Ceramah Tema Amalan Penghuni Surga Firdaus

Khutbah atau Ceramah Tema : Amalan Penghuni Surga Firdaus.
Muqodimah Arab

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . أَمَّا بَعْدُ

Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, kita meminta tolong kepada-Nya, kita memohon ampun kepada-Nya, dan kita meminta perlindungan kepada Allah dari kejelekan diri dan kejelekan amal kita.

Siapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Siapa saja yang sesat, maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya.

Dan semoga sholawat Allah tercurah kepada Rasul ALLOH Yang terakhir Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada sahabatnya, dan kepada setiap orang yang mengikuti jalan beliau yang lurus dan yang mengajak kepada shirothol mustaqim hingga hari kiamat,

Segala puji bagi Allah Swt, Rabb semesta alam, yang memerintahkan kita untuk terus bertaqwa kepada-Nya.

Rezeki itu ada dua macam yaitu :
> 1. Rezeki pada badan. fisik
> 2. Rezeki pada hati. non fisik

Rezeki pada badan yaitu rezeki yang diberikan kepada hewan, manusia, jin dengan ketentuan dari Allah Yang Maha Pemurah. Rezeki ini umum pada siapa saja, tidak ada spesialnya untuk muslim dan kafir. Rezeki ini kita rasakan berupa rumah, kendaraan, dan makan, serta nikmat lahiriyah lainnya.

Allah Ta’ala berfirman, :

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata atau Lauh mahfuzh.” (QS. Huud: 6)

Sedangkan Rezeki pada hati yaitu rezeki berupa Tauhid dan Iman yang Allah berikan kepada siapa saja yang Allah kehendaki.

Rezeki semacam ini yang dibawa oleh para nabi dan Rasul serta para da’i ilallah. Rezeki ini diberikan kepada orang-orang spesial dan orang-orang yang khusus.

Allah Ta’ala berfirman, :

هُوَ ٱلَّذِى بَعَثَ فِى ٱلْأُمِّيِّۦنَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ. وَءَاخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا۟ بِهِمْ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيم. ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ ٱلْعَظِيمِ

“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang ummi yang tidak pernah memperoleh kitab seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah atau As Sunnah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
dan juga kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar.”
(QS. Al-Jumu’ah: 2-4 ).

Rezeki pada hati itulah yang paling besar dibandingkan pada badan. Karena rezeki pada hati yang hanya diberikan pada orang-orang yang spesial. Buktinya dapat kita lihat dalam ayat yang membicarakan tentang diutusnya rasul dengan membawa Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Dan rezeki terbesar adalah kita bisa masuk surga .

Setiap rezeki yang Allah Swt sebutkan bagi hamba - hamba-Nya, maka umumnya yang dimaksudkan adalah surga itu sendiri.

Hal ini sebagaimana maksud dari firman Allah Ta’ala, :

لِّيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

“Supaya Allah memberi balasan kepada orang - orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan dan rezeki yang mulia.”
(QS. Saba’: 4).

Tetapi rezeki dari Allah yang paling mulia adalah surga Firdaus.
Surga Firdaus adalah surga yang paling utama dan paling tinggi.

Bagaimanakah kiat agar menjadi penghuni surga tersebut?

Allah berfirman :
وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ وَيَعْمَلْ صَٰلِحًا يُدْخِلْهُ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ قَدْ أَحْسَنَ ٱللَّهُ لَهُۥ رِزْقًا

“Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga- surga yang mengalir di bawahnya sungai - sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya.”
(QS. Ath-Thalaq: 11).

Dalam berdoa kepada Allah, mintalah surga Firdaus, karena surga Firdaus adalah surga yang paling utama dan paling tinggi.

Hadits dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash RA yang mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda,

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَى صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِي الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدِ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ فِى الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

Artinya: "Apabila kalian mendengar muazin, maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, kemudian bacalah sholawat atasku. Karena barang siapa yang bersholawat atasku satu sholawat, maka Allah bersholawat atasnya sepuluh kali. Kemudian mintalah kepada Allah wasilah untukku, karena ia adalah suatu tempat di surga yang tidak kecuali untuk seorang hamba di antara hamba-hamba Allah, dan aku berharap sekiranya akulah menjadi hamba tersebut. Barang siapa memintakan wasilah untukku maka syafaat halal untuknya." (HR. Muslim).

Menurut riwayat lain, wasilah ini adalah derajat yang paling tinggi dalam surga.

