Asep Iwan Blog

Berbagi ilmu dan pengalaman tentang Pendidikan, Masalah Agama, Renungan dan Pepatah Sunda

Virus Wannacry Kejahatan Cyber Jaringan Internet Komputer Jenis Malware Ransomware

Virus Wannacry Kejahatan Cyber Jaringan Internet Komputer Jenis Malware Ransomware
Sebuah kejahatan cyber di jaringan internet telah menyerang komputer yang ada di dunia termasuk Indonesia. Apa dan bagaimana cara kerja Ransomware wannacry yang dapat membuat semua file dan data terinkripsi dan terkunci ini?. Mari kita simak penjelasan dari beberapa ahli mengenai kejahatan cyber yang menyerang seluruh jaringan internet komputer yang ada di dunia.

Malware ransomware merupakan jenis sofware malcius yang cara kerjanya masuk ke dalam system lalu file data yang ada terkunci hingga tak bisa dibuka lagi. Saat komputer terinfeksi virus Wannacry ini tiba-tiba muncul kotak dialog yang meminta bayaran dalam dollar bitcoin untuk dapat kembali membuka file data yang terkunci tadi.

Mengantisipasi serangan virus wannacry dengan antivirus terbaru tidak menjamin bisa teratasi. Pemerintah di seluruh dunia menginstruksikan menangani serangan di hari serangan tersebut dengan mematikan seluruh jaringan komputer ke Internet. Dengan begitu penyebaran tidak sampai fatal hingga mengunci data-data server penting di institusi kesehatan, kemamanan hingga server informasi lainnya.

Aksi serangan virus wannacry ini meski telah beredar sejak hari jum'at 12 Mei 2017 yang lalu namun puncaknya terjadi di awal minggu kerja hari senin 15 Mei. Saat itu banyak pusat informasi terkena wabah virus tersebut.
Saat komputer terserang virus wana decrpt0r 2.0 nampak seperti pada tampilan gambar di atas. Dimana kotak dialog yang muncul menyatakan bahwa data seluruh file di komputer anda have been encrypted. Dijelaskan apa yang sedang terjadi pada komputer tersebut dan printah membayar sejumlah 300 $ bitcoin untuk merecover atau mengembalikan seluruh file sebelum sistem membuang secara permanen. 

Peringatan akan bahaya serangan virus ransomware wannacry ini memicu semua pihak di negara Indonesia. Kominfo dan Kepolisian menyebarkan antisipasi dini akan serangan itu dengan tidak mengaktifkan sementara gadget dan juga perangkat komputer jaringan pada waktu tertentu.

Tercatat 99 negera di dunia serangan cyber malware wannaCry menjadi korban ganasnya serangan tersebut. Fenomena ini menjadi pelajaran betapa lemahnya tingkat keamanan komputer hingga tidak bisa dijebol oleh sistem kemanan negara sekalipun. Padahal pembuat malware wannacry ini paling oleh sekelompok orang yang ingin membuat kekacauan di seluruh belahan negara.

Tips dan cara sederhana paling ampuh menangani atau mengantasipasi virus ransomware Wannacry ini adalah sebagai berikut :

1.Sebelum anda menekan tombol on di komputer personal maupun server pastikan tidak terhubung ke jaringan data di internet.
2. Pastikan anda mencabut kabel data terlebih dulu dan matikan jaringan Wifi sehingga antivirus lokal dan antimalware internasional pada komputer tersebut bekerja dengan maksimal. Disarankan anda memiliki antivirus komputer terbaik yang profesional.

Demikian penjelasan terkait apa itu Virus Wannacry Kejahatan Cyber yang telah tersebar dan bagaimana cara mudah mengatasinya. Semoga bermanfaat menjadi ilmu pengetahuan komputer untuk anda.

Kekayaan Dalam Terminologi Islam

Bahasa Arab Al-Goniyyu atau Al-Gina merupakan kata dasar yang sering diartikan “Kaya”. Ada ungkapan hadits Nabi yang menyebutkan bukanlah disebut kaya orang yang banyak harta, tapi kekayaan sejati yang sesungguhnya adalah luasnya hati.

Konotasi yang sering disematkan dalam istilah kekayaan di bahasa Indonesia adalah banyaknya harta bergelimpah. Namun arti kekayaan  dalam pandangan Islam tentu ada pengertian lain dalam memandang makna arti kekayaan yang sebenarnya. Rujukan yang pantas memaknai arti kekayaan dalam syariat Islam yang bersumber dari informasi valid dari Alloh melalui Al-Qur’an maupun sunnah hadits Nabi Muhammad SAW.

Siapa manusia terkaya menurut Islam ? mereka adalah orang yang qona’ah, yakni yang menerima apa adanya dari segala rezeki yang telah diterima olehnya. Uraian berikut definisi dan terminologi kekayaan dalam pandangan agama Islam.

Definisi kekayaan menurut Hadis Nabi Muhammad SAW dalam sebuah riwayat yang diterima sahabat Abu Hurairah, Rasulullah SAW berkata :
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ 
"Bukanlah disebut kaya orang yang kaya harta, tapi kekayaan itu sesungguhnya yang kaya hatinya". (HR Bukhari no 6446, Muslim no 1051, Tirmidzi no 2373, Ibnu Majah No 4137). Kaya hati berarti orang yang selalu merasa cukup (qanaah).
Pengertian kaya hati menurut hadits di atas dapat diartikan tidak pernah tamak pada segala yang ada pada orang lain. Sedangkan Qanaah sendiri berarti nrimo (menerima) dan rela dengan berapa pun yang diberikan oleh Allah Ta'ala. Berapa pun rezeki yang didapat, ia tidak mengeluh. Mendapatkan rezeki banyak, bersyukur; mendapatkan rezeki sedikit, bersabar dan tidak mengumpat.

Ibnu Baththol mengomentari dan menjelaskan hadits Rasululloh di atas, "Yang dimaksud kaya bukanlah dengan banyaknya perbendaharaan harta. Karena betapa banyak orang yang telah dianugerahi oleh Allah harta tetapi masih merasa tidak cukup (alias fakir). Ia ingin terus menambah dan menambah. Ia pun tidak ambil peduli dari manakah harta tersebut datang. Inilah orang yang fakir terhadap harta (tidak merasa cukup dengan harta). Sikapnya demikian karena niatan jelek dan kerakusannya untuk terus mengumpulkan harta. Padahal, hakikat kaya adalah kaya hati, yaitu seseorang yang merasa cukup dengan yang sedikit yang Allah beri. Ia pun tidak rakus untuk terus menambah."

Melalui penjelasan hadits tentang pengertian kaya menurut dalil hadist Nabi di atas maka kita dapat memetik ibroh dan pelajaran bahwa andaik kita telah bisa mengamalkan hadis di atas, saat itulah kita bisa memiliki kesempatan besar untuk menjadi orang terkaya di dunia. Ujung-ujungnya, keberuntunganlah yang menanti kita. Lebih lanjut Rasulullah SAW menjanjikan : "Beruntunglah orang yang beragama Islam, dikaruniai rezeki yang cukup, dan dia dijadikan menerima apa pun yang dikaruniakan Allah (kepadanya)." (HR Muslim).

Dengan demikian maka kita harus percaya dan yakin bahwa Allah SWT senantiasa berbuat kepada setiap hamba-Nya yang qanaah. Allah SWT menjadikan keberkahan pada rezekinya. Selain itu, ukuran kecukupan dalam kacamata Nabi SAW seperti disabdakannya : "Siapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya." (HR Tirmidzi, dinilai hasan oleh al-Albani).

