Sumber Ketenangan Dalam Al-Quran

Di mana sebenarnya Kunci Ketenangan Hati? Kebanyakan orang mencari hidupnya senang padahal yang dicari sesungguhnya itu ketenangan.

Semua akan sadar bahwa setiap yg Tenang pasti Senang, Tapi tidak semua yg Senang itu hidupnya Tenang.

Kalau bahagia ada di harta maka orang bahagia di orang kaya. Kalau bahagia di ilmu maka yg bahagia cuma orang pintar. Ternyata kenyataanya tidak demikian, bahwa ketenangan itu bisa didapatkan oleh siapa saja yang mau merasakannya.

Di dalam Al-Quran didapat pedoman untuk meraih ketenangan dengan mudah. Dijelaskan bahwa Sumber ketenangan bisa datang dengan mudah.

  1. Yg memberi ketenangan itu Alloh. Qs. Alhath : 4. 

  2. Alloh memegang jiwa ruh seseorang yg masih hidup. Qs.39:42

  3. Nyimpan harta di tangan, nyimpan iman di hati. Jangan terbalik.

  4. Alloh yg memberi kehidupan. Berapa banyak kita memberikan ibadah kepada Alloh.

  5. Sumber Ketenangan itu bisa juga dari Malam. 

  6. Kalau tidak sesuai sunatullo maka tunggu kehancuran. Dalil tidur Qs yunus 67.

  7. Sumber ketenangan selanjutnya Rumah. Jangan jadikan rumah spt kuburan.

  8. Sumber ketenangan itu pasangan.qs 30:21.

Penjelasan mengenai 4 Sumber Ketenangan di Dunia yang Disebutkan Al-quran

Menurut Alquran ada empat sumber ketenangan. Hal ini disarikan dari makna sukun (ketenangan) dan turunannya dalam berbagai ayat Alquran. Berikut ini makna dan sumber ketenangan dalam Alquran: 

1. Rumah. Firman Allah SWT surat An Nahl ayat 80:  

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ جُلُودِ الْأَنْعَامِ بُيُوتًا تَسْتَخِفُّونَهَا يَوْمَ ظَعْنِكُمْ وَيَوْمَ إِقَامَتِكُمْ ۙ وَمِنْ أَصْوَافِهَا وَأَوْبَارِهَا وَأَشْعَارِهَا أَثَاثًا وَمَتَاعًا إِلَىٰ حِينٍ

“Dan Allah menjadikan rumah-rumah bagimu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagimu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit hewan ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya pada waktu kamu bepergian dan pada waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta, dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan kesenangan sampai waktu (tertentu).”

Ketika sebuah rumah tersebut adalah bagian dari keberkahan yang Allah berikan. Maka rumah terbut akan menjadi sebagai sumber ketengan dan kebahagian penghuninya.

2. Malam. Dalam Alquran surat Yunus ayat 67 disebutkan:

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ 

“Dialah yang menjadikan malam bagimu agar kamu beristirahat padanya dan menjadikan siang terang-benderang. Sungguh, yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar.”

Allah menciptakan malam sebagai waktu istirahat makhluk-makhluknya. Sehingga mereka dapat merasakan ketenangan di dalamnya. Ketika waktu malam tiba, untuk mendapatkan ketenangan seorang Muslim bisa membaca Alquran, berzikir, bershalawat maupun memberikan infak kepada orang yang membutuhkan. 

3. Istri. Surat Ar Rum ayat 21:  

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ 

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”

Sebagaimana arti dari ayat di atas, istri dapat menjadi sumber ketenangan dan ketentraman bagi pasangannya. Tentu istri tersebut haruslah istri yang bisa menyenangkan hati suami dengan ketaatan baik kepada suami dan juga kepada Allah SWT. 

4. Berdoa. Surat At Taubah ayat 103: 

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ 

“Ambillah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Mahamendengar, Mahamengetahui.”

Dengan berdoa kepada Allah maka akan membuat hati lebih tenang dan tentram. Berdoa bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain, termasuk kepada mereka yang menerima sedekah dari kita.