Amalan kunci memasuki surga Firdaus adalah dengan melakukan enam amalan seperti yang disebutkan dalam ayat:

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ (١) الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خٰشِعُوْنَ (٢) وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ (٣) وَالَّذِيْنَ هُمْ لِلزَّكٰوةِ فٰعِلُوْنَ (٤)
وَالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَ (٥) اِلَّا عَلٰٓى اَزْوَاجِهِمْ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ فَاِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَۚ (٦) فَمَنِ ابْتَغٰى وَرَاۤءَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْعَادُوْنَ (٧)
وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ (٨) وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَوٰتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ (٩)
اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْوٰرِثُوْنَ (١٠) الَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الْفِرْدَوْسَۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ (١١).

"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam sholatnya,
dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna, dan orang - orang yang menunaikan zakat, dan orang - orang yang menjaga kemaluannya,
kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.
Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
Dan orang-orang yang memelihara amanat - amanat yang dipikulnya dan janjinya.
dan orang-orang yang memelihara sholatnya.
Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,
yakni yang akan mewarisi syurga Firdaus.
Mereka kekal di dalamnya.
(QS. Al-Mu’minun: 1-11)

Amalan memasuki surga Firdaus

Dengan cara melakukan enam amalan seperti yang disebutkan dalam ayat di atas.
perinciannya adalah sebagai berikut :

> 1. Khusyu’ dalam sholat.
Ibnu Katsir Ra menyatakan dalam halaman yang sama bahwa khusyu’ itu bisa digapai jika hati kita tidak memikirkan hal-hal di luar sholat, dan mementingkan sholat saja daripada berbagai perkara di luar sholat.

> 2. Meninggalkan hal yang sia-sia.
Syaikh As-Sa’di menyatakan bahwa jika dari yang sia-sia saja dijauhi, maka yang haram lebih pantas dijauhi.

> 3. Menunaikan zakat.
Yang dimaksud di sini adalah menunaikan zakat maal, yaitu zakat dari harta jika memang sudah terpenuhi syarat nishab dan syarat haul yaitu bertahan selama satu tahun.

> 4. Menjaga kemaluan kecuali pada istri sebagai pasangan yang halal.
Menjaga kemaluan bentuknya adalah tidak berzina atau berselingkuh, tidak melalukan liwath atau homoseks, tidak melakukan perantara menuju zina, termasuk pula tidak melakukan onani.

> 5. Memegang amanat dan janji
karena sifat orang munafik itu jika diberi amanat ia khianat, jika berjanji, ia mengingkari.

> 6. Menjaga sholat yang lima waktu sehari semalam.

Orang yang Bahagia di akhirat ini mereka lah yang beruntung, yang mendapatkan faaza fauzan adiimaa…

Target capaian manusia itu setidaknya ada 3 :
Nazah (Sukses)
Falah (Bahagia)
Faza (Beruntung)

Banyak anggapan nazah sukses itu kaya. Padahal bisa saja Alloh memberikan Bahagia pada yang tidak kaya sekalipun.

Rasul bersabda :

ﻟَﻴْﺲَ اﻟﻐﻨﻰ ﻋَﻦْ ﻛَﺜْﺮَﺓِ اﻟﻌَﺮَﺽِ، ﻭَﻟَﻜِﻦَّ اﻟﻐِﻨَﻰ ﻏِﻨَﻰ اﻟﻨَّﻔْﺲِ
Hakikat kaya bukan dari banyaknya harta, namun kekayaan jiwa .” (HR Bukhari).
Bahagia di akhirat dinamakan Faaza. Tapi bahagia juga bisa dirasakan di dunia.

Allah Ta’ala berfirman :

فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ
Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. (Ali Imran : 185).

Bibit Bahagia harus ada tenang.
Di mana Alloh nyimpen katenangan?

Firman Alloh :
هُوَ الَّذِي أَنزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَّعَ إِيمَانِهِمْ ۗ

“Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). (Qs Al-Fath: 4).

Bibit tenang itu Nikmat.
Siapa yang mendapatkan nikmat?
Nikmat yang diminta saat sholat baca Alfatihah. Ihdinasyirol Mustaqim. Sirotolladzina anamta.

Surat An-Nisa Ayat 69
وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُو۟لَٰٓئِكَ رَفِيقًا

Artinya: Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. Annisa 69).
……..
Semoga kita tergolong hamba Allah yang mendapat surga Firdaus tersebut,
Aamiin.

Ya Allah, ajarkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, dan berilah manfaat pada apa yang Engkau ajarkan pada kami. Tunjukkanlah bahwa kebenaran itu benar, dan berilah kami kemudahan untuk mengikutinya. Tunjukkanlah kebatilan itu batil, dan mudahkanlah kami untuk menjauhinya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah ,

Demikianlah Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua, serta bisa menjadi penyebab kita untuk meningkatkan ibadah, ketaqwaan, keimanan, dan menjauhi segala larangan.
.
Doa Penutup Majelis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.

Wa billahit taufik wal hidayah.
Wassalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh.