Saturday, 5 May 2018

Kedudukan Hadits Menyangkut Do'a Khusus Menyambut Bulan Ramadhan

Kedudukan Hadits Menyangkut Do'a Khusus Menyambut Bulan Ramadhan

Menjelang bulan suci penuh berkah banyak yang bertanya mengenai amalan do'a yang mesti dibacakan agar di bulan tersebut mendapat keberkahan yang diharapkan. Namun beberapa redaksi bacaan do'a yang ditemukan ternyata Kedudukan Hadits hadits menyangkut Do'a Khusus Menyambut Ramadhan tersebut diantaranya memiliki kelemahan atau dengan kata lain tergolong pada hadits Dlo'if.
Berikut beberapa Doa khusus menyambut Ramadhan dari Hadits yang dimaksud, bila digolongkan terbagi menjadi 2 bagian :
Pertama, Hadits Do'a khusus menjelang bulan Ramdhan dengan redaksi tersendiri meminta keselamatan dalam menjalankan aktifitas di bulan ramadhan yang akan datang.
اللّهُمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَسَلِّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلاً
Bacaan do'a di atas sampai saat ini belum ditemukan dari mana sumber hadits nya, namun senada dengan makna di atas ada riwayat hadits yang menerangkan do'a menjelang bulan puasa seperti dikutip oleh al-Hafidz Ibnu Hajar yang bersumber dari riwayat Ad-Dailami sebagai berikut:

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُعَلِّمُنَا هَؤُلاءِ الْكَلِمَاتِ إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ يَقُولُ اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلا
Dari Ubadah bin As-shamit, ia berkata, ”Rasulullah saw. mengajarkan kepada kami beberapa kalimat apabila datang bulan Ramadhan, agar salah seorang di antara kami mengucapkan: Ya Allah, selamatkanlah aku untuk Ramadhan dan selamatkanlah Ramadhan untukku dan terimalah ia dariku (sebagai) yang diterima.” (Lihat, Al-Ghara’ib al-Multaqathah min Musnad al-Firdaws Mimmaa Laisa fii al-Kutub al-masyhurah:589, No. 614)
Pada hadits At-Thabrani tentang apabila akan datang bulan Ramadhan diterangkan bahwa Rasulullah pernah mengajarkan kepada para sahabatnya amalan do'a khusus menjelang ramadan:

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُعَلِّمُنَا هَؤُلاءِ الْكَلِمَاتِ إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ أَنْ يَقُولَ أَحَدُنَا اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلا
Dari Ubadah bin As-shamit, ia berkata, ”Rasulullah saw. mengajarkan kepada kami beberapa kalimat apabila datang bulan Ramadhan, agar salah seorang di antara kami mengucapkan: Ya Allah, selamatkanlah aku dari Ramadhan dan selamatkanlah Ramadhan untukku dan terimalah ia dariku (sebagai) yang diterima. HR. At-Thabrani, Ad-dhu’a:284, No. 912
Tak hanya itu saja pada kitab hadits lain Abdul Karim bin Muhammad al-Qazwini menulis :

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ يُعَلِّمُنَا أَنْ نَقُوْلَ اللّهُمَّ سَلِّمْنَا لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ مِنَّا وَتَسَلَّمْهُ مِنَّا مُتَقَبَّلاً
Dari Ubadah bin As-shamit, ia berkata, ”Nabi saw. apabila datang bulan Ramadhan mengajarkan kepada kami agar kami mengucapkan: Ya Allah, selamatkanlah kami untuk Ramadhan dan selamatkanlah Ramadhan dari kami dan terimalah ia dari kami (sebagai) yang diterima.” At-Tadwin fi Akhbar Qazwin, III:424
Sementara Imam Ad-Dzahabi pun menulis pada kitab haditsnya :

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُعَلِّمُنَا هؤلاءِ الْكَلِمَاتِ إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ اللّهُمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلاً.
Dari Ubadah bin As-shamit, ia berkata, ”Nabi saw. mengajarkan kepada kami beberapa kalimat apabila datang bulan Ramadhan: Ya Allah, selamatkanlah aku untuk Ramadhan dan selamatkanlah Ramadhan untukku dan terimalah ia dariku (sebagai) yang diterima.” HR. Ibnu Syaghabah Abu al-Qasim, Siyar A’lam an-Nubala, XIX:51, No. rawi 31
Analisis Hadits-hadits menyangkut Do'a khusus menjelang Ramadhan dengan bacaan  اللّهُمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ
  • Hadits-hadits di atas terdapat dalam beberapa kitab hadits yang berbeda, akan tetapi semua sanad (jalan hadits) pada berbagai macam hadits dengan redaksi berbeda tersebut berujung pada jalur rawi yang sama Abu Ja’far ar-Razi, dari Abdul Aziz bin Umar bin Abdul Aziz, dari Shalih bin Kaisan, dari Ubadah bin as-Shamit. Kategori hadits semacam ini disebut dalam ilmu hadits sebagai gharib mutlaq (hadits yang diriwayatkan hanya melalui satu jalur).
  • Rowi hadits bernama Abu Ja’far ar-Razi menurut para ahli hadits tergolong do'if dan tidak terpercaya, nama asli rowi tersebut bernama Isa bin Abu Isa Mahan. Pada kitab Al-Mughni fid Dhu’afa, jilid II halaman 500 dapat ditemukan komentar dari Al-Fallas yang mengatakan bahwa “Dia buruk hafalan”. Abu Zur’ah berkata, “Sering ragu-ragu (dalam meriwayatkan)”. (Lihat, Al-Mughni fid Dhu’afa, II:500)
  • Berdasarkan tinjauan dan penilaian Para ulama Terhadap Hadis di atas Syekh Syu’aib al-Arnauth menjelaskan bahwa :
إسناده ضعيف لضعف أبي جعفر الرازي، واسمه عيسى بن ماهان، قال ابن المديني: كان يخلط، وقال يحيى: كان يخطئ، وقال أحمد: ليس بالقوي في الحديث، وقال أبو زرعة: كان يهم كثيرا، وقال ابن حبان: كان ينفرد بالمناكير عن المشاهير، قلت: وهو راوي حديث أنس: ما زال رسول الله يقنت في صلاة الصبح حتى فارق الدنيا.
”Sanadnya dha’if karena kedhaifan Abu Ja’far ar-Razi, namanya Isa bin Mahan. Ibnu al-Madini berkata, ’Dia rusak (hapalannya).’ Yahya bin Ma’in berkata, ”Dia keliru.’ Ahmad berkata, ’Dia tidak kuat dalam hadits.’ Abu Zur’ah berkata, ’Dia banyak waham.’ Ibnu Hiban berkata, ’Dia menyendiri dengan riwayat-riwayat munkar dari rawi-rawi masyhur.’ Menurut saya, ’Dia rawi hadis Anas, ’Rasulullah saw. tidak henti-hentinya qunut pada salat subuh hingga meninggal dunia’.” Lihat, Tahqiq Siyar A’lam an-Nubala, XIX:51)
Sehingga dapat disimpulan berdasarkan penjelasan dari analisis hadits menyangkut do'a khusus menjelang bulan Ramadhan bahwa tidak dibenarkan mengamalkan atau membacakan do'a menyambut bulan Ramadhan di atas.
Kedua, Hadits Do'a khusus menyambut bulan Ramadhan dirangkaikan dengan bulan Rajab dan Sya’ban.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ وَكَانَ يَقُولُ لَيْلَةُ الْجُمُعَةِ غَرَّاءُ وَيَوْمُهَا أَزْهَرُ
Dari Anas bin Malik, ia berkata, “Nabi saw. apabila masuk bulan Rajab, beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan berkahilah kami pada bulan Ramadhan.’ Dan beliau berkata, ‘Malam Jumat itu indah dan siang harinya bercahaya’.” HR. Abdullah bin Ahmad, Musnad Ahmad, IV:180, No. hadis 2346.
Pada hadits dari riwayat lain ditemukan redaksi do'a menyambut Ramadahan :

إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Apabila masuk bulan Rajab, beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan’.” HR. Al-Bazzar, Musnad Al-Bazzar, II:290, No. 6494, Ath-Thabrani,al-Mu’jam al-Awsath, IV:189, No. 3939, Ad-Du’a:284, No. 911, Al-Baihaqi, Syu’ab al-Iman, III:375, No. 3815,Ad-Da’wat al-Kabir, II:142, No. 529, Ibnu Asakir, Mu’jam asy-Syuyukh:161, No. 309, Al-Mundziri, At-Targhib wa at-Tarhib, II:393, No. 1852, Abdul Ghani al-Maqdisi, Akhbar ash-Shalah:69, No. 127, Al-Khalal, Fi Fadha’il Syahr Rajab:45, No. 1, Abu Nu’aim, Hilyah al-Awliya, VI:269
Penjelasan syarah penulis tentang kedudukan Hadits doa menyambut bulan puasa di atas
Meski diriwayatkan oleh banyak mukharrij (pencatat dan periwayat hadis), namun semua jalur periwayatan hadis itu melalui seorang rawi bernama Za’idah bin Abu ar-Ruqad. Ia menerima dari rawi Ziyad bin Abdullah an-Numairi. Dengan demikian, hadis di atas dikategorikan sebagai hadis gharib mutlaq (benar-benar tunggal).
Hadis di atas dhaif karena ada rawi Za’idah bin Abu ar-Ruqad. Rawi tersebut telah di-jarh (dikritik) oleh para ahli hadis, antara lain:
  • Imam al-Bukhari berkata, “Dia munkar al-Hadits” (Lihat, Tahdzib al-Kamal, IX:272). Imam al-Bukhari berkata:
  • كُلُّ مَنْ قُلْتُ فِيْهِ مُنْكَرُ الْحَدِيْثِ لاَ تَحِلُّ الرِّوَايَةُ عَنْهُ
  • “Setiap orang yang aku katakan padanya, ‘munkar al-Hadits’ tidak halal meriwayatkan hadis darinya” (Lihat, Ar-Raf’ wa at-Takmil fi al-Jarh wa at-Ta’dil: 208).
  • Abu Dawud berkata, “Saya tidak mengenal khabarnya” (Lihat, Tahdzib al-Kamal, IX:272).
  • An-Nasai berkata, “Saya tidak tahu siapa dia” (Lihat, Tahdzib al-Kamal, IX:272).
  • Adz-Dzahabi berkata, “Dia dha’if.” (Lihat, Mizan al-I’tidal, II:65).
  • Kedua, rawi Ziyad bin Abdullah an-Numairi
  • Rawi tersebut telah di-jarh (dikritik) oleh para ahli hadis, antara lain:
  • Ibnu Ma’in berkata, “Pada hadisnya terdapat kedhaifan” (Lihat, Tahdzib al-Kamal, IX:493).
  • Abu Hatim berkata, “Hadisnya dicatat dan tidak dapat digunakan hujjah” (Lihat, Tahdzib al-Kamal, IX:493).
  • Abu Ubaid al-Ajiri berkata, “Saya bertanya kepada Abu Dawud tentangnya (Ziyad), maka ia mendhaifkannya.” (Lihat, Tahdzib al-Kamal, IX:493).
  • Ibnu Hiban berkata, “Dia keliru.” (Lihat, Tahdzib al-Kamal, IX:493).
  • Kata Ibnu Hajar, “Ibnu Hiban menyebutkannya pula dalam kitab ad-Dhu’afa, dan ia berkata, “Dia (Ziyad) munkar al-Hadits, meriwayatkan dari Anas sesuatu yang tidak menyerupai hadis para rawi tsiqat. Dia ditinggalkan oleh Ibnu Ma’in.” (Lihat, Tahdzib at-Tahdzib, III:378)
Pendapat dan penilaian Para ulama Terhadap Hadits di atas:
Imam Al-Baihaqi berkata:
تفرد به زياد النميري وعنه زائدة بن أبي الرقاد قال البخاري : زائدة بن أبي الرقاد عن زياد النميري منكر الحديث
“Ziyad an-Numairi menyendiri dengan hadis itu, dan darinya diterima oleh Za’idah bin Abu ar-Ruqad. Al-Bukhari berkata, ‘Za’idah bin Abu ar-Ruqad dari Ziyad an-Numairi, munkar al-Hadits’.” (Lihat, Syu’ab al-Iman, III:375)
Imam An-Nawawi berkata:
وروينا في حلية الأولياء بإسناد فيه ضعف
“Dan kami meriwayatkan dalam kitab Hilyah al-Awliya dengan sanad yang padanya terdapat kedaifan.” (Lihat ! Al-Adzkar:274)
Imam Al-Haitsami berkata:
رواه البزار وفيه زائدة بن أبي الرقاد قال البخاري منكر الحديث وجهله جماعة
“Diriwayatkan oleh al-Bazzar dan padanya terdapat rawi Za’idah bin Abu ar-Ruqad. Al-Bukhari berkata, ‘Dia munkar al-Hadits’ dan dinilai majhul (tidak dikenal) oleh sekelompok ulama.” (Lihat, Majma’ az-Zawa’id, II:165)
Imam Al-Munawi berkata:
وقال البخاري : زائدة عن زياد منكر الحديث وجهله جماعة وجزم الذهبي في الضعفاء بأنه منكر الحديث
“Al-Bukhari berkata, ‘Zaidah dari Ziyad munkar al-Hadits’ dan dinilai majhul (tidak dikenal) oleh sekelompok ulama. Dan Adz-Dzahabi telah menetapkan dalam kitabnya adh-Dhu’afa bahwa dia munkar al-Hadits.” (Lihat! Faidh al-Qadier, I:325)
Ahmad Syakir berkata, “Isnaduhu dha’iefun (sanadnya dhaif).” (Lihat, Ta’aliq ‘Ala al-Musnad, IV:100)
Syekh Syu’aib al-Arnauth berkata, “Isnaduhu dha’iefun (sanadnya dhaif).” (Lihat, Ta’aliq ‘Ala al-Musnad, IV:180)

Kesimpulan terkait hadits yang terkait dengan redaksi doa menyambut Ramadhan yang dirangkaikan dengan bulan Rajab dan Sya’ban kedudukannya dhaif dan tidak dapat dijadikan hujjah untuk pengamalan.
Oleh sebab itu dapat dipastikan bahwa dalam menyambut kedatangan bulan Ramadhan tidak disyariatkan berdoa secara khusus, kita hanya berlindung kepada Allah dengan cara tetap menjaga amalan sunnah Rasulullah SAW seperti hari-hari sebelumnya.
Mengenai dalil hadits do'a menjelang akhir Ramadhan dapat dibaca pada tulisan berikutnya.

Wednesday, 11 April 2018

Program Menikmati Shalat Khusu

Program Menikmati Shalat Khusu

Cara Menikmati Shalat Khusu - Program kegiatan ibadah yang setiap hari wajib dilaksanakan oleh umat Islam adalah Sholat. Dimana ibadah yang satu ini paling tidak 5 kali dikerjakan setiap harinya semestinya tidak menjadi sebuah beban ketika dilakukan. Selain sebuah kewajiban sesunggunya shalat itu merupakan kebutuhan hidup untuk manusia yang ingin selamat di dunia maupun di akhirat.

Rahasia diwajibkan shalat bagi sejak pertama kali diperintahkan Allah SWT melalui baginda Nabi Muhammad ketika Isra Mi'raj tidaklah begitu saja. Seolah ada proses negosiasi antara Alloh dengan Rasululloh dimana pada awalnya disodorkan Shalat untuk Umat Muhammad 50 kali setiap harinya. Atas dasar pengertian dan kebijakan maka perintah Sholat itu 5 x dalam sehari. Ada rahasia dibalik kewajiban shalat untuk umat mukmin ini apabila dikerjakan secara khusu', maka dampak akan segera terasakan tidak hanya sebagai pahala di akhirat, namun juga kenikmatan di dunia.