Cara menenangkan hati 

1. Zikir
Zikir menjadi salah satu praktik meditasi Islam yang paling umum. Zikir atau mengingat Allah adalah kunci utama untuk menenangkan hati. Dengan mengucapkan kalimat-kalimat tasbih dan memperbanyak Zikir dapat menghilangkan kegelisahan dan membuat hati menjadi tenang.

Hal ini disebutkan dengan tegas melalui firman Allah dalam Qur’an Surah Ar-Rad ayat 28.

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram."

2. Refleksi (Tafakur)
Tafakur adalah proses berpikir dengan sengaja, konstruktif, dan positif. Praktik ini menjadi sangat penting karena budaya modern sering kali membanjiri kita dengan gangguan yang tak henti.

Dampaknya dapat menciptakan stres, kecemasan, dan kurangnya kedamaian batin. Oleh karena itu, penting untuk melepaskan diri dan membebaskan diri dari belenggu dunia ini.

Langkah awal yang bisa diambil adalah dengan duduk diam selama lima menit setelah menunaikan salat fardhu. Tutup mata dan pikirkan betapa Allah selalu memerhatikan setiap manusia.

Meluangkan waktu untuk merenungkan Allah dan akhirat akan membawa kesadaran yang mendalam. Hal ini akan membantu kita untuk lebih bersyukur dan juga meredakan tekanan hidup sehari-hari.

3. Berwudu
Salah satu cara menenangkan hati adalah dengan berwudu. Wudu dapat melunturkan dosa-dosa sehingga membuat hati menjadi lebih tenang. Allah SWT menyukai orang-orang yang menyucikan diri, hal ini sebagaimana firman Allah dalam Qur’an surah Al-Baqarah ayat 222

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”

4. Membaca Al-Qur'an
Membaca Al-Qur'an adalah salah satu bentuk menenangkan diri yang paling kuat dan bermanfaat. Jika sedang mengalami hari yang sangat buruk, cobalah untuk membaca Al-Qur'an agar hati merasa tenang.

5. Berprasangka baik
Menanamkan sikap berprasangka baik, terutama kepada Allah SWT adalah kunci untuk menjaga hati tetap damai. Memahami setiap ujian dan cobaan yang diberikan Allah SWT juga dapat membantu menjaga hati tetap tenang.

Sudah sepatutnya untuk tetap berprasangka baik kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, Allah berfirman:

“Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (HR Bukhari dan Muslim.)

6. Memperbanyak rasa syukur
Menghargai nikmat yang telah diberikan Allah SWT adalah salah satu cara untuk mendapat ketenangan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bersyukur pada nikmat yang telah diberikan, dapat membuat hati terasa lebih lapang dan membawa kedamaian jiwa.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 7, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

7. Menyendiri
Menyendiri adalah sesuatu yang dipraktikkan Nabi Muhammad SAW. Dia menghabiskan waktu berhari-hari di Gua Hira untuk mencoba memahami apa yang ia lihat di sekitarnya.

Setelah itu, Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada umatnya untuk beriktikaf di bulan Ramadan, yaitu sebagai sesuatu yang harus dilakukan pria dan wanita karena memiliki imbalan sangat besar.

Para istri Nabi Muhammad SAW hidup secara terpisah yang menunjukkan kepada kita pentingnya waktu sendirian

4 Tipe Manusia Menurut Syekh Abdul Qodir Al-Jilani

Artikel kali ini inspirasi ilmu pengetahuan tentang 4 Tipe Manusia Menurut Syekh Abdul Qodir Al-Jilani dalam buku Nasoihul Ibad halaman 15.

Manusia itu mempunyai warna yang beragam. Satu dengan yang lain mempunyai tipenya sendiri-sendiri. Ada empat tipe manusia yang ditegaskan oleh *Syekh Abdul Qodir Al-Jilany.* Keempatnya adalah sebagaimana berikut ini.

1. رَجُلٌ لالِساَن لَهُ ولاقَلْب

> 1.Pertama, orang yang tidak berlisan dan tidak berhati. Mereka adalah orang durhaka/ orang yang bermaksiat, selalu terbujuk pada rayuan syetan.