Al-Quran menyatakan pula :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
“Hai manusia, kamulah yang butuh kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (Qs Fathir: 15)
Demikian sesungguhnya hakikat kekayaan dalam terminologi pandangan Islam dari dalil Al-Qur'an maupun As-Sunnah Rasul yang patut kita renungi bersama. Wallahu a'lam.

Keterangan Hadits Dlo'if Tentang Amalan Ibadah Bid'ah di Bulan Sya'ban

Bulan Sya'ban merupakan bulan pengantar sampai ke bulan Ramadhan yang penuh berkah. Kerap kali orang melalaikan bulan ini dalam beribadah sebab hanya menantikan datangnya bulan  Ramadhan saja. Padahal, Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah haditsnya :

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk shaum ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i no. 2357. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Berikut uraian keterangan kumpulan Hadis DHAIF dan palsu seputar bulan SYA’BAN

1) HADITS PERTAMA, tentang SHAUM NISHFU SYA’BAN.
عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا، فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، فَيَقُولُ: أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ أَلَا مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلَا مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا، حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ " (رواه ابن ماجة)
Dari Ali bin Abi Thalib ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Apabila tiba malam pertengahan bulan Sya’ban, maka shalatlah kalian pada malam harinya dan shaumlah kalian pada siang harinya. Karena sesungguhnya Allah SWT turun pada waktu tersebut, pada waktu terbenamnya matahari ke langit dunia, kemudian berfirman, ‘Adakah orang yang memohon ampunan pada-Ku, maka akan Aku ampuni dosa-dosanya. Adakah orang yang meminta rizki pada-Ku, maka akan Aku berikan rizki padanya. Adakah orang yang sakit, maka akan aku sembuhkan dari penyakitnya. Adakah orang yang demikian, maka demikian’, hingga terbitnya matahari. (HR. Ibnu Majah)
ANALISIS SANAD:
Dikeluarkan oleh Ibnu Mâjah no. 1388, Al-Baihaqy dalam Syu’abul Imân 3/378, Al-Mizzy dalam Tahdzîbul Kamâl. Seluruh ulama sepakat akan lemahnya hadits di atas. Namun Syaikh Al-Albâny dalam Adh-Dha’îfah no. 2132 berpendapat bahwa sanad hadits di atas adalah palsu, karena Ibnu Abi Sarbah -salah seorang perawinya- telah dicap oleh Ahmad bin Hanbal dan Yahya bin Ma’in sebagai pemalsu hadits.
*Oleh karena itu mengkhususkan shaum pada nishfu sya’ban dengan keyakinan memiliki fadhilah tertentu adalah tidak ada dasar nash shahihnya.

2) DO’A MINTA BERKAH Khusus BULAN RAJAB, SYA’BAN DAN RAMADHAN.
حدثنا علي بن سعيد الرازي قال : نا عبد السلام بن عمر الجني قال : نا زائدة بن أبي الرقاد قال : نا زياد النميري ، عن أنس بن مالك قال : كان رسولُ الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل رجبَ قال : « اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ ، وَشَعْبَانَ ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ » « لا يروى هذا الحديث عن رسول الله صلى الله عليه وسلم إلا بهذا الإسناد ، تفرد به : زائدة بن أبي الرقاد »
“Adalah Nabi shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam bila beliau telah memasuki bulan Rajab beliau berdoa: ‘Ya Allah, berkahilah untuk kami bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.”

ANALISIS SANAD:
Hadits di atas dikeluarkan oleh Ahmad 1/259, Ath-Thabarâny dalam Al-Ausath 4/no. 3939 dan dalam Ad-Du’â’ no. 911, Al-Baihaqy dalam Syu’abul Imân 3/375 dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 6/269 dari jalan Zâ’idah bin Abi Ar-Ruqâd dari Ziyâd An-Numairy dari Anas bin Malik radhiyallâhu ‘anhu. Zâ’idah bin Abi Ar-Ruqâd menurut Imam Al-Bukhâry MUNKARUL HADITS, dan Ziyâd An-Numairy juga lemah sebagaimana yang diterangkan oleh Imam Adz-Dzahaby dalam Mizânul I’tidâl. Dan hadits di atas dilemahkan pula oleh Syaikh Al-Albâny dalam Dho’îful Jami’.

3) SHAUM TIGA HARI DALAM SEBULAN DIAKHIRKAN HINGGA TERKUMPUL SHAUM SETAHUN, DAN KADANG SHAUM TIGA HARI ITU DIAKHIRKAN HINGGA BELIAU SHAUM SYA’BAN.
حدثنا أحمد قال : نا علي بن حرب الجنديسابوري قال : نا سليمان بن أبي هوذة قال : نا عمرو بن أبي قيس ، عن محمد بن عبد الرحمن بن أبي ليلى ، عن أخيه عيسى ، عن أبيه عبد الرحمن ، عن عائشة قالت : « كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ يَصُوْمُ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ ، فَرُبَّمَا أَخَرَ ذَلِكَ حَتَّى يَجْتَمِعَ عَلَيْهَ صَوْمُ السَّنَةِ ، وربما أخره حتى يصوم شعبان » « لا يروى هذا الحديث عن عبد الرحمن بن أبي ليلى إلا بهذا الإسناد ، تفرد به : عمرو »
“Adalah Rasulullah shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam biasa berpuasa tiga hari dalam sebulan. Dan kadang beliau mengakhirkan hal tersebut hingga terkumpul puasa setahun, dan kadang beliau akhirkan hingga beliau berpuasa Sya’ban.”

ANALISIS SANAD:
Hadits di atas dikeluarkan oleh Ath-Thabarâny dalam Al-Ausath 2/no. 2098. Dan dalam sanadnya ada ‘Abdurrahman Ibnu Abi Laila dan beliau dha’îful hadîts (lemah haditsnya). Demikian keterangan Al-Haitsamy dalam Majma’ Az-Zawâ’id 3/441 dan Ibnu Hajar dalam Fathul Bâry 4/214.

4) SYA’BAN BULAN NABI MUHAMMAD SAW.
عَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى الله عليه وسلم: رَجَبٌ شَهْرُ اللَّهِ، وَشَعْبَانُ شَهْرِي، وَرَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِي، ....
“Rajab adalah bulannya Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulannya umatku.”

ANALISIS SANAD:
Hadits ini dikeluarkan oleh Al-Baihaqy dalam Syu’abul Imân 3/374 dari jalan Nûh bin Abi Maryam dari Zaid Al-‘Ammy dari Yazid Ar-Raqâsyi dari Anas bin Mâlik radhiyallâhu ‘anhu. Berkata Al-Baihaqy setelah meriwayatkannya, “Sanad ini sangatlah mungkar.” Dan Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Tabyîn Al-Ujab telah menegaskan bahwa hadits ini adalah hadits palsu dari kedustaan Nuh bin Abi Maryam.
Dan Syaikh Al-Albany dalam Adh-Dha’îfah no. 4400 menyebutkan bahwa Al-Ashbahâny dalam At-Targhîb membawakan riwayat lain dengan sanad yang mursal dari AL-Hasan Al-Bashry. Dan demikian pula disebutkan oleh Asy-Syaukâny dalam Nailul Authâr 4/331, 621 dikeluarkan oleh Abul Fath Ibnu Abil Fawâris.

5) KEUTAMAAN SYA’BAN TERHADAP BULAN-BULAN SELAINNYA SEPERTI KEUTAMAAN MUHAMMAD TERHADAP NABI-NABI SELAINNYA.
فَضْلُ رَجَبَ عَلَى سَائِرِ الشُّهُوْرِ كَفَضْلِ الْقُرْآنِ عَلَى سَائِرِ الأَذْكَارِ، وَفَضْلُ شَعْبَانَ عَلَى سَائِرِ الشُّهُوْرِ كَفَضْلِ مُحَمَّدٍ عَلَى سَائِرِ الأَنْبِيَاءِ، وَفَضْلُ رَمَضَانَ عَلَى سَائِرِ الشُّهُوْرِ كَفَضْلِ اللهِ عَلَى عِبَادِهِ
“Keutamaan Rajab terhadap bulan-bulan yang lain adalah seperti keutamaan Al-Qur’ân terhadap dzikir-dzikir selainnya, dan keutamaan Sya’ban terhadap bulan-bulan selainnya adalah seperti keutamaan Muhammad terhadap nabi-nabi selainnya, dan keutamaan Ramadhan terhadap bulan-bulan selainnya adalah seperti keutamaan Allah terhadap segenap hamba-Nya.”

DERAJAT HADITS:
Hadits di atas adalah hadits palsu. Demikian keterangan Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Tabyîn Al-Ujab sebagaimana dalam Kasyful Khafa’ karya Al-Ajlûny 2/85 dan Al-Mashnû’ fi Ma’rifah Al-Hadits Al-Maudhû’ karya ‘Ali Qâri’ hal. 128.

6) SHAUM YANG PALING UTAMA SETELAH RAMADHAN ADALAH ‘SYA’BAN.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ مُوسَى عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ: سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الصَّوْمِ أَفْضَلُ بَعْدَ رَمَضَانَ؟ فَقَالَ: شَعْبَانُ لِتَعْظِيمِ رَمَضَانَ، قِيلَ: فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ. 
“Nabi shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam ditanya, ‘Shaum apakah yang afdhol setelah Ramadhan?’ Beliau menjawab, ‘Sya’ban, untuk mengagungkan Ramadhan.’ Kemudian ditanyakan lagi, ‘Shodaqah apakah yang afdhol?’ Beliau menjawab, ‘Shodaqah pada bulan Ramadhan.’”
ANALISIS SANAD:
Dikeluarkan oleh At-Tirmidzy no. 663 dan Al-Baihaqy dalam Syu’abul Imân dari Anas bin Malik radhiyallâhu ‘anhu. Dan dalam sanadnya ada Shodaqah bin Musa dan beliau dho’îful hadîts. Hadits ini dilemahkan oleh At-Tirmidzy, As-Suyuthy dan Al-Albany.
Demikian pula dilemahkan oleh Al-Hâfizh Ibnu Hajar dan beliau menganggap bahwa hadits di atas menyelisihi hadits Abu Hurairah riwayat Muslim no. 1163 dengan lafazh:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Seutama-utama shaum setelah Ramadhan adalah shaum bulan Allah Al-Muharram, dan seutama-utama shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)
Bulan Al-Muharram yang diinginkan dalam hadits mungkin bulan Muharram yang merupakan awal bulan dalam penanggalan Islam dan mungkin juga seluruh bulan harom dalam Islam yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab.

7) SYA’BAN ADALAH BULAN YANG DITULISKAN UNTUK MALAIKAT MAUT SIAPA YANG AKAN DICABUT NYAWANYA.
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ يَصُوْمُ حَتَّى نَقُوْلُ لاَ يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُوْلُ لاَ يَصُوْمُ وَكَانَ أَكْثَرَ فِيْ شَعْبَانَ فَقُلْتُ يَا رَسُوْلُ اللهِ مَالِيْ أَرَى أَكْثَرَ صِيَامِكَ فِيْ شَعْبَانَ فَقَالَ يَا عَائِشَةُ إِنَّهُ شَهْرٌ يُنْسَخُ لِمَلَكِ الْمَوْتِ مِنْ يَقْبَضُ فَأُحِبُّ أَنْ لاَ يُنْسَخَ اسْمِيْ إِلاَّ وَأَنَا صَائِمٌ
“Adalah Rasulullah shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam berpuasa hingga kami berkata bahwa beliau tidak (akan/pernah) berbuka, dan beliau berbuka hingga kami berkata bahwa beliau tidak (akan/pernah) berpuasa, dan kebanyakan puasa beliau pada bulan Sya’ban. Maka saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, kenapa saya melihat kebanyakan puasamu (adalah) pada bulan Sya’ban?’ Beliau berkata, ‘Wahai ‘Aisyah, ia adalah bulan yang dituliskan untuk malaikat maut siapa yang akan dicabut nyawanya, maka saya senang namaku ditulis sedang saya dalam keadaan berpuasa.’”
ANALISIS SANAD:
Hadits di atas disebutkan oleh Ibnu Abi Hatim dalam Al-Ilal 1/250-251 dari hadits ‘Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ. Beliau menanyakan kedudukan hadits ini kepada ayahnya, Abu Hatim -salah seorang pakar Ilalul hadits di masanya-. Maka Abu Hatim berkomentar bahwa hadits tersebut adalah hadits yang mungkar.

8) MALAM NISHFU SYA’BAN MALAM TIDAK AKAN TERTOLAK DO’A.
خَمْسُ لَيَالٍ لاَ تُرَدُّ فِيْهِنَّ الدَّعْوَةُ: أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَب، وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، وَلَيْلَةُ الْجُمُعَةِ، وَلَيْلَةُ الْفِطْرِ، وَلَيْلَةُ النَّحْرِ
“Ada lima malam yang do’a tidak tertolak padanya: awal malam pada bulan Rajab, malam nishfu Sya’ban, malam Jum’at, mala ‘Iedul Fitri dan malam ‘Iedul Adha.”
ANALISIS SANAD:
Dikeluarkan oleh Ibnu ‘Asâkir dan Ad-Dailamy dari hadits Abu Umâmah Al-Bâhily radhiyallâhu ‘anhu. Demikian keterangan Syaikh Al-Albâny dalam Adh-Dha’îfah no. 1452 dan beliau memvonis hadits di atas sebagai hadits maudhû’ (palsu).

9) MENGHIDUPKAN MALAM NISHFU SYA’BAN.
مَنْ أَحْيَا لَيْلَتَي الْعِيْدَيْنِ وَلَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوْتُ الْقُلُوْبُ
“Siapa yang menghidupkan malam dua ‘Ied dan malam nishfu Sya’ban, niscaya hatinya tidak akan mati pada hari semua hati menjadi mati.
ANALISIS SANAD:
Hadits di atas dikeluarkan oleh Ibnu Jauzy dalam Al-‘Ilal Al-Mutanâhiyah 2/71-72 dari shahabat Kurdûs radhiyallâhu ‘anhu. Demikian pula disebutkan oleh Al-Hâfizh Ibnu Hajar dalam Al-Ishôbah 5/585 dan Ibnu Atsîr dalam Usudul Ghâbah 1/931. Al-Hâfizh menyatakan bahwa Marwân bin Salîm -salah seorang perawinya- adalah seorang rawi yang matrûk (ditinggalkan haditsnya) dan muttaham bil kadzib (dituduh berdusta). Dalam Lisânul Mizân pada biografi ‘Isa bin Ibrahim bin Thahmân -salah seorang perawi hadits di atas- Ibnu Hajar menghukumi hadits di atas sebagai hadits yang mungkar lagi mursal.