Orang yang bisa mengerjakan shalat dengan khusyu hidupnya terasa nyaman tentram karena keyakinannya bilamana bertemu dengan Alloh nanti dapat mempertanggungjawabkannya. Manusia yang khusu dan menikmati sholat itu senantiasa berkomunikasi dengan Tuhannya dan tentunya doa dan permintaannya itu bukan lagi dalam urusan keduniawian tetapi lebih kepada keselamatan hakikat kehidupan. Selain itu keutamaan orang yang biasa menikmati sholat setiap hari dengan mengerjakan selalu tepat waktu mereka itu disiplin khususnya dalam hal ketaatan. Karena kedisiplinan dari dampak sholat itulah maka akan berakibat pula kepada menarik peluang dan kesempatan untuk pelakunya.

Maka program yang dapat dilakukan untuk menikmati shalat khusu perlu dilatih oleh setiap insan yang berharap bertemu dengan Alloh tanpa hisaban berat. Apa saja yang dapat dilakukan sebagai latihan menikmati shalat itu ?

1. Lakukan shalat bersama-sama atau berjamaah.
Anda dapat membayangkan dan melihat banyak orang bagaimana rasanya shalat berjamaah di masjidil haram, mereka ada yang menangis, haru dan sebagainya. Terlebih bila imam shalat itu membaca surat atau komando takbir dengan suara yang merdu, tentu akan terasa lebih mendalam dan meresap ke hati.

2. Program memahami doa dan bacaan sholat
Trik selanjutnya mencari tahu arti atau makna dari doa dan bacaan yang diucapkan ketika sholat. Bukan berarti harus bisa bahasa Arab, tetapi paling tidak mengetahui garis besar dari untaian kalimat yang dibacakan. Dengan cara itu nanti dapat mengantarkan komunikasi hati, pikiran kepada lafadz-lafadz bacaan shalat sehingga meresap dan menjadi sebuah kenikmatan tersendiri.

3. Menyadarkan diri atas kelemahan sendiri
Siapapun orang yang tahu bahwa tidak ada manusia yang kuat di dunia ini dan bahkan semua akan berujung pada kematian tanpa kecuali diri kita sendiri, maka akan timbul keseriusan melaksanakan sholat dan meminta kepada Alloh supaya diselamatkan. Tiada kenikmatan yang hakiki kecuali pertemuan nanti dengan Allah SWT. Sebagai manusia yang banyak kelemahan saat datang waktu shalat segeralah ingat kematian, itu bisa menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menikmati solat.

4. Melengkapi syarat dan rukun shalat
Belajar shalat itu tidak akan ada ujungnya, dari mulai kecil praktek gerakan, bacaan, arti, doa-doa dan kemudian hingga akhir hayat terus perlu dipelajari mengenai kekhusuan solat. Syarat dan rukun shalat dapat secara cepat dipelajari, namun perihal menikmati kehusyuan sholat itu hanya dapat dilakukan dengan cara terus menerus tanpa henti hingga setiap sholat dilakukan dengan nikmat karena kerinduan dan bahkan menjadi sebuah kebutuhan.

5. Progam kita butuh Shalat
Bila saja seseorang menempatkan shalat ibadat hidangan minuman segar yang siap diseruput tentu akan berbeda dengan orang yang hanya minum sekedar melepas dahaga saja. Keutamaan shalat yang berdampak pada fisik dan fsikis manusia itu akan terasa bila dinikmati secara perlahan penuh dengan perasaan. Nikmatilah shalat itu dengan ibarat meminum air segar di saat dahaga secara perlahan, dan bacaan shalat kalimat per kalimatnya yakini sebagai cara kita berkomunikasi langsung curhat kepada Allah.

Demikian diantara cara atau program yang dapat dilakukan untuk menikmati shalat khusu. Semoga artikel agama ini dapat menjadi wasilah penghantar referensi mendalami hakikat kehidupan melalui shalat yang bukan hanya merupakan kewajiban tetapi menjadi sebuah kebutuhan untuk hidup manusia.

Wednesday, 4 April 2018

Cerita Pilu April Mop Bagi Umat Islam

Cerita Pilu April Mop Bagi Umat Islam

Cerita Pilu April Mop - Bagi umat muslim ada kisah sedih dari asal mula perayaan April Mop dimana perayaan tersebut merupakan ungkapan kesenangan atas kemenangan atas pembantaian umat Islam di Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan dengan cara menipu. Perayaan itu kemudian diperingati sebagai hari Iseng-isengan, dimana siapa saja boleh jahil, berbohong, menipu untuk hiburan atau bercanda.

Sampai sekarang ini Budaya merayakan April Mop khusus terkenal di kalangan orang-orang Nasrani, Kristiani ataupun siapa saja yang suka ikut-ikutan bersuka-suka menipu teman, sahabat, orangtua, saudara, atau siapa saja, dan sang target tidak akan marah atau emosi sebab menyadari hari itu April Mop. Budaya yang datang dari barat ini kini menyebar ke seluruh dunia termasuk Di Indonesia.

Memang permainan April Mop belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine’s Day, namun budaya April Mop sekarang terlihat yang makin akrab diketahui masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.

Bagaimana kisah awal mula April Mop ini, mari kita simak pemaparan berikut. Bahwa cerita Pilu April Mop, atau The April’s Fool Day Bagi Umat Islam bermula dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.

Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur’an, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.

Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur’an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.

Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.

Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.

Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April’s Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, tragedi April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.

Jadi, perhatikan sekeliling kita, mungkin terkena bungkus jahil sejarah April Mop tanpa kita sadari. (aswan/berbagaisumber/eramuslim dan republika).
Baca juga tulisan menarik artikel tentang aqiqah dalam Islam.

Monday, 19 March 2018

Apa Saja Amal Ibadah Bid'ah di Bulan Rajab?

Apa Saja Amal Ibadah Bid'ah di Bulan Rajab?

Tulisan ini akan membahas pertanyaan pembaca situs www.aswanblog.com tentang Apa Saja Amal Ibadah Bid'ah di Bulan Rajab?. Sebelum menjawab pertanyaan postingan kali ini, perlu disampaikan dulu hal yang menyangkut ibadah. Bahwa Amal Ibadah yang dilakukan oleh seorang muslim harus berpatokan pada Al-Qur'an dan Hadits Nabi, jika tidak maka amal tersebut tergolong pada perbuatan Bid'ah yang sangat terlarang dalam Agama dan bahkan amaliyah tersebut bukannya menjadi kebaikan malah menjadi perbuatan dosa.

Mengenai perbuatan amal yang tidak tidak dicontohkan atau diajarkan Rasulullah SAW, Nabi Muhammad telah dengan tegas mengancam keras perbuatan seperti ini.
Dalam riwayat Muslim: 
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ)) [ رواه مسلم ]
“Barangsiapa yang melakukan satu amal ibadah yang tidak ada perintah kami maka amalnya tersebut ditolak.” (HR. Muslim)