فاَحْذَرْ أن تَكُوْنَ مِنهم ولاَتقُمْ فِيْهِم فإنَّهُم اهلُ العَذَابِ

Maka berhati-hatilah, jangan sampai engkau seperti mereka, sesungguhnya mereka orang-orang yang disiksa

2. رجلٌ له لِساَنٌ بِلاَ قَلْبٍ

> 2.Kedua, orang yang berlisan tapi tidak berhati, sehingga dia berbicara dengan hikmah (ilmu dan mutiara) tapi tidak mengamalkannya.

فاَبْعُدْمِنهُ بِأنْ لاَيحْفَظَكَ بِلَذِيْذِ لِسَانِهِ

Maka, jauhilah mreka, supaya engkau tidak tertipu oleh keindahan perkataan mereka yang bisa mmmbuatmu terbakar oleh kemaksiatan dan kebusukan hati mereka.

3. رجلٌ له قَلْبٌ بِلاَلِساَنٍ

> 3.Ketiga, orang yang memiliki hati tapi tidak mmiliki lisan. Yaitu orang mukmin yang pndangannya ditutupi oleh  اللهُdari kejelekan makhluqnya dan اللهُmemperlihatkn aib dirinya, hatinya terang dan pandai bergaul.

فَهذَارجلٌ وَلِيُ اللّٰهِ تعالى .مُخاَلَطَتَهُ وخِدْمَتَهُ فَيُحِبّكَ اللهُ تعالى

Orang ini termasuk Wali Allah. Maka bergaullah engkau dengannya niscaya اللهُ mencintaimu.

4. رجلٌ تَعَلَّمَ وعَلَّمَ وعَمِلَ بِعِلْمِهِ وهو العاَلِمُ بِالله تعالى وآياَتِهِ إسْتَوْدَعَ الله قَلْبَهُ غَرَائِبَ عِلْمِهِ و شَرَحَ صَدْرَهُ لِقَبُوْلِ الْعُلُوْمِ

> 4.keempat, orang yang belajar dan mengajar serta mengamalkan ilmunya, dia mengetahui tanda-tanda kebesaarn Allah dan Allah melapangkan dadanya untuk menerima macam-macam ilmu.

أنْ تُخَالِفَهُ وتُجَانِبَهُ وتَتْرُكَ الرُّجُوْعَ الى نَصِيْحَتِهِمْ

Hendaknya engkau mendekati dia untuk kembali meminta nasehat kepadanya.

Sumber: نَصاَئِحُ العِبَادِ، ص: ١٥`

10 Sifat Pribadi Tangguh Seorang Muslim

Inspirasi tentanf 10 SIFAT PRIBADI TANGGUH seorang muslim yang beriman.

Saudaraku, Sesungguhnya dalam diri seorang muslim harus memiliki 10 sifat pribadi tangguh,  yaitu:

1. Saliimul ‘Aqiidah سليم العقيدة
(BERSIH AQIDAHNYA)
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semuanya karena Allah Rabb semesta alam”. 
(Al-An’aam : 162)

2. Sahiihul ‘Ibaadah صحيح العبادة
(BENAR ‘IBADAHNYA)
“Shalatlah kamu seperti yang kamu lihat Aku shalat”. 
(Riwayat Bukhari)

3. Matiinul Khulu متين الخلق
(KOKOH AKHLAKNYA)
“Dan sesungguhnya kamu wahai Muhammad benar-benar memiliki akhlak yang agung. 
(QS. Al-Qalam : 68)

4. Qawiyyul Jismi قوي الجم
(KUAT JASMANINYA)
“Mukmin yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah”. 
(Riwayat Muslim)

5. Mutsaqqaful Fikri مثقف الفكر
(INTELEK DALAM BERFIKIR)
“Katakanlah: samakah orang yang ber-ilmu dengan orang yang tidak ber-ilmu, sesungguhnya hanya orang-orang yang ber-akallah yang dapat menerima pelajaran”. 
(QS. Az-Zumar : 39)

6. Mujaahidun Linafsih مجاهد لنفسه
(KUAT MELAWAN HAWA NAFSUNYA)
“Tidak ber-iman seseorang dari kamu, sehingga ia menjadikan hawa nafsunya tunduk pada ajaran Islam yang aku bawa”. 
(Riwayat al-Haakim)