10) APABILA MASUK PERTENGAHAN BULAN SYA’BAN TIDAK ADA SHAUM HINGGA DATANGNYA BULAN RAMADHAN.
إِذَا كَانَ النِّصْفُ مِنْ شَعْبَانَ فَلاَ صَوْمَ حَتَّى يَجِيْئَ رَمَضَانُ
“Apabila masuk pertengahan dari bulan Sya’ban maka tidak ada lagi puasa hingga datangnya bulan Ramadhan.”
ANALISIS SANAD:
Hadits di atas dikeluarkan oleh ‘Abdurrazzâq 4/161, Ibnu Abi Syaibah 2/284, Ahmad 2/442, Ad-Dârimy 2/29, Abu Dâud no. 2337, Ibnu Mâjah no. 1651, Ibnu Hibbân no. 3589, 3591, Ad-Dâruquthny 2/191, Ath-Thâhawy dalam Syarah Ma’âny Al-Atsâr 2/82, Ibnu Ady dalam Al-Kâmil 5/280, Ath-Thabarâny dalam Al-Ausath 7/no. 6863 dan dalam Musnad Asy-Syamiyyîn no. 1827, Al-Baihaqy 4/209 dan Al-Khathib 8/48.
hadits di atas telah dilemahkan oleh sejumlah ulama. hadits di atas adalah hadits yang mungkar. Demikian komentar Imam Ahmad, ‘Abdurrahman bin Mahdi, Abu Zur’ah Ar-Razy dan Al-Atsram serta diikuti oleh Abu Ya’la Al-Khalily (16) dan Az-Zarkasyi (17) dan lainlainnya. Imam Ahmad berkata bahwa hadits di atas adalah hadits yang paling mungkar yang diriwayatkan oleh Al-‘Alâ’ bin ‘Abdurrahman.

11) SHALAT MALAM NISHFU SYA’BAN 100 RAKA’AT DENGAN MEMBACA ‘QUL HUWALLÂHU AHAD’ 1000 X.
يَا عَلِيُّ مَنْ صَلَّى لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ مِئَةَ رَكْعَةٍ بِأَلْفِ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ قَضَى اللهُ لَتهُ كَلَّ حَاجَةٍ طَلَبَهَا تِلْكَ اللَّيْلَةَ
“Wahai ‘Ali, siapa yang shalat malam nishfu Sya’ban seratus raka’at dengan (membaca) ‘Qul Huwallâhu Ahad’ seribu (kali) maka Allah akan menunaikan seluruh hajat yang dia minta pada malam itu.”
ANALISIS SANAD:
Hadits ini disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam Al-Manâr Al-Munîf hal. 78 dan Asy-Syaukâny dalam Al-Fawâ’id Al-Majmû’ah hal. 50-51 sebagai hadits yang maudhû’ (palsu). Dan baca pula lafazh yang mirip dengannya dalam Lisânul Mizân karya Al-Hâfizh Ibnu Hajar pada biografi Muhammad bin Sa’îd Ath-Thabary.
Berkata Syaikh Ibnu Baz rahimahullâh, “Adapun (hadits-hadits) yang menjelaskan tentang shalat pada malam (nishfu Sya’ban) seluruhnya adalah maudhû’ (palsu) sebagaimana yang diingatkan oleh banyak ulama.”
Dan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin menjelaskan bahwa orang yang melakukan shalat pada malam nishfu Sya’ban ada tiga tingkatan:
1. Orang yang melakukan kebiasaan shalatnya sebagaimana hari-hari lainnya, tanpa meyakini adanya keutamaan khusus bagi orang yang melakukan shalat pada malam nishfu Sya’ban. Yang seperti ini tidak mengapa, karena tidak ada padanya bentuk bid’ah dalam agama.
2. Ia melakukan shalat pada malam nishfu Sya’ban tidak pada selainnya. Ini adalah bid’ah dalam agama, karena Nabi shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam dan para shahabatnya tidak pernah melakukannya dan tidak mencontohkannya.
3. Ia melakukan shalat dengan jumlah raka’at tertentu pada setiap tahun. Ini lebih besar bid’ahnya dan lebih jauh dari Sunnah ketimbang yang kedua. Karena hadits-hadits tentang hal tersebut semuanya maudhû’ (palsu).

12) MEMBACA ‘QUL HUWALLÂHU AHAD’ 1000 X PADA MALAM NISHFU SYA’BAN.
مَنْ قَرَأَ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ أَلْفَ مَرَّةٍ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ بَعَثَ اللهُ إِلَيْهِ مِئَةَ أَلْفِ مَلَكٍ يُبَشِّرُوْنَهُ
“Siapa yang membaca pada malam nishfu Sya’ban ‘Qul Huwallâhu Ahad’ seribu kali, niscaya Allah akan mengutus untuknya seratus ribu malaikat memberi kabar gembira kepadanya.”
ANALISIS SANAD:
Hadits ini disebutkan oleh Al-Hâfizh Ibnu Hajar dalam Lisânul Mizân pada biografi Muhammad bin ‘Abd bin ‘Amir As-Samaqandy sebagai salah satu bentuk/(contoh) hadits palsunya. Dan disebutkan pula oleh Ibnul Qayyim dalam Al-Manâr Al-Munîf hal. 78.

13) SHALAT PADA MALAM NISHFU SYA’BAN 12 RAKA’AT, PADA SETIAP RAKA’AT IA MEMBACA ‘QUL HUWALLÂHU AHAD’ 30 X .
مَنْ صَلَّى لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ ثِنْتَيْ عَشَرَ رَكْعَةً يِقْرَأُ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ ثَلاَثِيْنَ مَرَّةً قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ شُفِّعَ فِيْ عَشَرَةٍ قَدِ اسْتَوْجُبُوْا النَّارَ
“Siapa yang shalat pada malam nishfu Sya’ban 12 raka’at, pada setiap raka’at ia membaca ‘Qul Huwallâhu Ahad’ tiga puluh kali, niscaya Allah akan mengizinkannya untuk memberi syafa’at kepada sepuluh orang yang telah wajib masuk neraka.”
ANALISIS SANAD:
Hadits ini disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam Al-Manâr Al-Munîf hal. 78 sebagai hadits yang maudhû’ (palsu).
Berkata Ibnul Qayyim rahimahullâh, “Yang mengherankan, ada sebagian orang yang telah menghirup harumnya ilmu Sunnah tertipu dengan igauan ini dan melakukan shalat itu. Padahal shalat tersebut hanya diada-adakan setelah empat ratus tahun (munculnya/lahirnya) Islam dan munculnya di Baitul Maqdis, kemudian dipalsukanlah sejumlah hadits tentangnya.”

14) ORANG YANG MENGHIDUPKAN MALAM NISHFU SYA’BAN MAKA WAJIB BAGINYA SURGA.
مَنْ أَحْيَا اللَّيَالِيَ الْخَمْسَ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ: لَيْلَةُ التَّرْوِيَةِ، وَلَيْلَةُ عَرَفَةَ، وَلَيْلَةُ النَّحْرِ، وَلَيْلَةُ الْفِطْرِ، وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ
“Siapa yang menghidupkan malam-malam yang lima (ini), maka wajib baginya surga: malam Tarwiyah, malam ‘Arafah, malam ‘Iedul Adha, malam ‘Iedul Fitri dan malam nishfu Sya’ban.”
ANALISIS SANAD:
Hadits di atas dikeluarkan oleh Al-Ashbahâny dari Mu’âdz bin Jabal, dan dianggap sebagai hadits palsu oleh Syaikh Al-Albâny dalam Dha’îf At-Targhîb no. 667.                      

