. Dengan demikian surah al-A’raf harus mendapat perhatian lebih ketika membincang tentang Nabi Adam.