Di Bulan Rajab ini Amaliah atau Amalan-amalan Ibadah bi'dah banyak dilakukan oleh masyarakat kaum muslimin khususnya di Indonesia pada umumnya, diantaranya :
  1. Shalat Khusus dilakukan pada malam pertama Bulan Rajab. 
  2. Shalat Khusus yang dinamakan sholat ar-raghaib dilakukan pada malam Jum'at Minggu pertama Bulan Rajab 
  3. Sholat Khusus pada malam nisfu rajab
  4. Sholat Khusus pada malam tanggal 27 rajab. 
  5. Puasa / Shaum Khusus pada tanggal 1 rajab. 
  6. Puasa / Shaum Khusus hari Kamis Minggu pertama bulan rajab. 
  7. Puasa / Shaum Khusus pada hari nisfu rajab. 
  8. Puasa / Shaum Khusus pada 27 rajab. 
  9. Puasa / Shaum pada awal, pertengahan dan akhir bulan rajab. 
  10. Puasa / Shaum sekurang-kurangnya sehari pada bulan rajab. 
  11. Memperbanyak istighfar dan Do'a khusus pada bulan rajab. 
  12. Do'a-do'a khusus di bulan Rajab
  13. dan lain-lain lagi. 
Amaliyah ibadah yang dikhususkan di bulan Rajab ini dikomentari oleh parah Ahli Ilmu berbagai disiplin ilmu agama termasuk Imam Ahli Hadits, mengatakan :
  • Al Hafiz Ibn Hajr Al Asqalani (semoga Allah Meridloinya) salah seorang ulama ahli hadits berkata: Tidak ada hadits Shahih yang dapat dijadikan hujjah mengenai keutamaan bulan Rajab, mengenai puasanya, mengenai hari yang khusus untuk berpuasa dan tidak ada malam khusus untuk bersholat padanya. (Fiqh Sunnah 1 : ms 383) 
  • Al Imam Ash Shaukaani (rah) didalam Al Fawaid ms 440 mengutip pendapat Ali bin Ibrahim Al Athaar yang berkata didalam sebuah risalahnya: Bahwa apa yang diriwayatkan orang mengenai keutamaan puasa rajab semuanya maudhu'(palsu) belaka dan dhaif tidak berasal. Dan apa yang diriwayatkan bahwa Allah memerintah Nuh supaya membuat bahtera pada bulan Rajab dan menyuruh orang-orang mukmin yang bersamanya supaya berpuasa Rajab adalah maudhu' (palsu) belaka. Mengenai Sholat Raghaib (malam Jum’at minggu pertama Rajab), para ulama hadits sepakat menyatakan bahwa hadits-hadits mengenai sholat raghaib adalah maudhu'. 
  • Al Imam Al Hafiz Ibnul Jazari mengatakan "Adapun solat ar Raghaib pada hari Kamis (malam Jum’aat minggu petama rajab) dan Sholat malam nisfu sya'ban adalah tidak sah dan sanadnya adalah maudhu' dan batil (Lihat kitab Al Ibda' ms 287 -288) 
  • Al Imam Ibn Taymiyyah pula berkata didalam Majmuu' Al Fatawanya : Sholat ini (Ar Raghaib) tidak di kerjakan oleh Rasulullah (shalallahu ‘alaihi wa sallam) dan tidak pula dikerjakan oleh seseorang pun dari para Sahabat beliau, para tabi'in dan imam-imam kaum muslimin, dan nabi tidak menggalakkannya dan tidak seorang ulama salaf dan imam-imam menggalakkannya dan mereka tidak pernah menyebut adanya keutamaan-keutamaan yang khusus bagi malam ini. Hadits-hadits yang diriwayatkan mengenainya dari Rasulullah (shalallahu ‘alaihi wa sallam) adalah dusta dan maudhu' belaka dengan kesepakatan ahli ilmu." 
  • Al Imam An Nawawi (semoga Allah meridloinya) pula berkata didalam Al Majmu' Syarh Al Muhazzab 1 ms 149: Sholat yang dikenal dengan solat ar raghaib yaitu dua belas rakaat dikerjakan diantara maghrib dan isya pada malam Jum’at pertama bulan rajab dan solat nisfu sya'ban sebanyak seratus rakaat : kedua-duanya adalah bid'ah yang mungkar maka janganlah hendaknya orang terpedaya karena ada disebutkan didalam kitab Qutul Qulub dan Ihya Ulumuddin dan janganlah terpedaya dengan hadits-hadits yang disebutkan dalam dua buah kitab itu karena semuanya batil belaka". Terdapat banyak hadits-hadits yang di jadikan dalil oleh golongan yang membenarkan amalan khusus pada bulan rajab namun semuanya maudhu'(palsu) dan dhaif tidak berasal. 
Dengan paparan di atas maka pertanyaaan : Apa Saja Amal ibadah di Bulan Rajab?, dapat kita jawab bahwa amaliyah ibadah pada bulan Rajab ini seperti amal ibadah pada bulan-bulan lainnya (walau memang bulan Rajab ini termasuk Syahrun Huruumun / bulan yang dirahmati atau dimulyakan). Dan mengenai amal-amal ibadah yang disebutkan di atas termasuk pada kategori Bid'ah yang harus kita jauhi. Hal itu karena dapat menghancurkan amalan baik yang sesuai dengan sunnah Rasulullah.

Penting juga dibaca: Adakan Doa dan Shaum Puasa Khusus di Bulan Rajab?. Dan selain itu layak untuk diketahui mengenai amalan ibadah pada bulan Sya'ban yang harus kita kaji kembali kedudukan sumber hukumnya.
Adakah Do'a dan Shaum Puasa Khusus di Bulan Rajab ?

Adakah Do'a dan Shaum Puasa Khusus di Bulan Rajab ?

Memasuki bulan Rajab ini, ada pertanyaan dari sahabat Asep Iwan Blog melalui sms. Adakah Do'a dan Shaum Puasa khusus bulan Rajab yang dicontohkan Rasulullah SAW?. Dengan ini saya mau menyampaikan uraian penjelasan tentang do'a dan shaum di bulan Rojab dari keterbatasan penulis. Tetapi sebelumnya perlu disampaikan bahwa Bulan Rajab / Rojab adalah termasuk salah satu syahrun huruumun artinya dimulyakan (Bulan yang dimulyakan ini ada 4 bulan yaitu : Bulan Dzulqa'dah, bulan Dzulhijjah, bulan Muharram, dan bulan Rajab).

Keterangan Hadits terkait Ibadah di bulan Rajab ini baik itu shaum atau do'a khusus di bulan tersebut dari sisi asal usul mustolah hadis ternyata banyak sekali hadits yang tergolong dlaif dan lemah dan bahkan hadits maudu' / hadits palsu alias tidak jelas sumbernya sebab tidak sampai kepada Rasulullah SAW.

Do'a khusus bulan Rajab dan Sya'ban yang sering didengungkan para da'i di bulan tersebut sumbernya perlu dikaji ulang;, apakah hadits atau keterangan tentang dalil tersebut benar adanya atau malah masuk kategori bukan hadits sama sekali?.
Redaksi hadits doa bulan Rajab ini perlu kita teliti :
اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبارك لنا في رمضان
Artinya : Ya Alloh semoga Engkau melimpahkan keberkahan kepada kami di bulan Rojab dan bulan Sya'ban, dan semoga keberkahan pula diberikan untuk bulan Romadhan. (Kutipan do'a di atas telah disebutkan dalam Musnad Imam Ahmad : 1/259)
Sumber aslinya sebagai berikut :
حدثنا عبد الله، حدثنا عبيد الله بن عمرعن زائدة بن أبي الرقاد، عن زياد النميري، عن أنس بن مالك قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا دخل رجب قال : اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبارك لنا في رمضان وكان يقول : ليلة الجمعة غراء ويومها أزهر 
Artinya : Menceritakan kepada kami Abdullah, Ubaidullah bin Umar, dari Zaidah bin Abi ar-Raaqod, dari Ziyad an-Numairi, dari Anas bin Malik berkata ia, Adalah Nabi shallallohhu ‘alaihi wasallam apabila masuk bulan Rajab, beliau berdo’a ; “Ya Alloh berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami kepada Bulan Ramadhan. Kemudian beliau berkata, “Pada malam jumatnya ada kemuliaan, dan siangnya ada keagungan.
Takhrij hadits:
Diriwayatkan oleh Ibn Sunny dalam “Amal Yaumi wal Lailah” (659) dari jalur ibn Mani’ dikabarkan oleh Ubaidullah bin Umar Al-Qawaririy. Dan Baihaqiy dalam Su’abul Iman (3/375) dari jalur Abi Abdullah al-Hafidz, dikabarkan dari Abu Bakr Muhammad bin Ma’mal, dari AlFadhil bin Muhammad Asy-Sya’raniy, dari Al-Qawaririy. Dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (6/269) dari jalur Habib bin Al-Hasan, dan ‘Ali bin Harun ia berkata, menceritakan kepada kami Yusuf Al-Qadhi, dari Muhammad bin Abi Bakr, dari Zaidah bin Abi ar-Raaqod. Dan AlBazar dalam Musnadnya (Mukhtasar Zawaidul Bazar li Hafidz 1/285) dari jalur Ahmad bin Malik al-Qusyairi dari Zaidah.

Hadits di atas memiliki 2 cacat,
1. Ziyad bin Abdullah An-Numairy
Berkata Yahya bin Ma’in ; Haditsnya Dhaif
Berkata Abu Hatim ; Haditsnya ditulis, tapi tidak (bisa) dijadikan Hujjah
Berkata Abu ubaid Al-Ajry ; Aku bertanya kepada Abu Daud tentangnya, maka ia mendhaifkannya.
Ibnu Hajr berkata : Ia Dhaif

2. Zaidah bin Abi Ar-Raaqod
Berkata Al-Bukhary : Haditsnya Mungkar
Abu Daud berkata : Aku tidak mengenalnya
An-Nasa’i berkata : Aku tidak tahu siapa dia
Adz-Dzahaby berkata : Tidak bisa dijadikan hujjah

Komentar Ahlul Ilmi tentang hadits di atas:
Al-Baihaqiy dalam Su’abul Iman (3/375) berkata, telah menyendiri Ziyad An-Numairi dari jalur Zaidah bin Abi ar-Raqad, Al-Bukhary berkata, Hadits dari keduanya adalah mungkar.
An-Nawawy dalam Al-Adzkar (274) berkata, kami telah meriwayatkannya dan terdapat kedhaifan dalam sanadnya.

Catatan : Do'a di atas tidak perlu dan tidak mesti diamalkan. Sebab walau do'a nya baik karena tidak bersumber dari Al-Qur'an dan Hadits dapat tergolong pada perbuatan BID'AH, yang akan menghancurkan amaliah ibadah kita.
Adakah puasa sunat di bulan Rajab ?
Persoalan bagaimana mengenai Shaum atau Puasa Khusus di bulan Rajab :
Puasa dalam bulan Rajab, sebagaimana dalam bulan-bulan mulya lainnya, hukumnya sunnah. Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda : "Puasalah pada bulan-bulan haram (bulan yang dimulyakan)." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Hadis lainnya adalah Riwayatnya al-Nasa'i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada Nabi saw, "Wahai Rasulullah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnat) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban." Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.'"

Menurut al-Syaukani (Naylul Authar, dalam bahasan puasa sunat) ungkapan Nabi "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.

Ada beberapa hadis DLO'IF (lemah) mengenai hadis keutamaan bulan Rajab. Seperti berikut ini: 
"Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu sorga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."
Riwayat al-Thabrani dari Sa'id bin Rasyid: Barangsiapa puasa sehari di bulan Rajab maka laksana ia puasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka Jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu sorga, bila puasa 10 hari Allah akan mengabulkan semua permintaannya......"
"Sesugguhnya di sorga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".
Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi saw berkata: "Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku".
Hadits-hadits di atas itu tergolong dha'if (tidak kuat) sebagaimana ditegaskan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al-Haawi lil Fataawi.

Ibnu Hajar Al-Asqalani beliau adalah seorang Imam Hadits ternama, dalam kitabnya "Tabyinun Ujb", dengan TEGAS menyebutkan bahwa tidak ada hadits (baik sahih, hasan, maupun dha'if) yang menerangkan keutamaan puasa di bulan Rajab. Bahkan beliau meriwayatkan tindakan Sahabat Umar yang melarang mengkhususkan bulan Rajab dengan puasa.

Ditulis oleh al-Syaukani, dlm Nailul Authar, bahwa Ibnu Subki meriwayatkan dari Muhamad bin Manshur al-Sam'ani yang mengatakan bahwa TIDAK ADA HADITS yang kuat yang menunjukkan disunahkannya shaum Rajab secara khusus. Disebutkan juga bahwa Ibnu Umar memakruhkan puasa Rajab, sebagaimana Abu Bakar al-Tarthusi yang mengatakan bahwa puasa Rajab adalah makruh, karena tidak ada dalil yang kuat.

Namun demikian, sesuai pendapat al-Syaukani, bila semua hadits yang secara khusus menunjukkan keutamaan bulan Rajab dan disunahkan puasa di dalamnya kurang kuat dijadikan landasan, maka hadits-hadits yang umum (seperti yang disebut pertama kali di atas) itu cukup menjadi alasan hujah atau landasan.

Kesimpulan:
  • Bulan Rajab adalah bulan spesial, termasuk syahrun hurumun. 
  • Tidak ditemukan dalil shahih mengenai do'a dan shaum khusus yang dicontohkan Rasul pada bulan Rajab. Dengan demikian : TIDAK ADA DO'A DAN SHAUM PUASA KHUSUS DI BULAN RAJAB. 
  • Kalaupun mau shaum di bulan ini, shaum sunnah sebagaimana di bulan-bulan yang lainnya seperti bulan Sya'ban. Tidak boleh shaum sunnah dengan niat karena datangnya bulan Rajab. 
Semoga postingan ini menjadi jawaban pertanyaan mengenai adakah do'a dan puasa khusus di bulan rajab yang disunnahkan Rasulullah SAW. Wallohu 'alam bishowwab. Tentang referensi kitab sumber asli silahkan cek di kitab hadits yang tertulis pada uraian ini.
Silahkan anda baca juga artikel terkait penjelasan Hadits bulan Sya'ban.

Wednesday, 7 March 2018

Produksi Jasko Jas Koko Busana Muslim Pria Tasikmalaya

Kali ini aswanblog berbagi informasi terkait perusahaan yang ditekuni salah satu keluarga penulis. Dengan keahlian melalui pengalaman di dalam maupun luar negeri, saudara kami merintis sebuah produksi yang menghasilkan busana muslim pria berupa Jasko atau Jas Koko. Busana hiasan bordir khas Tasikmalaya seperti terlihat pada gambar di bawah mendapat antusias dan apresiasi yang luar biasa dari para konsumen.

Berawal dari sekedar memenuhi kebutuhan satu dan dua orang pemesan yang ingin membuat baju Jas koko eksklusif berkualitas, kemudian saudara kami yang berprofesi penjahit membuat pola dengan cara dan teknik yang diciptakannya sendiri. Alhasil ternyata para pemesan mendapatkan kepuasan dan terus meminta produksi busana pakaian muslim pria Tasikmalaya tersebut.

Lalu kemudian tanpa disengaja saat berdiskusi dan mengadakan obrolan kecil, penulis memberi saran agar keahlian dalam bidang pembuatan Jas Koko tersebut dipublikasikan melalui media sarana Online Internet. Dan akhirnya dibuatlah situs informasi produksi dan pemasaran Jasko bernama www.jasko-tasik.com di tahun 2011. 

Seiring perkembangan dan banyak yang berdatangan ke tempat produksi tersebut, kini tempat kami menjadi pusat produksi Jasko berkualitas asli nomor wahid di Tasikmalaya.
Model motif jasko terbaru readystock tahun 2018.

Model jasko lama
Umumnya konsumen memesan pakaian tersebut sebagai Busana Muslim / Pakaian Baju Muslim Pria untuk dikenakan pergi ke Mesjid, Pengajian ataupun Undangan. Akan tetapi kini pakaian jas koko pantas dan serasi dipakai sebagai fashion trand busana muslim muda gaul.
Adapun spesifikasi pakaian Jasko sebagai berikut :
  • Bahan Dasar pembuatan Jasko : Kain Jenis semi Wool, Karini, merk TESSA, Blesess (atau sesuai pesanan).
  • Bordir : Banyak Pilihan dikerjakan dengan mesin bordir komputer
  • Lapisan dalam / puuring : dormil yang terkenal serap keringat dipakai untuk jas resmi pria.
  • Ukuran : Size Anak, S, X, M, L dan XL
  • Corak pilihan Warna : Hitam, Putih dan Cream (atau sesuai selera)
  • Harga /ps : Rp. 150.000,- sampai Rp. 225.000,- (tergantung bahan)
  • Harga /kodi : Negosiasi ( harga tersebut tanpa ongkos kirim)
Pemesanan atau order untuk wilayah priangan bisa menghubungi langsung ke kontak kami pada alamat situs di atas.

Akhirnya dengan mengedepankan jasko unggul yang memiliki MUTU dan KUALITAS tinggi. Visi yang diterapkan untuk perusahaan tersebut membuat Jasko sebagai busana muslim enak dipandang dan nyaman dipakai.

Berikut akan disampaikan gambar foto selintas tentang proses pengerjaan / pembuatan produksi JASKO TASIK Adapun spesifikasi pakaian Jasko sebagai berikut :
  • Bahan Dasar pembuatan Jasko : Kain Jenis semi Wool, Karini, merk TESSA, Blesess (atau sesuai pesanan).
  • Bordir : Banyak Pilihan dikerjakan dengan mesin bordir komputer
  • Lapisan dalam / puuring : dormil yang terkenal serap keringat dipakai untuk jas resmi pria.
  • Ukuran : Size Anak, S, X, M, L dan XL
  • Corak pilihan Warna : Hitam, Putih dan Cream (atau sesuai selera)
  • Harga /ps : Rp. 150.000,- sampai Rp. 225.000,-
  • Harga /kodi : Negosiasi ( harga tersebut tanpa ongkos kirim)
Pemesanan atau order untuk wilayah priangan bisa menghubungi langsung ke kontak kami pada alamat situs di atas ini, dan atau ke Ahsan Hp. 085222217423 - www.jasko-tasik.com.

Akhirnya dengan mengedepankan jasko unggul yang memiliki MUTU dan KUALITAS tinggi. Visi yang diterapkan untuk perusahaan tersebut membuat Jasko sebagai busana muslim enak dipandang dan nyaman dipakai.

Berikut akan disampaikan gambar foto selintas tentang proses pengerjaan / pembuatan produksi JASKO TASIK.
Cara Pemasangan Lengan Jasko yang apik

Gambar Jasko Setengah Jadi
Motif Bordir

Selayang Pandang Sejarah Perusahaan Produksi Jasko Tasik :

Produksi Jasko bernama Kompeksi Assalam Jasko Tasik berdiri sejak tahun 1983. Kurun waktu yang telah cukup lama menjadikan pabrik jasko ini sebagai produsen handal dan profesional. Mengikuti pergerakan zaman ikut serta maju dalam perkembangan mode pakaian pria masa kini.

Lahirnya produksi Jasko berawal dari sebuah konveksi biasa, dan atas dasar kualitas yang kami kedepankan, serta dukungan, kritik dan saran dari para pelanggan yang telah banyak tersebar, kini telah menjadi salah satu kompeksi ternama di Tasikmalaya.

Konveksi Jasko Tasik saat ini lebih berkonsentrasi kepada pembuatan/ produksi Jas Resmi, Jas-Koko, Jasko atau yang semacamnya dengan model potongan serta jahitan yang berkelas. Kami belum menerima produksi kualitas rendah.

Dengan harga yang sesuai, dan mode-mode terbaru dikerjakan dengan jahitan rapih dan didukung dengan mesin bordir komputer terbaru dan bermerk, produksi Jasko bisa menjadi pilihan siapa saja di Indonesia dalam membuat busana takwa, fashion, yang modis.

Sampai tahun 2016 ini ternyata perusahan produksi Jasko berubah wujud menjadi semi pabrik yang mengerjakan spesialis pembuatan pakaian Jas Pria. Busana tersebut berupa Jasko, Jas Resmi Pria, Jasket Blazer Pria, dan baju semacamnya.

Tuesday, 6 March 2018

Papatah Kolot Baheula Bahasa Sastra Sunda Buhun

Papatah Kolot Baheula Bahasa Sastra Sunda Buhun

Pepatah orang tua zaman dahulu dalam siloka sunda disebut juga dengan bahasa buhun kolot baheula. Uraian pada bahasan kata bahasa Sunda - mangrupakeun Papatah kolot baheula - Ieu seratan mangrupi pepeling buhun kanggo bahan renungan dina raraga ngamumule sastra basa sunda anu kiwari melempem kasered budaya deungeun.

