Asep Iwan Blog

Berbagi ilmu dan pengalaman tentang Pendidikan, Masalah Agama, Renungan dan Pepatah Sunda

Ayat Al-Quran QS. Fathir : 29-30 Bisnis Perdagangan Yang Tidak Akan Rugi

Metode tafsir tematik tentang Bisnis Perdagangan yang tidak akan pernah rugi diungkapkan dalam QS. Fathir : 29-30. Pelajaran serta hikmah melalui penjelasan yang tersirat pada ayat tersebut bisa menjadi tips para wirausahawan sebagai motivasi meraih kesuksesan bisnis perdagangan sukses. Sekarang ini banyak orang bisnis dengan orientasi profit atau keuntungan saja, padahal bisnis menguntungkan itu sesungguhnya terletak pada ketenangan batin, ketenangan dan rasa nyaman.

Al-Quran Surat Fathir ayat 29-30 menyampaikan informasi berita gembira kepada orang Islam beriman yang melakukan aktifitas membaca Kitab Alloh, mendirikan sholat dan berinfak sesungguhnya sedang melakukan transaksi bisnis perdagangan yang tidak akan gagal.

Mari kita perhatikan secara seksama Qur’an Surat Fathir Ayat 29 dan 30 :
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (٢٩) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (٣٠ ) .
Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang senantiasa membaca kitab Allah dan selalu mendirikan shalat serta terbiasa menyisihkan (infak) dari sedikit rizki yang telah Kami anugerahkan kepada mereka, baik infak secara diam-diam ataupun terang-terangan, mereka itu sedang mengharapkan BISNIS PERDAGANGAN yang tidak akan rugi. Supaya Allah SWT menyempurnakan pahala kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS. Fathir : 29-30)
Arti Lain dari beberapa sumber :
Quraish Shihab menulis arti QS. Fathir ayat 29 dan 30 : Sesungguhnya orang-orang yang senantiasa membaca kitab Allah, menkaji dan mengamalkannya, melaksanakan salat secara benar dan menginfakkan sebagian rezeki yang Allah berikan secara diam-diam maupun terang-terangan, mereka itulah orang-orang yang mengharapkan perniagaan kepada Allah yang tak pernah merugi.

Tafsir Jalalain menjelaskan QS. Fathir 29-30 : Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca, selalu mempelajari kitab Allah dan mendirikan salat yakni mereka melaksanakannya secara rutin dan memeliharanya (dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan) berupa zakat dan lain-lainnya (mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi) tidak bangkrut.

Penjelasan sebab turun ayat Asbabun nuzul QS. Fathir : 29-30 :
Kitab tafsir Ibnu Katsir menyebut bahwa ayat ini masuk dalam kategori sebagai ayatul qurro, artinya ayat nya para pecinta al-quran. Cinta kepada Al-Qur’an bukan sekedar sayang tapi dibaca, dipelajari, ditadaburi, difami, diamalkan, dan bahkan diajarkan.
Sahabat Ibnu Abas menceritakan hadits Rasul sebagaimana diriwayatkan ‘Abdul Ghani bin Sa’id ats-Tsaqafi bahwa ayat QS. Fathir: 29 turun berkenaan dengan Hushain bin al-Harits bin ‘Abdil Muththalib bin ‘Abdi Manaf al-Quraisy. 
Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab al-Ba’ts dan Ibnu Abi Hatim, dari Nafi’ bin al-Harits, yang bersumber dari ‘Abdullah bin Abi Aufa, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Nabi saw.: “Yaa Rasulullah, sesungguhnya tidur merupakan kenikmatan dari Allah di dunia ini. Apakah nanti di surga kita bisa tidur?” Rasulullah menjawab: “Tidak ada. Karena tidur itu kawannya maut, sedang surga tidak ada maut”. Kemudian ” Ia bertanya lagi: “Bagaimana istirahat mereka (ahli surga) itu?” Pertanyaan ini menyinggung perasaan Rasulullah. Beliau bersabda: “Tidak ada capek di surga, semuanya serba senang dan enak.” Ayat ini (QS. Fathir: 35) turun sebagai penegasan atas ucapan Rasulullah tadi. Melalui ayat ini ditegaskan ciri-ciri orang yang dikabulkan amalnya oleh Allah swt, sebagai mana firman Allah :

اۨلَّذِيْۤ اَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهٖ ۚ لَا يَمَسُّنَا فِيْهَا نَصَبٌ وَّلَا يَمَسُّنَا فِيْهَا لُـغُوْبٌ
Artinya : yang dengan karunia-Nya menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga); di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu. (QS. Fatir: Ayat 35)
Ibroh petikan Ayat Quran Surat Fathir 29-30 terkait Bisnis Perdagangan yang tidak akan rugi yang dapat dijadikan pelajaran dalam aplikasi kehidupan sehari-hari : 
  • Manusia hendaklah setiap hari melakukan transaksi dunia dan akhirat.
  • Bisnis perdagangan yang tidak akan rugi itu adalah membaca Al-Qur’an, mendirikan sholat dan infak. 
  • Bila mau bisnis lancar dan tidak rugi perniagaan bisnis dan transaksi harus dengan landasan : Al-Qur’an, Sholat dan Infak.
  • Bisnis dengan landasan 3 hal di atas menjadi perniagaan yang tidak rugi di akhirat dan menjadi kunci meraih keberhasilan dan kesuksesan di dunia. 
Semoga tulisan singkat tafsir Ayat Al-Qur'an QS. Fathir : 29-30 tentang Bisnis Perdagangan yang tidak akan rugi menjadi renungan hikmah dan menjadi amal kebaikan untuk penulis. Para pembaca mudah-mudahan senantiasa diberi kemudahan menjalankan berbagai aktifitas kegiatan dan mendapat keberuntungan yang hakiki dari Allah SWT. Amin

Menikmati Shalat Melalui Cara Khusu

Ritual ibadah yang wajib dilakukan oleh seorang muslim bernama Shalat Fardlu 5 kali dalam sehari. Selain itu ada pula sejumlah shalat sunat lain sebagai pelengkap dalam rangka penghambaan memenuhi panggilan Ilahi. Ibadah Shalat ini pada asalnya merupakan kewajiban semata, namun lebih dari itu sesungguhnya dibalik perintah Alloh SWT ini pasti ada rahasia penting yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Seorang muslim yang beriman kepada Alloh dapat merasakan bagaimana nikmatnya ibadah shalat yang dilakukan dengan cara khusu'. Lalu bagaimana cara menikmati Shalat tersebut? tulisan ringan ini barangkali dapat memberikan jawabannya.

Bagian manusia yang terdiri dari 3 unsur utama yakni Akal hati dan fikiran, Lisan dan Anggota badan membutuhkan latihan setiap hari agar berfungsi dengan baik. Melalui ibadah sholat yang menghadirkan ketiga komponen penting manusia tersebut dapat menembus ruang dan waktu mendekati Robul Izzati sehingga dapat merasakan begitu nikmatnya dekat dengan Alloh SWT. Saat lisan berucap takbir dalam sholat hati akal dan fikiran memposisikan diri betul-betul ada dalam penghambaan. Gerakan mengangkat tangan saat takbirotul ihrom menjadi ungkapan diri hendak meraih kedekatan dengan-Nya.

Latihan menikmati shalat khusuk tentunya harus dengan cara dipaksakan terus menerus setiap datangnya waktu Shalat. Bagaimana Tips cara khusu menikmati lezatnya Sholat dan apa saja amal yang harus dikerjakan sesuai dengan tuntutan Al-Quran dan Sunnah petunjuk Nabi Muhammad SAW, ini uraian singkat menjawab pertanyaan tadi :

Fokus saat shalat
Pengertian khusu' dalam sholat secara sederhana bisa bermakan fokus atau konsentrasi. Bila merujuk pada definisi khusu pada QS. Al-Baqoroh ayat 45 dinyatakan :
الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ أَنَّهُمْ مُلاَقُوْا  رَبِّهِمْ وَ أَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ            
Orang yang Khusu adalah orang-orang yang yakin sesungguhnya mereka akan berjumpa dengan Rabb  mereka, dan sesungguhnya mereka akan kembali kepada-Nya".(QS. Al-Baqarah 2:45).
Saat sholat menghadirkan unsur manusia hati, lisan dan organ fokus sedang menghamba kepada Allah SWT. Dengan begitu rasa nikmat dalam sholat dan lezatnya keimanan akan dapat diraih.

Memahami bacaan Sholat
Setiap kali orang melaksanakan ibadah sholat artinya dia sedang berkomunikasi langsung dengan Dzat Yang Maha Kuasa dimana tidak ada perantara apapun diantaranya. Bacaan shalat shalat yang merupakan ungkapan tasbih, tahmid, dan permintaan / doa akan dapat dimengerti ketika dapat memahami bacaan saat sholat. Oleh karenanya penting bagi siapapun yang ingin menikmati indahnya shalat memahami terlebih dahulu bacaan yang diucapkan lisan saat melakukan ibadah tersebut.

Tumaninah dalam gerakan Shalat
Seseorang yang ingin shalatnya dapat dinikmati perlu memperhatikan gerakan anggota badannya. Dari mulai takbir hingga salam kaefiyat dalam gerakan perlu disempurnakan untuk meraih nikmat dalam Shalat.
Rasululloh bersabda terkait tuma'ninah dalam gerakan sholat melalui hadits dari sahabat Abu Hurairoh :
إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلَاتِكَ كُلِّهَا
Jika Kamu akan melakukan shalat maka bertakbirlah, lalu bacalah ayat al Quran yang mudah menurutmu. Kemudian rukuklah sampai benar-benar rukuk dengan tuma'ninah, lalu bangkitlah (dari rukuk) hingga kamu berdiri tegak, setelah itu sujudlah sampai benar-benar sujud dengan tumakninah, lalu angkat (kepalamu) untuk duduk sampai benar-benar duduk dengan tumakninah, setelah itu sujudlah sampai benar-benar sujud, Kemudian lakukan seperti itu pada seluruh shalatmu”  (HR Bukhari 757 dan Muslim 397).

Memperindah suara ketika shalat
Takbir gerakan dan bacaan surat ketika shalat hendaknya disuarakan dengan irama indah. Usaha ini dalam rangka meraih rasa kedekatan diri dan hati sedang bersama dan berhubungan dengan Alloh SWT.

Situasi Sholat dibuat nyaman dan rileks
Siapa saja akan merasakan khusu dalam shalat ketika kondisi diri nyaman dan rileks. Oleh sebab itu maka kebersihan dan suasana di tempat shalat tersebut harus dibuat enak dan tenang. Usaha membuat shalat dengan suasana nyaman dan rileks memungkan seseorang dapa khusu dan menikati shalatnya tersebut.

Shalat di awal waktu dan dilaksanan berjamaah di mesjid
Melakukan shalat bersama atau berjamaah di mesjid akan lebih cepat dalam meraih khusu dalam Shalat. Suasana di dalam ruangan mesjid memungkinkan siapa saja menikmati khusu' shalat apalagi dilakukan bersama-sama secara berjamaah.

Kesimpulan : Poin penting yang ingin disampaikan penulis terkait dengan Shalat.

  • Janganlah shalat hanya dijadikan sebagai kewajiban semata, namun lebih dari itu shalat harus menjadi sebuah kebutuhan mutlak bagi manusia.
  • Shalat harus dapat dinikmati
  • Raihlah pertolongan Alloh dengan shalat yang khusu'.
  • Dapatkan ampunan dan keridloan Alloh melalui cara shalat agar hidup terasa ringan dan hati menjadi tentram.
  • Perlu dilakukan belajar pembiasaan pelatihan khusu shalat.
Demikian diantara usaha yang dapat dilakukan oleh siapa saja dengan mudah meraih nikmatnya Shalat khusu'. Semoga artikel uraian tentang cara menikmati shalat dengan cara khusu dapat bermanfaat dan dilakukan dengan mudah.

Mari kita biasakan shalat khusu' hingga menjadi refleks yang menyatu dengan diri. Dengan shalat yang benar-benar khusu dijamin segala kebutuhan manusia baik itu fisik maupun psikis dapat terpenuhi. Salam silaturahmi dan terima-kasih telah berkunjung di situs pribadi www.aswanblog.com. Smoga bermanfaat.

Ramadhan, Momentum Peningkatan Ukhuwah

Bulan Ramadan disebut bulan penuh berkah, penuh ampunan Allah. Di bulan Ramadan, ada sejumlah kegiatan ibadah yang bisa meningkatkan ta'aruf dan syariat ibadah diantaranya ramadhan meningkatkan ukhuwah di antara sesama muslim. Di antara kegiatan ibadah bersama yang dapat meningkatkan jalinan persaudaraan antara umat Islam itu diantaranya :

Pertama, shaum itu sendiri. Selama menunaikan saum kita bisa merasakan bagaimana haus dan dahaga selama satu bulan. Jika bukan karena dasar keimanan tentu hal itu cukup memberatkan. Perasaan lapar dan haus itu akan membangkitkan kesadaran akan kelaparan dan kehausan yang dirasakan oleh saudara-saudara kita yang fakir dan miskin, yang bukan hanya dalam waktu satu bulan, tapi mungkin setiap hari.

Kesadaran itu akan mendorong untuk mau berbagi rizki dengan mereka dalam bentuk zakat, infak dan sedekah. Ini akan lebih memper-erat hubungan baik antara si kaya dengan si miskin., disamping tentu bersedekah di bulan Ramadan memiliki nilai istimewa, seperti dinyatakan dalam hadits riwayat at-Tirmidzi bahwa seutama-utamanya sedekah, adalah sedekah di bulan Ramadan. 

Kedua, shalat Tarawih berjamaah meningkatkan persaudaraan. Salat Tarawih bisa dilaksanakan munfarid atau sendirian, tapi lebih utama dilaksanakan berjamaah. Imam Ahmad pernah ditanya oleh muridnya tentang mana yang lebih utama tarawih sendirian atau berjamaah. Beliau menjawab : berjamaah dengan imam lebih utama. Ketika ditanyakan dasarnya. Beliau menjelaskan bahwa ketika Rasulullah saw mengimami salat tarawih sampai lewat tengah malam, ada sahabatnya yang usul agar diteruskan salat, mungkin tidur juga tanggung. Nabi saw menjawab tidak usah, karena barangsiapa yang salat tarawih bersama imam (berjama'ah) sampai selesai, maka sesisa malam yang tidak dipakai tarawih, akan diberi pahala salat tarawih.

Ketiga, menyediakan makanan buat berbuka orang-orang yang shaum, baik untuk keluarga, atau yang lainnya, terutama bagi kaum du'afa. (fakir, miskin, aitam). Caranya bisa diantar ke rumah mereka, atau disediakan di mesjid atau diundang ke suatu tempat lainnya. Amalan ini memiliki keutamaan seperti yang dijelaskan Nabi saw dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah yang menyatakan bahwa barangsiapa yang menyediakan buka bagi orang yang saum akan mendapatkan ampunan Allah. Kemudian dalam hadits riwayat Imam Ahmad dinyatakan bahwa barangsiapa yang menyediakan buka buat orang yang saum, maka ia akan mendapatkan pahala sebesar pahala orang-orang yang saum yang disediakan buka olehnya.

Keempat, Tadarus bersama-sama, Selama bulan Ramadan kita dianjurkan untuk lebih memperbanyak tadarus al-Qur'an, seperti yang dilakukan oleh Nabi saw bersama malaikat Jibril. Kegiatan tadarus ini bisa dilakukan dalam bentuk membaca dan memahami al-Qur'an baik sendiri-sendiri atau bersama-sama di mesjid atau tempat lainnya, atau dalam bentuk halakoh, kultum, kuliah subuh, ceramah tarawih, diskusi, dsb.

Kelima, I'tikaf bersama di mesjid. Pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan Nabi saw bersama sahabatnya biasa menjalankan I'tikaf, yakni berdiam diri di mesjid, untuk memperbanyak tadarus dan kegiatan ibadah lainnya.

Kegiatan-kegiatan ibadah yang dilakukan secara jama'i berkelompok, baik itu I'tikaf, tadarus, buka shaum, tarawih, ini merupakan momentum untuk lebih memperluas ta'aruf dan lebih memperkokoh solidaritas dan ukhuwah di antara sesama muslim. Semoga.

Demikian artikel menarik membahas bulan suci Ramadhan dengan judul tema Shaum momentum peningkatan ukhuwah yang ditulis oleh KH. Drs. Shiddiq Amien, MBA Allohu yarham, beliau mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat PERSIS.

Terima kasih telah berkunjung dan anda dapat membaca tulisan menarik lain dengan judul kedudukan hadits doa menyambut ramadhan yang harus anda ketahui.

Hikmah Puasa / Shaum dalam Syariat Islam bagi Manusia

Dienul Islam mengatur berbagai aspek kehidupan serta tata aturan hidup yang semestinya dijalani oleh setiap manusia hidup di dunia ini. Kewajiban puasa / shaum diyakini memberikan dampak dan hikmah shaum ramadhan yang baik bagi manusia. Sehingga bila diperhatikan secara seksama dari mulai bagaimana cara sahur dan berbuka ternyata berdasarkan penelitian dari sisi kesehatan ataupun dari segi mental dan psikologi, ternyata shaum itu menyehatkan manusia.

Ayat dalam Al-Qur'an yang mewajibkan puasa untuk setiap manusia yang mengaku mukmin / beriman kepada Alloh SWT terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 183-187. Dasar landasan ayat perintah shaum Ramadhan disampaikan oleh Alloh dengan redaksi ayat Al-Qur'an sebagai berikut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang yang beriman! Telah diwajibkan kepada kamu shaum sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." (QS. Al-Baqarah : 183).
Kata mewajibkan / diwajibkan pada ayat di atas disampaikan dengan kata "kutiba" dimana dasar arti dari arti kata tersebut adalah menulis/mencatat. Artinya ditegaskan bahwa shaum itu telah dicatat sebagai kewajiban sebelum datangnya perintah melalui ayat tadi, bahkan bukan hanya untuk ummat Nabi Muhammad dan juga berlaku untuk ummat sebelumnya seperti Nabi Daud dan mungkin Nabi Isa atau bisa jadi sejak manusia diciptakan telah diharuskan untuk berpuasa.

Melalui kalimat "sebagaimana diwajibkan sebelum umat Muhammad" dapat diartikan paling tidak dua hal penting mengenai hikmah puasa Romadon hingga diwajibkan bagi setiap orang beriman yang dapat kita simpulkan :
  • Pertama bahwa shaum / puasa itu sangat penting bagi manusia
  • Kedua, bahwa ritual shaum itu sebenarnya "Berat" sehingga diimformasikan oleh Alloh bahwa umat sebelum kamu juga melaksanakannya juga.
Akan tetapi yang perlu menjadi motivasi utama dari Puasa Ramadhan itu bagi manusia memiliki hikmah perintah shaum dalam syariat hukum Islam yang perlu kita ketahui bersama. Namun itu semua dengan catatan sesuai dengan aturan dan tata tertib hukum yang benar. Rahasia hikmah dibalik diwajibkan puasa itu diantaranya sebagai berikut :

Shaum bertujuan melatih dan Menidik manusia mukmin menuju derajat Muttaqien
Inilah tujuan paling utama disyariatkan puasa yaitu membentuk manusia menjadi pribadi yang bertakwa. Taqwa merupakan derajat paling tinggi yang mesti diraih oleh setiap orang beriman.

Puasa berdampak baik untuk kesehatan 
Para pakar kesehatan telah membuktikan dengan nyata bahwa shaum untuk manusia dapat menjadi cara untuk proses tubuh menurunkan kadar gula darah, menurunkan kadar kolesterol dan menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu pula dengan shaum dapat menyegarkan pencernaan serta mensterilkan kembali usus-usus, menghilangkan toksik / endapan sisa makanan yang tidak hancur, serta dapat juga menjadi solusi untuk mengatasi kegemukan dan kelebihan lemak pada perut.

Shaum sangat baik untuk fungsi kesehatan otak manusia
Melalui puasa manusia dilatih untuk mengendalikan nafsu dan menanamkan sikap sabar. Hal itu sangat berhubungan dengan kesehatan dan fungsi otak manusia. Orang yang sedang shaum secara tidak langsung mengatur cara makanan, serta senantiasa berpikir positif, berpikir optimism, serta tawadhu dan berbuat secara ikhlas.

Puasa dapat menjadi terapi detoksifikasi 
Sejarah peradaban manusia mengakui bahwa telah lama terapi detosifikasi dilakukan hanya dengan cara puasa, melalui shaum tersebut manusia membatasi kalori yang masuk dalam tubuh sehingga hal tersebut akan menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh. Melalui puasa yang baik hikmah yang dapat diperoleh berakibat baik untuk peremajaan serta pergantian sel-sel tubuh yang rusak diganti dengan yang baru, peremajaan akan lebih cepat dengan shaum berturut-turut selama bulan Ramadhan.

Shaum untuk pengendalian Nafsu 
Nafsu tidaklah boleh dimatikan, namun perlu dikendalikan. Melalui shaum hikmah yang dapat dipetik diantaranya agar tidak berlebihan baik dalam makan maupun minum dan juga menggauli isteri. Hal yang berlebihan akan mendorong nafsu berbuat jahat, tidak mau mensyukuri nikmat.

Puasa melatih hati agar selalu berfikir dan berdzikir
Semestinya dengan kegiatan shaum manusia dapat berfikir dan berdzikir sesuai dengan tuntunan yang disyariatkan oleh Agama Islam. Dengan demikian nanti akan diraih ketenangan, ketentraman dan kenikmatan dalam mengarungi kehidupan yang fana ini.

Shaum melatih sikap positif seperti disiplin, persatuan, ukhuwah, cinta keadilan dan persamaan
Persaudaraan antar umat Nabi Muhammad dapat ditanamkan melalui kegiatan bersama saat puasa. Banyak kegiatan amalan sosial dilakukan pada bulan tersebut sehingga melahirkan perasaan kasih sayang dalam diri orang-orang beriman dan mendorong saling berbuat kebaikan antar manusia. (Shaum momentum peningkatan ukhuwah)

Demikian penjelasan terkait Hikmah Puasa / Shaum dalam Syariat Islam bagi Manusia yang mudah-mudahan dapat menjadi referensi untuk anda.

Rahasia Sehat ala Rasulullah | Menelisik Aktifitas Keseharian Nabi Muhammad SAW

Pada postingan kali ini dimana beberapa saat lagi akan menjelang Ramadhan, penulis ingin menulis tentang "Rahasia Sehat ala Rasulullah SAW". Shaum ramadhan dan kesehatan sangat berkaitan erat, oleh karenanya bila dikaji lebih mendalam ternyata Nabi Muhammad SAW telah banyak mengajarkan kepada ummatnya bagaimana rahasia sehat yang Islami, sebab memang Rasulullah SAW diutus ke dunia ini tiada lain untuk menjadi tauladan/ contoh. Sebagaimana firman Allah SWT: dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat ke 21 yang  artinya ”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS Al-Ahzab; 33 : 21).

Berdasar ayat di atas ditegaskan bahwa semua yang dicontohkan Rasulullah selama hidupnya patut dijadikan renungan dan tauladan bagi kehidupan manusia, sebab Nabi Muhammad itu adalah uswatun hasanah (contoh yang baik), dan kita yakini pula bahwa semua gerak langkah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW tiada lain itu karena petunjuk dan bimbingan Allah SWT, bukan karena nafsu pribadi atau kehendak dirinya sendiri. Dan ini berlaku pula dalam urusan keduniaan termasuk hal makanan termasuk dalam urusan memelihara kesehatan cara Nabi yang patut ditiru sebagai kebiasaan sehari-hari kita. 

Dengan dasar di atas barangkali inilah rahasia mengapa Rasulullah SAW tidak pernah diriwayatkan mengalami gangguan sakit perut atau pencernaan sepanjang hayatnya. Dan berikut inilah beberapa keterangan berdasar dalil yang terkait urusan kebiasaan sehari-hari yang dilakukan Rasulullah SAW, sehingga Beliau selalu tampil bugar dan fres bersama para sahabat-sahabatnya, bercahaya dan penuh wibawa, hanya beberapa kali saja Beliau pernah diriwayatkan sakit: 
  • Rasulullah SAW sangat hati-hati terhadap urusan makanan. Tidak ada makanan yang masuk kedalam mulut beliau, kecuali makanan tersebut memenuhi sayarat halal dan thayyib (baik).
  • Rasulullah SAW tidak pernah makan sebelum merasa lapar dan kebiasaan Beliau selesai makan sebelum kenyang. Dijelaskan juga dalam suatu keterangan bahwa kapasitas perut (albathnu) dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair), dan sepertiga lagi untuk udara. 
Disabdakan “Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain maka, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan.”(HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)
  • Rasulullah SAW terbiasa makan dengan tenang, tidak tergesa-gesa. Apa hikmahnya? Cara makan seperti ini akan menghindarkan dari keselek atau tersedak, tergigit, dan telah terbukti kerja organ pencernaan pun akan lebih ringan. Makanan pun biasa dikunyah dengan lebih lama, sehingga kerja organ pencernaan dapat berjalan dengan normal. 
  • Rasulullah SAW terbiasa melakukan shalat malam / tahajud di setiap sepertiga malam. Para peneliti telah membuktikan bahwa udara di sepertiga malam terakhir setiap malam itu sangat sarat akan oksigen yang belum terkontaminasi oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh. Hal ini jelas sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya selama seharian penuh. 
  • Rasulullah SAW paling rajin menjaga kebersihat dan kesehatan lingkungan. Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Jum’at beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. “Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi setiap orang-orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman” (HR Muslim).
  • Rasulullah SAW lebih suka berjalan kaki daripada berkendaraan terutama ketika pergi  ke masjid, pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki terbukti keringat akan mengalir, pori- pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Hal inilah yang menjadi tips para Dokter untuk mencegah penyakit jantung.
  • Rasulullah SAW sangat menjaga emosi, Beliau bukan tipe pemarah. Bahkan Rasulullah SAW pernah memberikan nasihat : “Jangan Marah!” diulangi sampai 3 kali. Ini menunujukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.
Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :
- Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring
- Membaca Ta ‘awwudz, karena marah itu dari Syaithon
- Segeralah berwudhu
- Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati.
  • Rasulullah adalah pribadi yang optimis yang tidak kenal putus asa. Sikap optimis ini akan memberikan efek psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT
  • Rasululullah SAW tidak iri hati kepada siapa pun. Kestabilan hati serta kesehatan jiwa merupakan mentalitas yang harus dijaga, dengan menjauhi sikap iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat untuk menyetabilkan hati dan menyehatikan jiwa seseorang. Bahkan Rasul pernah mengajarkan suatu do'a supaya terjauh dari sifat iri hati “Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari sifat sifat mazmumah dan hiasilah diriku dengan sifat sifat mahmudah”.
  • Membiasakan memelihara kesehatan dengan shaum wajib dan shaum sunnah. Dalam Islam ada shaum wajib yaitu shaum di bulan Ramadhan dan ada pula beberapa shaum sunnat yang diajarkan Rasulullah SAW dan sangat dianjurkannya, seperti senin kamis, Ayyamul Bith’, shaum Dawud, Shaum 6 hari di bulan Syawwal, dan sebagainya. Terbukti dengan shaum akan menjadi penghalang terhadap berbagai macam penyakit jasmani maupun ruhani. Pengaruhnya dalam menjaga kesehatan, melebur berbagai macam ampas makanan, menahan diri dari makanan berbahaya sangat luar biasa. Shaum menjadi obat penenang bagi stamina dan organ tubuh sehingga energinya tetap terjaga. Sahum sangat ampuh utnuk detoksifikasi (pembersihan) yang sifatnya total dan meyeluruh.
Demikianlah beberapa kebiasaan Rasulullah SAW menjaga kesehatan sehingga Beliau dapat selalu tampil prima, fit dan dapat terhindar dari berbagai penyakit. 
Sebagai ummatnya sudah sepatutnya kita untuk selalu meneladani / mencontoh perilaku beliau dalam kehidupan sehari- hari, terutama dalam masalah menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. 
Semoga tulisan ini menjadi renungan dalam menjaga kebugaran dan kesehatan ala Rasulullah SAW. 

Virus Wannacry Kejahatan Cyber Jaringan Internet Komputer Jenis Malware Ransomware

Virus Wannacry Kejahatan Cyber Jaringan Internet Komputer Jenis Malware Ransomware
Sebuah kejahatan cyber di jaringan internet telah menyerang komputer yang ada di dunia termasuk Indonesia. Apa dan bagaimana cara kerja Ransomware wannacry yang dapat membuat semua file dan data terinkripsi dan terkunci ini?. Mari kita simak penjelasan dari beberapa ahli mengenai kejahatan cyber yang menyerang seluruh jaringan internet komputer yang ada di dunia.

Malware ransomware merupakan jenis sofware malcius yang cara kerjanya masuk ke dalam system lalu file data yang ada terkunci hingga tak bisa dibuka lagi. Saat komputer terinfeksi virus Wannacry ini tiba-tiba muncul kotak dialog yang meminta bayaran dalam dollar bitcoin untuk dapat kembali membuka file data yang terkunci tadi.

Mengantisipasi serangan virus wannacry dengan antivirus terbaru tidak menjamin bisa teratasi. Pemerintah di seluruh dunia menginstruksikan menangani serangan di hari serangan tersebut dengan mematikan seluruh jaringan komputer ke Internet. Dengan begitu penyebaran tidak sampai fatal hingga mengunci data-data server penting di institusi kesehatan, kemamanan hingga server informasi lainnya.

Aksi serangan virus wannacry ini meski telah beredar sejak hari jum'at 12 Mei 2017 yang lalu namun puncaknya terjadi di awal minggu kerja hari senin 15 Mei. Saat itu banyak pusat informasi terkena wabah virus tersebut.
Saat komputer terserang virus wana decrpt0r 2.0 nampak seperti pada tampilan gambar di atas. Dimana kotak dialog yang muncul menyatakan bahwa data seluruh file di komputer anda have been encrypted. Dijelaskan apa yang sedang terjadi pada komputer tersebut dan printah membayar sejumlah 300 $ bitcoin untuk merecover atau mengembalikan seluruh file sebelum sistem membuang secara permanen. 

Peringatan akan bahaya serangan virus ransomware wannacry ini memicu semua pihak di negara Indonesia. Kominfo dan Kepolisian menyebarkan antisipasi dini akan serangan itu dengan tidak mengaktifkan sementara gadget dan juga perangkat komputer jaringan pada waktu tertentu.

Tercatat 99 negera di dunia serangan cyber malware wannaCry menjadi korban ganasnya serangan tersebut. Fenomena ini menjadi pelajaran betapa lemahnya tingkat keamanan komputer hingga tidak bisa dijebol oleh sistem kemanan negara sekalipun. Padahal pembuat malware wannacry ini paling oleh sekelompok orang yang ingin membuat kekacauan di seluruh belahan negara.

Tips dan cara sederhana paling ampuh menangani atau mengantasipasi virus ransomware Wannacry ini adalah sebagai berikut :

1.Sebelum anda menekan tombol on di komputer personal maupun server pastikan tidak terhubung ke jaringan data di internet.
2. Pastikan anda mencabut kabel data terlebih dulu dan matikan jaringan Wifi sehingga antivirus lokal dan antimalware internasional pada komputer tersebut bekerja dengan maksimal. Disarankan anda memiliki antivirus komputer terbaik yang profesional.

Demikian penjelasan terkait apa itu Virus Wannacry Kejahatan Cyber yang telah tersebar dan bagaimana cara mudah mengatasinya. Semoga bermanfaat menjadi ilmu pengetahuan komputer untuk anda.

Kekayaan Dalam Terminologi Islam

Bahasa Arab Al-Goniyyu atau Al-Gina merupakan kata dasar yang sering diartikan “Kaya”. Ada ungkapan hadits Nabi yang menyebutkan bukanlah disebut kaya orang yang banyak harta, tapi kekayaan sejati yang sesungguhnya adalah luasnya hati.

Konotasi yang sering disematkan dalam istilah kekayaan di bahasa Indonesia adalah banyaknya harta bergelimpah. Namun arti kekayaan  dalam pandangan Islam tentu ada pengertian lain dalam memandang makna arti kekayaan yang sebenarnya. Rujukan yang pantas memaknai arti kekayaan dalam syariat Islam yang bersumber dari informasi valid dari Alloh melalui Al-Qur’an maupun sunnah hadits Nabi Muhammad SAW.

Siapa manusia terkaya menurut Islam ? mereka adalah orang yang qona’ah, yakni yang menerima apa adanya dari segala rezeki yang telah diterima olehnya. Uraian berikut definisi dan terminologi kekayaan dalam pandangan agama Islam.

Definisi kekayaan menurut Hadis Nabi Muhammad SAW dalam sebuah riwayat yang diterima sahabat Abu Hurairah, Rasulullah SAW berkata :
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ 
"Bukanlah disebut kaya orang yang kaya harta, tapi kekayaan itu sesungguhnya yang kaya hatinya". (HR Bukhari no 6446, Muslim no 1051, Tirmidzi no 2373, Ibnu Majah No 4137). Kaya hati berarti orang yang selalu merasa cukup (qanaah).
Pengertian kaya hati menurut hadits di atas dapat diartikan tidak pernah tamak pada segala yang ada pada orang lain. Sedangkan Qanaah sendiri berarti nrimo (menerima) dan rela dengan berapa pun yang diberikan oleh Allah Ta'ala. Berapa pun rezeki yang didapat, ia tidak mengeluh. Mendapatkan rezeki banyak, bersyukur; mendapatkan rezeki sedikit, bersabar dan tidak mengumpat.

Ibnu Baththol mengomentari dan menjelaskan hadits Rasululloh di atas, "Yang dimaksud kaya bukanlah dengan banyaknya perbendaharaan harta. Karena betapa banyak orang yang telah dianugerahi oleh Allah harta tetapi masih merasa tidak cukup (alias fakir). Ia ingin terus menambah dan menambah. Ia pun tidak ambil peduli dari manakah harta tersebut datang. Inilah orang yang fakir terhadap harta (tidak merasa cukup dengan harta). Sikapnya demikian karena niatan jelek dan kerakusannya untuk terus mengumpulkan harta. Padahal, hakikat kaya adalah kaya hati, yaitu seseorang yang merasa cukup dengan yang sedikit yang Allah beri. Ia pun tidak rakus untuk terus menambah."

Melalui penjelasan hadits tentang pengertian kaya menurut dalil hadist Nabi di atas maka kita dapat memetik ibroh dan pelajaran bahwa andaik kita telah bisa mengamalkan hadis di atas, saat itulah kita bisa memiliki kesempatan besar untuk menjadi orang terkaya di dunia. Ujung-ujungnya, keberuntunganlah yang menanti kita. Lebih lanjut Rasulullah SAW menjanjikan : "Beruntunglah orang yang beragama Islam, dikaruniai rezeki yang cukup, dan dia dijadikan menerima apa pun yang dikaruniakan Allah (kepadanya)." (HR Muslim).

Dengan demikian maka kita harus percaya dan yakin bahwa Allah SWT senantiasa berbuat kepada setiap hamba-Nya yang qanaah. Allah SWT menjadikan keberkahan pada rezekinya. Selain itu, ukuran kecukupan dalam kacamata Nabi SAW seperti disabdakannya : "Siapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya." (HR Tirmidzi, dinilai hasan oleh al-Albani).

Al-Quran menyatakan pula :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
“Hai manusia, kamulah yang butuh kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (Qs Fathir: 15)
Demikian sesungguhnya hakikat kekayaan dalam terminologi pandangan Islam dari dalil Al-Qur'an maupun As-Sunnah Rasul yang patut kita renungi bersama. Wallahu a'lam.
Copyright © Asep Iwan Blog . All rights reserved. by aswan blog