7. Hariishun ‘alaa Waktih حريص على وقته
(SUNGGUH-SUNGGUH MENJAGA WAKTUNYA)
“Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara: mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum miskin, lowongmu sebelum sibuk, dan hidupmu sebelum mati”. 
(Riwayat al-Haakim)

8. Munazhzhamun fii Syu’unih  منظم في شئونه
(TERATUR DALAM SEMUA MASALAHNYA)
“Kebatilan yang teratur, dapat mengalahkan kebenaran yang tidak teratur”. 
(Ali bin Abi Thalib)

9. Qaadirun ‘alal Kasbi  قادر على الكسب
(MAMPU BERUSAHA SENDIRI)
“Tidak ada penghasilan yang lebih baik bagi seorang laki-laki daripada bekerja sendiri dengan kedua tangannya”. 
(Riwayat Ibnu Majah)

10.Naafi’un lighairihi  نافع لغيره
(BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN)
“Sebaik-baik manusia, adalah paling bermanfaat bagi sesama manusia”. 
(Riwayat al-Qudhaa’i).

 لاَ هَوْلَ وَلاَ قُوَّتَ اِلاَّبِاللّهِ
Semoga Allah Aza wa Jalla mengaruniakan hidayahNya kepada kita,  sehingga kita tetap istiqamah untuk senantiasa berupaya menjadi pribadi yang tangguh..aamiin

Persiapkanlah Diri Kita Menuju Kematian

Persiapkanlah diri kita menuju kematian
.
Ma’asyiral muslimin  rahimani wa rahimakumullah ,
Terlebih dahulu mari kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar - benarnya , yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah Swt dan rasul-Nya Muhammad Swt serta menjauhi apa yang dilarang oleh Allah Swt dan Rasul-Nya Muhammad Swt .

Rasul kita yang mulia Muhammad Saw didatangi oleh Malaikat Jibril. 
Lalu Jibril berkata kepada beliau, :
“Ya Muhammad, hiduplah sesukamu, sesungguhnya kamu akan meninggal dunia. Cintailah orang yang kamu cintai, sesungguhnya kamu pasti akan berpisah dengannya. 
Dan beramallah sesuai dengan kehendakmu, sesungguhnya kamu pasti akan diberikan balasan oleh Allah. Ketahuilah, kemuliaan seorang mukmin terletak pada sholat malamnya, dan keperkasaannya saat ia tidak membutuhkan manusia.” 
(HR. Imam At - Thabrani) .

Malaikat Jibril berkata kepada Rasulullah, : “Wahai Muhammad, silakan kamu hidup sesukamu, kamu akan meninggal dunia.” Semua manusia, semua kita pasti akan meninggal dunia. 

Dan Allah berfirman, :
“Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian.” 
(QS. Ali ‘Imran: 185)

Kematian itu sesuatu yang pasti. 
Dan setelah kematian itu yang harus kita pikirkan. 
Karena setelah kematian kita akan diberikan oleh Allah Swt balasan setimpal sesuai apa yang kita amalkan di dunia.

Persiapkanlah diri kita menuju kematian. Rasul kita yang mulia Muhammad Saw menyuruh kita banyak mengingat kematian. 
Beliau bersabda, :
“Perbanyaklah oleh kalian mengingat penghancur kenikmatan, yaitu kematian.”

Sekaya apa pun kita, hidup seenak apa pun kita, tetap kita akan meninggal dunia. 
Kita akan dibungkus dengan kain kafan kemudian dimasukkan dalam liang lahat. 
Ketika kita sudah di liang lahat tidak ada teman, tidak ada siapa-siapa yang akan membantu kecuali amalan kita.

HP yang selalu kita pegang akan meninggalkan kita. Teman-teman yang sangat kita cintai pun akan pergi dan melupakan kita. 
Istri dan anak-anak kita juga akan pergi dan meninggalkan kita. 
Kita akan sendiri di liang lahat, didatangi malaikat Munkar dan Nakir, dan ditanya, : “Man Rabbuka?” 
Siapa Tuhanmu? Siapa nabimu? 
Apa agamamu?