Syeikh Ibnu Baz rahimahullaah mengatakan, “Hadits yang menerangkan keutamaan malam nishfu Sya’ban adalah hadits-hadits yang lemah yang tidak bisa dijadikan sandaran. Adapun hadits yang menerangkan mengenai keutamaan shalat pada malam nishfu sya’ban, semuanya adalah berdasarkan hadits palsu (maudhu’). Sebagaimana hal ini dijelaskan oleh kebanyakan ulama.” (At Tahdzir minal Bida’, 20). Kita perhatikan beberapa hadits lainnya :

[Hadits Pertama]
إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعَرِ غَنَمِ كَلْبٍ
“Sesungguhnya Allah Ta’ala turun ke langit dunia pada malam nishfu Sya’ban, Dia akan mengampuni  dosa walaupun itu lebih banyak dari jumlah bulu yang ada di kambing Bani Kalb.” [Bani Kalb adalah salah satu kabilah di Arab yang punya banyak kambing]

Hadits ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Ibnu Majah. At Tirmidzi mengatakan bahwa beliau mendengar Muhammad (yaitu Imam Bukhari) mendhoifkan hadits ini. (Lihat As Silsilah Ash Shohihah, no. 1144)

[Hadits Kedua]
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا يَوْمَهَا. فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ أَلاَ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ أَلاَ مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلاَ مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلاَ كَذَا أَلاَ كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ
“Apabila datang malam nishfu sya’ban, maka hidupkanlah malam tersebut dan berpuasalah di siang harinya. Karena ketika itu, Allah turun ke langit dunia pada malam tersebut mulai dari tenggelamnya matahari. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Siapa saja yang meminta ampunan, Aku akan mengampuninya. Siapa saja yang meminta rizki, aku pun akan memberinya. Siapa saja yang tertimpa kesulitan, Aku pun akan membebaskannya. Siapa pun yang meminta sesuatu, Aku akan mengabulkannya hingga terbit fajar”.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Sanad hadits ini adalah lemah, bahkan menurut Syeikh Al Albani adalah maudhu’ (palsu) karena di dalamnya terdapat perowi yang bernama Ibnu Abi Sabroh yang tertuduh sering memasulkan hadits sebagaimana dikatakan dalam At Taqrib. Imam Ahmad bin Hambal dan Ibnu Ma’in juga berpendapat demikian yaitu Ibnu Abi Basroh sering memalsukan hadits. Sehingga Syeikh Al Albani berkesimpulan bahwa sanad hadits ini maudhu’ (palsu). (Lihat As Silsilah Adh Dho’ifah, no. 2132)

[Hadits Ketiga]
رَجَبٌ شَهْرُ اللهِ وَ شَعْبَانُ شَهْرِيْ وَ رَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِي .
“Rajab adalah syahrullah (bulan Allah), Sya’ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan ummatku.”
Dalam Al Jami’ Ash Shogir (6839), Syeikh Al Albani mengatakan bahwa hadits  ini dho’if.

[Hadits Keempat]
من صلى ليلة النصف من شعبان ثنتى عشرة ركعة يقرأ في كل ركعة قل هو الله أحد ثلاثين مرة، لم يخرج حتى يرى مقعده من الجنة …
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam nishfu sya’ban sebanyak 12 raka’at, setiap raka’atnya membaca surat “Qul huwallahu ahad” sebanyak tiga puluh kali, maka dia tidaklah akan keluar sampai dia melihat tempat duduknya di surga …”

Hadits ini dibawakan oleh Ibnul Jauziy dalam Al Maudhu’at (kumpulan hadits-hadits palsu). Ibnul Jauziy mengatakan bahwa hadits di atas adalah hadits maudhu’ (palsu) dan di dalamnya banyak perowi yang majhul (tidak dikenal). (Lihat Al Maudhu’at, 2/129)

Secara tegas Nabi Muhammad SAW menegur umatnya supaya benar-benar dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT tanpa memandang waktu bulan melaksanakannya, serta memperingatkan keras agar umatnya tidak beramal tanpa tuntunan. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin sekali umatnya mengikuti ajaran beliau berupa amal sholeh seperti yang Beliau contohkan. Jika Nabi tidak memberikan tuntunan dalam suatu ajaran, maka tidak perlu seorang pun mengada-ada dalam membuat suatu amalan. 
Seringkali diantara ummat Islam dalam memandang Ibadah di Bulan Sya'ban dengan melihat keutamaan-keutamaan hadits di Bulan Sya'ban dengan serta merta sampai melampaui tuntunan Allah yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. Padahal Islam sungguh mudah, cuma sekedar ikuti apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam contohkan, itu sudah cukup.

Dengan tegas Rasulullah SAW melalui hadits yang diterima dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, mengultimatum:
مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)

Pada hadits yang lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim ditegaskan pula:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)

Pengertian Bid'ah
Secara etimologis bid’ah didefinisikan oleh Asy Syatibi rahimahullah dalam kitab Al I’tishom:

عِبَارَةٌ عَنْ طَرِيْقَةٍ فِي الدِّيْنِ مُخْتَرَعَةٍ تُضَاهِي الشَّرْعِيَّةَ يُقْصَدُ بِالسُّلُوْكِ عَلَيْهَا المُبَالَغَةُ فِي التَّعَبُدِ للهِ سُبْحَانَهُ
“Suatu istilah untuk suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil, pen) yang menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika menempuhnya adalah untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala.”

Amalan Ibadah Sunnah di Bulan Sya’ban
Tentang Ibadah yang disunnahkan di bulan Sya’ban adalah memperbanyak shaum. Seperti yang disaksikan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha melalui sebuah hadits Aisyah RA berkata:

فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ
“Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)

Melalui hadits ini jelas dicontohkan agar kita memperbanyak shaum di bulan Sya'ban ini, tetapi shaumnya ini bukan merupakan shaum yang dikhususkan untuk hari-hari tertentu di bulan tersebut, melainkan shaum sunnah yang biasa dilakukan di bulan-bulan yang lainnya. Seperti shaum senin - kamis, shaum pertengahan bulan ataupun shaum daud.
Selain itu juga bulan sya’ban yang amat dekat dengan bulan Ramadhan, khusus bagi yang masih memiliki utang shaum qodo, maka ia punya kewajiban untuk segera melunasinya. Jangan sampai ditunda kelewat bulan Ramadhan berikutnya.

Amalan Ibadah Bid'ah di Bulan Sya’ban
Adapun amalan yang tidak ada tuntunan dari Nabi SAW atau dengan kata lain Ibadah Bid'ah,  tumbuh subur di bulan Sya’ban, dengan motivasi dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Sangat dimungkinkan amalan tersebut adalah warisan leluhur yang dijadikan ritual, atau mungkin didasarkan pada hadits dho’if (lemah) atau maudhu’ (palsu). 
Berikut beberapa di antara Ibadah Bid'ah di Bulan Sya'ban:

1. Kirim do’a untuk kerabat yang telah meninggal dunia dengan baca yasinan atau tahlilan. Yang dikenal dengan Ruwahan karena Ruwah (sebutan bulan Sya’ban bagi orang Jawa) berasal dari kata arwah sehingga bulan Sya’ban identik dengan kematian. Makanya sering di beberapa daerah masih laris tradisi yasinan atau tahlilan di bulan Sya’ban. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat tidak pernah mencontohkannya. Tiada ada hadits dlo'if pun yang menyatakan amalan ibadah seperti ini.

2. Menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan shalat dan do’a
Tentang malam Nishfu Sya’ban sendiri ada beberapa kritikan di dalamnya, di antaranya:
a. Tidak ada satu dalil pun yang shahih yang menjelaskan keutamaan malam Nishfu Sya’ban. Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Tidak ada satu dalil pun yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Dan dalil yang ada hanyalah dari beberapa tabi’in yang merupakan fuqoha’ negeri Syam.” (Lathoif Al Ma’arif, 248). Juga yang mengatakan seperti itu adalah Abul ‘Ala Al Mubarakfuri, penulis Tuhfatul Ahwadzi.
Contoh hadits dho’if yang membicarakan keutamaan malam Nishfu Sya’ban, yaitu hadits Abu Musa Al Asy’ari, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِى لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
“Sesungguhnya Allah akan menampakkan (turun) di malam Nishfu Sya’ban kemudian mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan dengan saudaranya.” (HR. Ibnu Majah no. 1390). Penulis Tuhfatul Ahwadzi berkata, “Hadits ini munqothi’ (terputus sanadnya).” [Berarti hadits tersebut dho’if/ lemah].

b. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَخْتَصُّوا لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اللَّيَالِى وَلاَ تَخُصُّوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ الأَيَّامِ
“Janganlah mengkhususkan malam Jum’at dari malam lainnya untuk shalat. Dan janganlah mengkhususkan hari Jum’at dari hari lainnya untuk berpuasa.” (HR. Muslim no. 1144). Seandainya ada pengkhususan suatu malam tertentu untuk ibadah, tentu malam Jum’at lebih utama dikhususkan daripada malam lainnya. Karena malam Jum’at lebih utama daripada malam-malam lainnya. Dan hari Jum’at adalah hari yang lebih baik dari hari lainnya karena dalam hadits dikatakan, “Hari yang baik saat terbitnya matahari adalah hari Jum’at.” (HR. Muslim). Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan agar jangan mengkhususkan malam Jum’at dari malam lainnya dengan shalat tertentu, hal ini menunjukkan bahwa malam-malam lainnya lebih utama untuk tidak dikhususkan dengan suatu ibadah di dalamnya kecuali jika ada dalil yang mendukungnya. (At Tahdzir minal Bida’, 28).

c. Malam nishfu Sya’ban sebenarnya seperti malam lainnya.
Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Malam Nishfu Sya’ban sebenarnya seperti malam-malam lainnya. Janganlah malam tersebut dikhususkan dengan shalat tertentu. Jangan pula mengkhususkan puasa tertentu ketika itu. Namun catatan yang perlu diperhatikan, kami sama sekali tidak katakan, “Barangsiapa yang biasa bangun shalat malam, janganlah ia bangun pada malam Nishfu Sya’ban. Atau barangsiapa yang biasa berpuasa pada ayyamul biid (tanggal 13, 14, 15 H), janganlah ia berpuasa pada hari Nishfu Sya’ban (15 Hijriyah).” Ingat, yang kami maksudkan adalah janganlah mengkhususkan malam Nishfu Sya’ban dengan shalat tertentu atau siang harinya dengan puasa tertentu.” (Liqo’ Al Bab Al Maftuh, kaset no. 115)

d. Dalam hadits-hadits tentang keutamaan malam Nishfu Sya’ban disebutkan bahwa Allah akan mendatangi hamba-Nya atau akan turun ke langit dunia. Perlu diketahui bahwa turunnya Allah di sini tidak hanya pada malam Nishfu Sya’ban. Sebagaimana disebutkan dalam Bukhari-Muslim bahwa Allah turun ke langit dunia pada setiap 1/3 malam terakhir, bukan pada malam Nishfu Sya’ban saja. Oleh karenanya, keutamaan malam Nishfu Sya’ban sebenarnya sudah masuk pada keumuman malam, jadi tidak perlu diistimewakan.

‘Abdullah bin Al Mubarok rahimahullah pernah ditanya mengenai turunnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban, lantas beliau pun memberi jawaban pada si penanya, “Wahai orang yang lemah! Yang engkau maksudkan adalah malam Nishfu Sya’ban?! Perlu engkau tahu bahwa Allah itu turun di setiap malam (bukan pada malam Nishfu Sya’ban saja, -pen).” Dikeluarkan oleh Abu ‘Utsman Ash Shobuni dalam I’tiqod Ahlis Sunnah (92).

Al ‘Aqili rahimahullah mengatakan, “Mengenai turunnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban, maka hadits-haditsnya itu layyin (menuai kritikan). Adapun riwayat yang menerangkan bahwa Allah akan turun setiap malam, itu terdapat dalam berbagai hadits yang shahih. Ketahuilah bahwa malam Nishfu Sya’ban itu sudah masuk pada keumuman malam, insya Allah.” Disebutkan dalam Adh Dhu’afa’ (3/29).

3. Menjelang Ramadhan diyakini sebagai waktu utama untuk ziarah kubur,
yaitu mengunjungi kubur orang tua atau kerabat (dikenal dengan “nyadran”). Yang tepat, ziarah kubur itu tidak dikhususkan pada bulan Sya’ban saja. Kita diperintahkan melakukan ziarah kubur setiap saat agar hati kita semakin lembut karena mengingat kematian. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
زُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ الآخِرَةَ

“Lakukanlah ziarah kubur karena hal itu lebih mengingatkan kalian pada akhirat (kematian).” (HR. Muslim no. 976). Jadi yang masalah adalah jika seseorang mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertentu dan meyakini bahwa menjelang Ramadhan adalah waktu utama untuk ‘nyadran’ atau ‘nyekar’. Ini sungguh suatu kekeliruan karena tidak ada dasar dari ajaran Islam yang menuntunkan hal ini.

4. Menyambut bulan Ramadhan dengan mandi besar, adusan, atau keramasan.
Amalan seperti ini juga tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Puasa tetap sah jika tidak lakukan keramasan, atau padusan ke tempat pemandian atau pantai (seperti ke Parangtritis). Mandi besar itu ada jika memang ada sebab yang menuntut untuk mandi seperti karena junub maka mesti mandi wajib (mandi junub). Lebih parahnya lagi mandi semacam ini (yang dikenal dengan “padusan”), ada juga yang melakukannya campur baur laki-laki dan perempuan (baca: ikhtilath) dalam satu tempat pemandian. Ini sungguh merupakan kesalahan yang besar karena tidak mengindahkan aturan Islam. Bagaimana mungkin Ramadhan disambut dengan perbuatan yang bisa mendatangkan murka Allah?!