Postingan papatah kolot baheula di handap ieu nyaeta paribasan jeung babasan sunda paling lengkep jeung hartina dina bahasa Indonesia, mudah-mudahan tiasa janten referensi kangge bahan renungan khususna pikeun urang sunda anu kiwari budayana tos ka geser ku budaya basa deungeun alias kabudayaan barat:
  • Teu meunang gugur samemeh tempur, Teu meunang perlaya samemeh perang. Indit ka medan jerit ulah dengki, lumampah ka medan dadalaga ulah dendam, lumaku ka medan tempur ulah ujub 
  • Taat sumembah kanu janten rama, sumujud tumut kanu janten ibu 
  • Dihareupeun aya kasusah, ditukang pasti aya kabungah 
  • Dahareun anu asup kanu awak, bakal jadi kulit, jadi daging, jadi sumsum, jadi balung, matak sing ati-ati 
  • Mudah-mudahan urang kakungkung ku rohmat pitulung nu Maha Agung. 
  • Sasanget-sangetna leuweung, moal leuwh sanget tibatan sungut 
  • Manusa mah beda jeung anjing budug di jarian, dimana paeh ngan saukur bilatungan, tapi manusa sajabana ti bilatungan bakal anggih jeung balitungan 
  • Kudu mampu tungkul kanu jukut, ulah tanggah ka sadapan, sing awas kana tincakan 
  • Amit kanu mangku lembur, kanu nyungsi dinu sepi, nu keur genah tumaninah 
  • Sanajan urang paanggang, hatemah paanjang-anjang. Sanajan urang papisah, kanu Maha Kawasa urang sumerah pasrah 
  • Hariring lain nu kuring, haleuang lain nu urang. Hariring kagungan Nu Maha Wening, Haleuang kagungan Nu Maha Wenang 
  • Jelema mah tungkul tumpuk kalalaputan, tanggah tempat kalalepatan. Samenit ganti sajam robah, sore janji isuk teu dipake 
  • Lain sia kudu melaan agama, tapi agama nu kudu melaan sia. Sabab agama bakal nyalametkeun urang dunya akherat 
  • Sakur nu rek ngarugikeun kana diri, bangsa jeung nagara, cegah ku diri sorangan 
  • Jalma nu iman ka Pangeran, dimana datang bala sobar, datang untung sukur 
  • Geura leungitkeun sirik pidik nu ngancik dina ati, aral subaha nu nyayang dina dada 
  • Ditarima ku panangan dua, disuhun dinu embun-embunan, ditampi ku ati sanubari 
  • Hirup kudu sauyunan, mun cai jadi saleuwi, ka darat jadi salogak. Sapapait samamanis, sabagja satanggung jawab, sareuneuh saigel 
  • Ari nu ngaranna hukum adil teH teu ninian, teu akian, teu indungan, teu bapaan, teu sobat-sobat acan 
  • Dimana urang doraka ka indung bapa, lir ibarat Lamun di lembur kai randu, lamun di leuweung kai dander. Dipake pangorek bingkeng, dipake pamikul bengkung. Dipake suluh matak teu ruhai, matak beuleuweung kanu niupna 
  • Dina sawatara isuk, dina sawatara wanci haneut moyan, dina sawatara poe anu keur dilakonan, dina sawatara harepan, dina sawatara impian, mugi aya dina cageur jeung bageurna, panceg jeung ajegna, hirup jeung huripna, waluya balarea, prung tandang makalangan marengan caang jalan pasampangan 
  • Peun we ah papait ka tukang, kaseudih anu kamari, tunggara anu mangkukna, rek dipendem ameh balem, disimpen cing rikip, ditunda, diecagkeun, moal di teang, moal di ingeut, geus wayahna nyampeur kabagja, geus wayahna ninggali kahareup, ajeug nangtungan hirup, ngabageakeun anjeun anu aya, anjeun anu nyanghareup, anjeun anu aya sajeroning rasa 
  • Panon poe geus moncorong, indung beurang geus nyaangan, gearkeun hate anu aleum, heabkeun rasa anu tiis, bray hibar cahyana ka sakuliah alam dunya, mawa bagja keur urang sararea 
  • Pajajaran kari ngaran, Pangrango geus narikolot, Mandalawangi ngaleungit, Nya dayeuh geus jadi leuweung. 
  • Lamun neda kudu ka Pangeran, mustang ngeumbing mung ka Gusti. Sabab lamun menta ka manusa, matak bosen nganti-nganti 
  • Amit ampun nya paralun, ka Gusti Nu Maha Agung, ka Nabi anu linuhung, Muhammad anu jinunjung 
  • Kaluhur neda papayung, papayung Nu Maha Agung, kahandap neda pangraksa, pangraksa Maha Kawasa 
  • Ampun ka anu Maha Agung, Nu kagungan Kun fayakun, Jleg ngadeg sakur kersa-Na, Bral gumelar kawasa-Na 
  • Lain rek mamatahan nerekel ka monyet, mamatahan ngojay ka soang. 
  • Geura menta hampura kanu jadi bapa, geura menta ampun kanu jadi indung, sabab duanana pangeran urang di alam dunya. 
  • Sabar teh lain Ditampiling cicing, ditajong morongkol, digebug murungkut. 
  • Sagolek pangkek, sacangred pageuh, teu unggut kalinduan, teu geudag kaanginan. 
  • Meredih kana asihna Gusti, menta kana murahna nu Kawasa. 
  • Jeung dulur mah Jauh silih tepungan, anggang silih teangan, gering silih ubaran, paeh silih lasanan, salah silih benerkeun, poekeun silih caangan, mun poho silih bejaan. 
  • Dedeg sampe, rupa hade, patut teu nganjuk, rupa teu menta, na kalakuan teu beda ti euwah-euwah? 
  • Bisi aya elmu kasungkur-sungkur, pangabisa nu can ka talaah, ajian nu kasingkir-singkir, geura taluktik ti kiwari, geura kotektak ti ayeuna. 
  • Ulah jalir janji lanca-linci luncat mulang udar tina tali gadang 
  • Zaman kiwari mah Anu dakwah kari pertentangna, anu ngaji kari hariringna, tapi kajahatanmah beuki meuweuh 
  • Dimana-manahurung nangtung siang leumpang, caang jalan, lugina hate, kakait ati anu sajati, gagantar rasa anu sampurna, nun gusti .. teupangkeun kuring jeung manehna, meureun aya rasa, rasa bagja anu sampurna salamina 
  • Kateter basa, kalangsu mangsa, katinggaleun poe, nyasab dina waktu, ayeuna, isuk jeung kamari, hiji niat na diri, miharep, ngapimilik anu sajati 
  • Kudu paheuyeuk- heuyeuk leungeun paantay-antay tangan 
  • Neangan luang tipapada urang 
  • Ulah nyaliksik ku buuk leutik 
  • Ulah lunca linci luncat mulang udar tina tali gadang, omat ulah lali tina purwadaksina 
  • Ulah pagiri- giri calik, pagirang- girang tampian 
  • Bengkung ngariung bongkok ngaronyok 
  • Nyaur kudu diukur nyabda kudu di unggang 
  • Hirup di alam dunya sembaheun anging Gusti nu kagungan urang sadaya, nu ngajadikeun bumi, langit, sawarga, naraka jeung sagala eusina 
  • Hate nu Kalingkung ku wawangunan, kalingker ku papageran. 
  • Miindung ka waktu, mibapa ka zaman 
  • Niti wanci nu mustari, ninggal mangsa nu sampurna, kahirupan di dunya taya lian keur taqwa. 
  • Bagja dimana boga sobat medok, istri denok, sawah ledok. 
  • Nu geulis jadi werejit, nu lanjang jadi baruang. 
  • Nyukcruk galur nu kapungkur, mapay laratan anu baheula, nitih wanci nu kamari, ninggang mangsa nu sampurna. Sanajan urang beda tapi sarua, sanajan teu ngahiji tapi sa ati, milari ridho gusti nu Sajati. 
  • Tunggul tong dirurud, catang tong dirumpak, hirup katungkul ku umur, paeh teu nyaho dimangsa. Sing inget kana purwadaksi, purwa wiwitan, daksi wekasan. Hartina sing apal kana diri, asal timana?, cicing dimana? Balik kamana? 
  • Urang teh bakal pinanggih jeung poe akhir, nu ngandung harti poe pamungkas, raga ditinggalkeun nyawa, maot pingaraneunana. Bakal digiring kurung keur kuring, bakal dibulen saeneng-eneng, bakal ngagebleg deui jeung mantena. 
  • Hirup katungkul ku umur, paeh teu apal dimangsa, numatak rinik-rinik kulit harti, cicing harti ngawincik diri, mun nyaah kana raga sing nyaho kana dasar agama. 
  • Positip x posotip= positip. Negative x negative= positip. Positip x negative=negative. Nu bener dibenerkeun eta bener, nu salah disalahkeun eta bener. Nu bener disalahkeun eta salah, nu salah dibenerkeun eta salah. 
  • Ratu tara ngahukum, raja tara nyiksa, melak cabe jadi cabe, melak bonteng jadi bonteng, melak hade jadi hade, melak goreng jadi goreng. 
  • Ulah taluk pedah jauh, tong hoream pedah anggang, tong cicing pedah tebih jauh kudu dijugjug, anggang kudu diteang, tebih kudu di sungsi 
  • Alam nirwana, alam asal, poe panjang, Nagara tunjung sampurna, nu baheula ka alaman, ngan kahalangan ku poho, sabab poe kamari lain poe ayeuna. (Akherat) 
  • Wayang nyaeta gambaran kahirupan manusa Nu dipipindingingan ku silip sindir, dihalangan ku siloka sareng sasmita, kalayan dirimbunan ku gunung simbul. 
  • Geus loba pangarti nu kapimilik, pangabisa nu geus kapibanda, elmu nu geus katimu. kari diamalkeun 
  • Mipit amit, ngala menta, nyukcruk walungan, mapay wahangan, nete taraje, nincak hamalan, ipis lapis, kandel tapel. (malapah gedang) 
  • Sing waspada jeung permana tinggal. (Waspada) 
  • Inditna ulah ngagidig, nyokotna ulah ngaleos, mawana ulah ngalengkah. 