Siapkah kita, saudaraku, untuk hari itu ? 
Karena siapa yang selamat di kuburnya, maka yang setelahnya lebih mudah lagi menuju Surga. 
Dan siapa yang tidak selamat di kuburnya, kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka setelahnya akan lebih berat lagi.

Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, :
“Jibril ‘alaihissalam pernah datang kepadaku seraya berkata,: 
‘Hai Muhammad! Hiduplah sesukamu, sesungguhnya engkau akan menjadi mayit. Cintailah siapa saja yang engkau senangi, sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengannya. 
Dan beramallah semaumu, sesungguhnya engkau akan menuai balasannya. 
Dan ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin terletak pada salat malam dan kehormatannya adalah rasa kecukupan dari manusia.’” 
(HR. Thabrani. 831)

“Silakan kamu hidup sesukamu, sesungguhnya kamu pasti akan meninggal dunia.
Silahkan cintai siapa yang kamu sukai, sesungguhnya kamu pasti akan berpisah dengannya.”

Perpisahan itu pasti, saudaraku, dengan orang - orang yang kita cintai. 
Mungkin kita yang dahulu pergi meninggalkan mereka atau mereka yang dahulu pergi meninggalkan kita.
Yang jelas, mencintai seseorang janganlah berlebih-lebihan. 

Disebutkan dalam sebuah riwayat, :
Dari Abu Hurairah secara marfu': "Cintailah orang yang kau cinta dengan sewajarnya, boleh jadi suatu hari dia menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah kepada orang yang kau benci sewajarnya, boleh jadi suatu hari dia yang kau benci menjadi orang yang kau cinta" 
(HR Tirmidzi)

Kemudian kata Malaikat Jibril, : 
"Berbuatlah sesukamu, karena sesunggunya engkau akan diberikan balasan karenanya!" Setiap orang akan diberi putusan sesuai dengan konsekuensi dari perbuatannya (QS. Fussilat : 40). 

Semua orang akan dibalas setiap kebaikan maupun keburuka yang dilakukannya walau sebesar debu yang berterbangan 
(QS. Al-Zalzalah: 7-8).

Allah berfirman, :
“Siapa yang mengamalkan kebaikan sebesar biji sawi, ia akan melihat balasannya. 
Dan siapa yang mengamalkan keburukan sebesar biji sawi, ia akan melihat balasannya.” 
(QS. Az-Zalzalah : 7-8)

Saudaraku, di hari hisab itu tidak ada yang tersembunyi lagi. Maka orang kafir merasa heran dan berkata, :
“Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil maupun yang besar kecuali sudah tertulis dengan rapi dalam kitab itu?” 
(QS. Al-Kahfi : 49).

Semua kita akan diberikan balasan terhadap ucapan kita, terhadap apa yang kita ketik di HP, yang kita ucapkan kepada teman, kepada istri, kepada anak, yang kita sampaikan kepada manusia. 
Semua akan diberikan balasan, yang kita lihat dan yang kita pandang, yang kita dengar oleh telinga, bahkan langkah kaki dan yang kita gerakkan dengan tangan. 
Semua akan ditanya oleh Allah dan diberikan balasannya.

Kemudian Malaikat Jibril berkata, :
"Wahai Muhammad! Kemuliaan seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari untuk sholat malam, dan keperkasaanya adalah ketidakbutuhannya terhadap manusia." 
(HR. Ath-Thabrani, Abu Nu'aim dan Al-Hakim).
 
Rasulullah Saw bersabda, :
“Rabb kita, Allah, kagum kepada dua orang , yaitu :

>1. Orang yang ikut perang di jalan Allah. Ketika pasukannya kalah, ia tidak ingin lari. 
Karena jika lari, ia akan mendapatkan adzab yang keras dari Allah. 
Maka ia terus maju sampai meninggal dunia dan mati syahid.

>2. Orang yang bangun di waktu malam, ia tinggalkan syahwatnya, ia tinggalkan kenikmatan tidurnya demi mendapatkan keridhoan Rabbnya.”

Sungguh, Allah kagum kepada hamba seperti ini, saudaraku. 
Itulah kemuliaan seorang hamba, mampu meninggalkan syahwatnya dan hawa nafsunya, dan menjadi seorang hamba yang benar-benar menghambakan dirinya kepada Allah Swt. 
Mengakui kelemahannya, mengakui bahwa dirinya adalah hamba Allah yang butuh karuniaNya.

Kemudian, kata Malaikat Jibril,: 
“Dan keperkasaannya, ketika ia tidak butuh kepada manusia.” Artinya, seorang mukmin tidak mengharapkan bantuan manusia. Yang ia harapkan adalah bantuan dari Allah semata.
Tabu baginya untuk meminta-minta, karena ia tahu bahwa meminta-minta adalah kehinaan. 
Kehinaan yang hakiki bagi seorang insan, ketika ia menjadi orang yang tangannya di bawah, ia ingin agar tangannya selalu di atas, membantu orang-orang yang susah. 

Itulah, saudaraku, kemuliaan dan keperkasaan seorang mukmin yaitu sahid karena perang dijalan Allah .
Namun  karena saat ini sudah tidak ada perang , maka yang kita perangi adalah perang melawan hawa nafsu , kemungkaran,  kemunafikan serta kemiskinan umat .
Dan kita juga harus bisa mengutamakan kenikmatan akhirat daripada kenikmatan dunia , antara lain bangun tidur dari kasur empuk di ruangan dingin ac , untuk melaksanakan sholat malam bertaubat kepada Allah agar diampuni dosa dosa kita.

Ma’asyiral muslimin  rahimani wa rahimakumullah ,
Demikianlah Kultum Subuh ini 
Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua, serta bisa menjadi penyebab kita untuk meningkatkan ibadah, ketaqwaan, keimanan, dan menjauhi segala larangan. 
Wa billahit taufik wal hidayah. Wassalamual
aikum warahmatullahi wa barokatuh.

Tren Tiktok Live Cek Khodam Dalam Pandangan Islam

Sobat, demi apa mengikuti tren cek khodam, sekadar iseng atau memang butuh? Waspadalah jatuh ke dalam perbuatan syirik yang bisa mengaburkan akidah dan menyesatkan keimanan. Bentengi diri dengan Islam agar tidak terjebak dalam praktik jahiliah modern ini. Okay? #DuniaRemaja

--
Tren Live Cek Khodam, Iseng atau Butuh?

https://muslimahnews.net/2024/06/28/30569/
--
Penulis: Shezan Adzkayra Gerung

Muslimah News, DUNIA REMAJA — Sobat, belakangan ini konten cek khodam kian viral aja di TikTok dan media sosial lainnya. Tidak pelak, tren terbaru ini menarik perhatian warganet. Dengan cara yang sangat mudah, pengguna TikTok dapat memeriksa khodam mereka secara online hanya dengan bergabung dalam siaran langsung salah satu akun cek khodam.

Demi mengetahui sang khodam, enggak sedikit, lo, warganet yang rela bergadang, Sobat sekalian. Wah, pada zaman modern seperti hari ini masih ada juga ya, yang berminat terhadap sesuatu yang sarat dengan khurafat. Bahkan, konten seperti ini ramai diserbu warganet. Kok bisa tren seperti ini ramai? Sebagai seorang muslim, bagaimana seharusnya kita menyikapi hal ini?

--
Fenomena Apa?
--

Khodam merupakan istilah yang berasal dari bahasa Arab yang berarti “penjaga” atau “pembantu”. Dalam tradisi Jawa, khodam diartikan sebagai sosok yang menemani atau mengawal seseorang dalam kesehariannya. Katanya, sih, khodam berpengaruh signifikan pada seseorang, mulai dari sifat, perilaku, dan kesehariannya, hingga pengambilan keputusan dan aura yang dimiliki seseorang. Benarkah?

Hem, sebenarnya enggak sulit, kok, memahami tren ini sebagai sebuah tren yang bisa menyesatkan keimanan seseorang. Lo, kok, bisa? Ya, bisa, dong! Ketika seseorang mulai percaya bahwa ada sosok lain yang memengaruhi tindak-tanduknya, termasuk keputusan-keputusan yang ia ambil, sejatinya ia tengah berkecenderungan untuk meyakini bahwa ada sosok gaib yang juga memudahkan urusan-urusannya.

Mulailah ia menggantungkan harapan dan memercayai adanya pertolongan dari sosok gaib itu. Wah, kalau kecenderungannya sudah seperti ini, sih, bahaya, Sobat! Bisa jatuh ke dalam perbuatan syirik. Pada era modern seperti hari ini, syirik bisa hadir di tengah kita melalui berbagai cara. Salah satunya, ya, melalui media sosial. Anehnya, kok, manusia modern abad ini bisa percaya?

Sobat, dalam siaran langsung dan tren cek khodam di TikTok, khodam kerap dikaitkan dengan sosok-sosok irasional atau hal-hal gaib. Meski enggak sedikit yang menjadikan ini lelucon, tetapi live cek khodam selalu ramai. Ini sih, fenomena jahiliah modern. Buat kamu yang sering mantengin, jawab, deh, iseng atau butuh, nih?

--
Syirik Modern
--

Sobat sekalian, ada dua hal penting untuk memahami penyebab fenomena cek khodam ini marak di masyarakat. Dua masalah tersebut adalah akidah dan tata aturan yang mengatur kehidupan manusia hari ini. Landasan berpikir manusia sangat menentukan perbuatannya dalam menjalani kehidupan.

Untuk permasalahan pertama, yakni terkait akidah, Allah Swt. memerintahkan manusia untuk senantiasa menjaga kemurnian akidah Islam. Konsekuensi atas hal ini, manusia selayaknya menyandarkan segalanya kepada Allah semata, bukan yang lain.

Jika khodam sering diasosiasikan sebagai makhluk gaib berupa jin, manusia harus memahami bahwa para jin adalah makhluk ciptaan Allah juga. Kedudukan kita dan mereka sama, Sobat. Lantas, apa yang membuat kita harus menyandarkan diri kepada sesama makhluk? Allah Swt. berfirman, “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS Al Jin: 6). Atas dasar ini, seharusnya manusia paham bahwa hanya Allah Swt. yang harus ia takuti dan taati.

Menjamurnya konten yang menyuburkan penyakit TBC (Takhayul, Bidah, dan Churafat) di tengah masyarakat hari ini enggak lepas dari sistem yang mengatur kehidupan hari ini, Sob. Sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan telah menciptakan atmosfer kehidupan yang serba bebas.

Apa dampak kehidupan yang serba bebas tersebut? Salah satunya adalah maraknya konten yang mempromosikan berbagai hal yang enggak ada pijakannya sama sekali dalam syariat. Para pembuat konten khodam ini mungkin melihat peluang viewers yang banyak sebagai sumber cuan atau memang ia mendalami ilmu yang tentu saja sarat dengan kesyirikan. Mereka merasa bebas karena merasa enggak melakukan pelanggaran terhadap tata nilai dalam sistem yang ada. 

Terlebih lagi, negara, dalam hal ini penguasa enggak peduli dengan fenomena yang tengah terjadi di masyarakat. Sesungguhnya, di tengah impitan ekonomi dan kesulitan hidup yang dirasakan, masyarakat akan mudah tergoda. Akibatnya, mereka menggantungkan asa pada konten-konten yang berbau TBC di atas.

Kalau dalam Islam, sih, salah satu tugas negara, ya, wajib menjaga akidah rakyatnya agar tetap jernih dan utuh. Bukannya mendiamkan kesyirikan semacam ini atau bahkan memberi peluang. Negara sudah seharusnya menindak setiap konten yang berpotensi mengaburkan akidah rakyat dan bertentangan dengan syariat.

Sekali lagi, dua hal ini harus menjadi perhatian kita bersama. Jika negara enggan bertindak, setidaknya kita jangan tergoda untuk ikut dalam perbuatan syirik ini, ya, Sob! Jangan lupa, pahami syariat Islam untuk membentengi diri, lalu sebarkan ke umat Islam lainnya agar enggak ada lagi yang terjebak dalam praktik jahiliah modern.

Buat kamu yang masih iseng ikut live cek khodam, demi apa coba? Sekadar iseng atau memang butuh? Tetap waspada, ya! Jangan sampai ikut tren jahiliah modern yang bikin akidah kamu tercemar. Okay? Wallaahualam. [MNews/YG]