Cukup dengan Ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,
اتَّبِعُوا، وَلا تَبْتَدِعُوا فَقَدْ كُفِيتُمْ، كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ
“Ikutilah (petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen), janganlah membuat amalan yang tidak ada tuntunannya. Karena (ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) itu sudah cukup bagi kalian. Semua bid’ah adalah sesat.” (Diriwayatkan oleh Ath Thobroniy dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 8770. Al Haytsamiy mengatakan dalam Majma’ Zawa’id bahwa para perowinya adalah perawi yang dipakai dalam kitab shohih)

Orang yang beramal sesuai tuntunan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, itulah yang akan merasakan nikmat telaga beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam kelak. Sedangkan orang yang melakukan ajaran tanpa tuntunan, itulah yang akan terhalang dari meminum dari telaga yang penuh kenikmatan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، لَيُرْفَعَنَّ إِلَىَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لأُنَاوِلَهُمُ اخْتُلِجُوا دُونِى فَأَقُولُ أَىْ رَبِّ أَصْحَابِى . يَقُولُ لاَ تَدْرِى مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ
“Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Dinampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tidak mengetahui ajaran yang tanpa tuntunan yang mereka buat sesudahmu.’ ” (HR. Bukhari no. 7049). 

Sehingga kita patut hati-hati dengan amalan yang tanpa dasar. Beramallah dengan ilmu dan sesuai tuntunan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata,

مَنْ عَبَدَ اللهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ
“Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.” (Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Ibnu Taimiyah).

Berikut ini adalah pendapat beberapa 'ulama terkait 'amalan nishfu Sya'ban
(diambil dari Rumah Fiqihnya ustaadz Ahmad Sarwat, Lc)

Banyak pemandangan sering kita lihat sekarang ini di mana sebagian muslim berkumpul untuk berdzikir dan berdoa khusus di malam nishfu Sya'ban di masjid-masjid, tapi tidak kita temui di zaman Rasuulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam maupun di zaman shahabat radhiyallaahu 'anhum. Kita baru menemukannya di zaman taabi'iin, satu lapis generasi setelah generasi para shahabat.

Al-Qasthalani dalam kitabnya, Al-Mawahib Alladunniyah jilid 2 halaman 59, menuliskan bahwa generasi taabiin di negeri Syam seperti Khalid bin Mi'dan dan Makhul telah ber-juhud (mengkhususkan beribadah) pada malam nishfu Sya'ban. Maka dari mereka berdua orang-orang mengambil panutan.

Namun disebutkan terdapat kisah-kisah Israiliyat dari mereka. Sehingga hal itu diingkari oleh para ulama lainnya, terutama ulama dari hijaz, seperti Atho' bin Abi Mulkiyah, termasuk para ulama Malikiyah yang mengatakan bahwa hal itu bid'ah.

Al-Qasthalany kemudian meneruskan di dalam kitabnya bahwa para ulama Syam berbeda pendapat dalam bentuk teknis ibadah di malam nishfu Sya'ban.

1. Bentuk Pertama
Dilakukan di malam hari di masjid secara berjamaa'ah. Ini adalah pandangan Khalid bin Mi'dan, Luqman bin 'Amir. Dianjurkan pada malam itu untuk mengenakan pakaian yang paling baik, memakai harum-haruman, memakai celak mata (kuhl), serta menghabiskan malam itu untuk beribadah di masjid.

Praktek seperti ini disetujui oleh Ishaq bin Rahawaih dan beliau berkomentar tentang hal ini, "Amal seperti ini bukan bid'ah." Dan pendapat beliau ini dinukil oleh Harb Al-Karamani dalam kitabnya.

2. Bentuk kedua
Pendapat ini didukung oleh Al Auza'i dan para ulama Syam umumnya. Bentuknya bagi mereka cukup dikerjakan saja sendiri-sendiri di rumah atau di mana pun. Namun tidak perlu dengan pengerahan masa di masjid baik dengan doa, dzikir maupun istighfar. Mereka memandang hal itu sebagai sesuatu yang tidak dianjurkan.
Jadi di pihak yang mendukung adanya ritual ibadah khusus di malam nishfu sya'ban itu pun berkembang dua pendapat lagi.

Al-Imam An-Nawawi
Al-Imam An-Nawawi rahimahullaah, seorang ahli fiqih kondang bermazhab Syaafi'i yang punya banyak karya besar dan kitabnya dibaca oleh seluruh pesantren di dunia Islam (di antaranya kitab Riyaadhu ashshaalihin, arba'in an-nawawiyah, al-majmu'), punya pendapat menarik tentang ritual khusus di malam nisfu sya'ban.

Beliau berkata bahwa shalat satu bentuk ritual yang bid'ah di malam itu adalah shalat 100 raka'at, hukumnya adalah bid'ah. Sama dengan shalat raghaib 12 raka'at yang banyak dilakukan di bulan Rajab, juga shalat bid'ah. Keduanya tidak ada dalilnya dari Rasuulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam.

Beliau mengingatkan untuk tidak terkecoh dengan dalil-dalil dan anjuran, baik yang ada di dalam kitab Ihya' Ulumiddin karya Al-Ghazali, atau kitab Quut Al-Qulub karya Abu Talib Al-Makki.

Ustadz 'Athiyah Shaqr
Beliau adalah kepala Lajnah Fatwa di Al-Azhar Mesir di masa lalu. Dalam pendapatnya beliau mengatakan bahwa tidak mengapa bila kita melakukan shalat sunnah di malam nisfu sya'ban antara Maghrib dan 'Isya demi untuk bertaqarrub kepada Allah. Karena hal itu termasuk kebaikan. Demikian juga dengan ibadah sunnah lainnya sepanjang malam itu, dengan berdoa, meminta ampun kepada Allaah. Semua itu memang dianjurkan. Namun lafadz doa panjang umur dan sejenisnya, semua itu tidak ada sumbernya dari Rasuulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam.

Dr. Yusuf al-Qaradawi
Ulama yang sering dijadikan rujukan oleh para aktifis dakwah berpendapat tentang ritual di malam nasfu sya'ban bahwa tidak pernah diriwayatkan dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dan para shahabat bahwa mereka berkumpul di masjid untuk menghidupkan malam nishfu Sya'ban, membaca doa tertentu dan shalat tertentu seperti yang kita lihat pada sebagian negeri orang Islam.

Juga tidak ada riwayat untuk membaca surah Yasin, shalat dua raka'at dengan niat panjang umur, dua raka'at yang lain pula dengan niat tidak bergantung kepada manusia, kemudian mereka membaca do`a yang tidak pernah dipetik dari golongan salaf (para shahabah, taabi`iin dan tabi’ attaabi`iin).
Wallaahu a'lam bishshawaab...

Demikian sebuah Amalan Ibadah Bid'ah di Bulan Sya'ban Keterangan Hadits Dlo'if. Semoga dapat dijadikan referensi kita dalam beribadah yang sesuai dengan Sunnah Rasulullah SAW. 

Cerita Pilu April Mop Bagi Umat Islam

Cerita Pilu April Mop - Bagi umat muslim ada kisah sedih dari asal mula perayaan April Mop dimana perayaan tersebut merupakan ungkapan kesenangan atas kemenangan atas pembantaian umat Islam di Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan dengan cara menipu. Perayaan itu kemudian diperingati sebagai hari Iseng-isengan, dimana siapa saja boleh jahil, berbohong, menipu untuk hiburan atau bercanda.

Sampai sekarang ini Budaya April Mop di kalangan orang-orang Nasrani, Kristiani ataupun siapa saja yang suka ikut-ikutan bersuka-suka menipu teman, sahabat, orangtua, saudara, atau siapa saja, dan sang target tidak akan marah atau emosi sebab menyadari hari itu April Mop. Budaya yang datang dari barat ini kini menyebar ke seluruh dunia termasuk Di Indonesia.