  • Meredih tina ati, menta tina manah. Menekung kanu Maha Agung, muja brata kanu Maha Kawasa 
  • Pasti teu bisa dipungkir, kadar teu bisa di singlar, papasten nu tumibar. 
  • Sing bisa nilik kana diri, bisa ngukur kana kujur. 
  • Elmu teh bakal ngancik tinu nyaring, bakal cicing dinu eling 
  • Alam nirwana, alam asal, poe panjang, Nagara tunjung sampurna, nu baheula ka alaman, ngan kahalangan ku poho, sabab poe kamari lain poe ayeuna. (Akherat) 
  • Wayang nyaeta gambaran kahirupan manusa Nu dipipindingingan ku silip sindir, dihalangan ku siloka sareng sasmita, kalayan dirimbunan ku gunung simbul. 
  • Geus loba pangarti nu kapimilik, pangabisa nu geus kapibanda, elmu nu geus katimu. kari diamalkeun 
  • Mipit amit, ngala menta, nyukcruk walungan, mapay wahangan, nete taraje, nincak hamalan, ipis lapis, kandel tapel. (malapah gedang) 
  • Sing waspada jeung permana tinggal. (Waspada) 
  • Inditna ulah ngagidig, nyokotna ulah ngaleos, mawana ulah ngalengkah. 
  • Meredih tina ati, menta tina manah. Menekung kanu Maha Agung, muja brata kanu Maha Kawasa 
  • Pasti teu bisa dipungkir, kadar teu bisa di singlar, papasten nu tumibar. 
  • Sing bisa nilik kana diri, bisa ngukur kana kujur. 
  • Elmu teh bakal ngancik tinu nyaring, bakal cicing dinu eling 
  • Kalayan hapunten bilih kirang tata kirang titi duduga peryoga cologog sareng sajabina. Maklum ciri sabumi cara sadesa, bilih aya cara nukacandak ti desa nu kabantun ti kampung nukajingjing ti patepitan, bilih teu sapuk sareng mamanahan. Punten nu kasuhun. 
  • Jeng dulur mah tong nepikeun tileletik silih ala pati, tilelemet getreng, tilelembut silih ala umur, tibubudak silih ala nyawa. 
  • Ulah nuduh kanu jauh, ulah nyawang kanu anggang, nu caket geura raketan nu dekeut geura deueusan. Moal jauh tina wujud moal anggang tina awak, aya naon jeung aya saha? Tina diri sorangan, cirina satangtung diri. Pek geura panggihan silaturahmi teh jeung diri sorangan, ulah waka nyaksian batur, saksian heula diri sorangan kusorangan weh. 
  • Sing diajar nulung kanu butuh, nalang kanu susah, ngahudangkeun kanu sare, ngajait kanu titeuleum, nyaangan kanu poekeun., mere kanu daek, nganteurkeu kanu sieun 
  • Saban-saban robah mangsa ganti wanci ilang bulan kurunyung taun, sok mineng kabandungan manusa sanajan ngalamun salaput umur kahayang patema-tema kareup hanteu reureuh-reureuh, dageuning anu bakal karasamah anging kadar ti pangeran, manusa kadar rencana, Kabul aya tinu maha agung, laksana aya tinu maha kawasa. 
  • Beurat nyuhun beurat nanggung beurat narimakeunnana. (Kecap nuhun) 
  • Nyumput buni tinu caang, negrak bari teu katembong. (Tawadhu) 
  • Tong Kabobodo tenjo, kasemaran tingali. 
  • Najan Buuk hideung jadi bodas, dada antel kana bumi, buluan belut, jangjangan oray. moal waka wangsul saacan kenging ridho Gusti. 
  • Indung anu ngandung bapa nu ngayuga, indung ngandung salapan bulan melendung, tapi indung henteu pundung sabab taqdir tinu maha Agung. 
  • Ngeduk cikur kedah mihatur nyokel jahe kedah micarek (Trust – ngak boleh korupsi, maling, nilep, dlsb… kalo mo ngambil sesuatu harus seijin yg punya). 
  • Sacangreud pageuh sagolek pangkek (Commitment, menepati janji & consitent). 
  • Ulah lunca linci luncat mulang udar tina tali gadang, omat ulah lali tina purwadaksina (integrity harus mengikuti etika yang ada) 
  • Nyaur kudu diukur nyabda kudu di unggang (communication skill, berbicara harus tepat, jelas, bermakna.. tidak asbun). 
  • Kudu hade gogod hade tagog (Appearance harus dijaga agar punya performance yg okeh dan harus consitent dengan perilakunya –> John Robert Power melakukan training ini mereka punya Personality Training, dlsb). 
  • Kudu silih asih, silih asah jeung silih asuh (harus saling mencintai, memberi nasihat dan mengayomi). 
  • Pondok jodo panjang baraya (siapapun walopun jodo kita tetap persaudaraan harus tetap dijaga). 
  • Ulah ngaliarkeun taleus ateul (jangan menyebarkan isu hoax, memfitnah, dlsb). 
  • Bengkung ngariung bongok ngaronyok (team works & solidarity dalam hal menghadapi kesulitan/ problems/ masalah harus di solve bersama). 
  • Lain palid ku cikiih lain datang ku cileuncang (Vision, Mission, Goal, Directions, dlsb… kudu ada tujuan yg jelas sebelum melangkah) 
  • Bobot pangayun timbang taraju (Logic, semua yang dilakukan harus penuh pertimbangan fairness, logic, common sense, dlsb) 
  • Kudu nepi memeh indit (Planning & Simulation… harus tiba sebelum berangkat, make sure semuanya di prepare dulu). 
  • Taraje nangeuh dulang pinande (setiap tugas harus dilaksanakan dengan baik dan benar). 
  • Ulah pagiri- giri calik, pagirang- girang tampian (jangan berebut kekuasaan). 
  • Ulah ngukur baju sasereg awak (Objektivitas, jangan melihat dari hanya kaca mata sendiri). 
  • Ulah nyaliksik ku buuk leutik (jangan memperalat yang lemah/ rakyat jelata) 
  • Ulah keok memeh dipacok (Ksatria, jangan mundur sebelum berupaya keras). 
  • Kudu bisa kabulu kabale (Gawul, kemana aja bisa menyesuaikan diri). 
  • Mun teu ngopek moal nyapek, mun teu ngakal moal ngakeul, mun teu ngarah moal ngarih (Ngulik, Ngoprek, segalanya harus pakai akal dan harus terus di ulik, di teliti, kalo sudah diteliti dan dijadikan sesuatu yang bermanfaat untuk kehidupan). 
  • Cai karacak ninggang batu laun laun jadi dekok (Persistent, keukeuh, semangat pantang mundur). 
  • Neangan luang tipapada urang (Belajar mencari pengetahuan dari pengalaman orang lain). 
  • Nu lain kudu dilainkeun nu enya kudu dienyakeun (speak the truth nothing but the truth). 
  • Kudu paheuyeuk- heuyeuk leungeun paantay-antay tangan (saling bekerjasama membangun kemitraan yang kuat). 
  • Ulah taluk pedah jauh tong hoream pedah anggang jauh kudu dijugjug anggang kudu diteang (maju terus pantang mundur). 
  • Ka cai jadi saleuwi kadarat jadi salogak (Kompak/ team work). 
  • Mulih kajati mulang kaasal (semuanya berasal dari Yang Maha Kuasa yang maha murbeng alam, semua orang akan kembali keasalnya). 
  • Dihin pinasti anyar pinanggih (semua kejadian telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa yang selalu menjaga hukum-hukumnya). 
  • Melak cabe jadi cabe melak bonteng jadi bonteng, melak hade jadi hade melak goreng jadi goreng (Hukum Yang Maha Kuasa adalah selalu menjaga hukum-2nya, apa yang ditanam itulah yang dituai, kalau kita menanam kebaikan walaupun sekecil elektron tetep akan dibalas kebaikan pula, kalau kita menanam keburukan maka keburukan pula yg didapat…. kira-2 apa yang sudah kita tanam selama ini sampai-2 Indonesia nyungseb seeeeeb )? ) 
  • Manuk hiber ku jangjangna jalma hirup ku akalna (Gunakan akal dalam melangkah, buat apa Yang Maha Kuasa menciptakan akal kalau tidak digunakan sebagai mestinya). 
  • Nimu luang tina burang (semua kejadian pasti ada hikmah/ manfaatnya apabila kita bisa menyikapinya dengan cara yang positive). 
  • Omat urang kudu bisa ngaji diri (kita harus bisa mengkaji diri sendiri jangan suka menyalahkan orang lain) 
  • Urang kudu jadi ajug ulah jadi lilin (Jangan sampai kita terbakar oleh ucapan kita, misalnya kita memberikan nasihat yagn baik kepada orang lain tapi dalam kenyataan sehari- hari kita terbakar oleh nasihat-2 yang kita berikan kepada yang lain tsb, seperti layaknya lilin yang memberikan penerangan tapi ikut terbakar abis bersama api yang dihasilkan).dlsb. 
  • Gunung teu meunang di lebur, sagara teu meunang di ruksak, buyut teu meunang di rempak (Sustainable Development ~ Gunung tidak boleh dihancurkan, laut tidak boleh dirusak dan sejarah tidak boleh dilupakan… harus serasi dengan alam.). 
  • Tatangkalan dileuweung teh kudu di pupusti (Pepohonan di hutan ituh harus di hormati, harus dibedakan istilah dipupusti (dihormati) dengan dipigusti (di Tuhankan) banyak yang salah arti disini). 
  • Leuweung ruksak, cai beak, manusa balangsak (hutan harus dijaga, sumber air harus dimaintain kalo tidak maka manusia akan sengsara).
Bilih aya basa atanapi kata anu teu kahartos tiasa dibuka kamus besar basa sunda lajeng pilari kata anu dipimaksad.