Memang permainan April Mop belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine’s Day, namun budaya April Mop sekarang terlihat yang makin akrab diketahui masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.

Bagaimana kisah awal mula April Mop ini, mari kita simak pemaparan berikut. Bahwa cerita Pilu April Mop, atau The April’s Fool Day Bagi Umat Islam bermula dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.

Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur’an, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.

Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur’an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.

Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.

Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.

Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April’s Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, tragedi April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.

Jadi, perhatikan sekeliling kita, mungkin terkena bungkus jahil sejarah April Mop tanpa kita sadari. (aswan/berbagaisumber/eramuslim dan republika).
Baca juga tulisan menarik artikel tentang aqiqah dalam Islam.

Kamus Bahasa Sunda Lemes Loma Lengkap Arti Indonesia

Kamus Bahasa Sunda Indonesia Terlengkap - Bahasa Sunda mengenal undak usuk bahasa yang berarti penerapan kata yang tepat dengan halus, kasar, lemes maupun loma. Selain itu penyampaian kata dalam kamus bahasa sunda dari yang lebih tua, untuk sendiri dan kepada sesama atau ke yang lebih muda harus ada perbedaan.

Kumpulan kamus lengkap SUNDA - INDONESIA telah disusun dan diurut sesuai alfabet sekitar 1.500 kata untuk memudahkan pencarian. Agar simpel bila anda sedang mencari kata tinggal menekan tombol keyboard ctrl+f dan masukan kata yang ingin diketahui.

Berikut kamus kata basa sunda terlengkap :
Kamus Bahasa Sunda Lemes Loma Lengkap Arti Indonesia
Bahasa Sunda mengenal undak usuk bahasa yang berarti penerapan kata yang tepat dengan halus, kasar, lemes maupun loma. Selain itu penyampaian kata dalam kamus bahasa sunda dari yang lebih tua, untuk sendiri dan kepada sesama atau ke yang lebih muda harus ada perbedaan.

Kumpulan kamus lengkap SUNDA – INDONESIA telah disusun dan diurut sesuai alfabet sekitar 1.500 kata untuk memudahkan pencarian. Agar simpel bila anda sedang mencari kata tinggal menekan tombol keyboard ctrl+f dan masukan kata yang ingin diketahui. 

Berikut kamus kata basa sunda terlengkap :
A
Aang arti-nya : Kakak
Abah arti-nya : Bapak
Abdi (sim) arti-nya : Saya 
Abot arti-nya : Berat
Acan arti-nya : Belum
Acuk / Raksukan arti-nya : Pakaian
Adat arti-nya : Tabiat
Adeuk arti-nya : Akan
Adi arti-nya : Adik
Adigung arti-nya : Angkuh
Adil arti-nya : Adil
Agan arti-nya : Tuan
Ageung arti-nya : Besar
Agul arti-nya : Bangga / Sombong
Aheng arti-nya : Aneh / Ganjil
Aing (kasar) arti-nya : Saya
Ajag arti-nya : Srigala
Ajeng arti-nya : Mengajukan
Ajleng /Ngajleng arti-nya : Lompat / Melompat
Akang arti-nya : Kakak
Akar arti-nya : Akar
Aki arti-nya : Kakek
Aksara arti-nya : Tulisan / Huruf
Ali arti-nya : Cincin
Alim arti-nya : Tidak Mau
Alit arti-nya : Kecil
Almenak arti-nya : Almanak
Alo arti-nya : Keponakan
Alung arti-nya : Lempar
Alus,Sae arti-nya : Bagus
Amang / Emang arti-nya : Paman
Amarah arti-nya : Emosi
Ambeh arti-nya : Agar
Ambek arti-nya : Marah
Ambekan arti-nya : Hawa Nafsu
Ambeu arti-nya : Mencium Bau
Ambu arti-nya : Ibu
Ameng arti-nya : Bermain
Amis arti-nya : Manis
Ampar arti-nya : Tilam
Ampir arti-nya : Hampir / Nyaris
Anak arti-nya : Anak
Ancin arti-nya : Sedikit Makan
Anclub arti-nya : Turun ke air
Ancur arti-nya : Hancur
Andiprek arti-nya : Lesesan
Anduk arti-nya : Handuk
Angel / Anggel arti-nya : Bantal
Angger arti-nya : Tetap
Anggo arti-nya : Pakai
Anggoan arti-nya : Pakaian
Angkat arti-nya : Pergi
Angkeng arti-nya : Pinggang
Angkeub arti-nya : Mendung
Angkeut arti-nya : Dagu
Anjang arti-nya : Mengunjungi
Anjeun arti-nya : Anda / Kamu
Anjeunna arti-nya : Dia/ia/beliau
Anom arti-nya : Muda
Antawis arti-nya : Antara
Anteur arti-nya : Antar
Antos arti-nya : Tunggu
Antuk / Antukna arti-nya : Akhirnya
Anu/nu arti-nya : Yang
Anyar arti-nya : Baru
Aos arti-nya : Baca
Apa arti-nya : Bapak
Apal arti-nya : Hafal
Api­api arti-nya : Pura­pura
Aprak arti-nya : Jelajah
Apu arti-nya : Batu Kapur
Arek / Rek arti-nya : Akan
Areung arti-nya : Arang
Arit arti-nya : Celurit
Artos arti-nya : Uang
Asa arti-nya : Sepertinya
Asak arti-nya : Masak / Matang
Asin arti-nya : Asin
Astana arti-nya : Pekuburan
Astra arti-nya : Wajah
Asup arti-nya : Masuk
Atah arti-nya : Mentah
Atanapi arti-nya : Atau
Atawa arti-nya : Atau
Ateul arti-nya : Gatal
Atik arti-nya : Didik / Ajar
Atikan arti-nya : Ajaran
Atoh arti-nya : Senang
Atos arti-nya : Sudah
Atra / Jatra arti-nya : Jelas
Awak arti-nya : Tubuh/Badan
Awang­awang arti-nya : Angkasa
Awewe arti-nya : Perempuan / Wanita
Awi arti-nya : Bambu
Awis arti-nya : Mahal
Awon arti-nya : Jelek
Aya arti-nya : Ada
Ayak arti-nya : Saring
Ayakan arti-nya : Saringan
Ayeuna arti-nya : Kini/Sekarang
B
Babar arti-nya : Lahir
Babaturan arti-nya : Teman
Badag arti-nya : Besar
Bade arti-nya : Akan
Bagean arti-nya : Bagian
Bagel / Ngabagel arti-nya : Keras / Mengeras
Bagja arti-nya : Bahagia
Bagong arti-nya : Ba­bi Hutan
Baham arti-nya : Mulut
Baheum arti-nya : Kulum
Bahe arti-nya : Tumpah
Baheula arti-nya : Dahulu
Bajing arti-nya : Tupai
Bakal arti-nya : Akan
Balad arti-nya : Teman
Balanak arti-nya : Belanak
Balang arti-nya : Lempar
Balangsak arti-nya : Melarat / Miskin
Baledog arti-nya : Lempar
Baleg arti-nya : Dewasa
Baleuy arti-nya : Tidak terlalu panas
Balik arti-nya : Pulang
Balong arti-nya : Kolam
Balung arti-nya : Tulang
Bancet arti-nya : Katak Berekor (anak katak)
Bangga arti-nya : Ribet
Bangir arti-nya : Mancung (Hidung)
Bangkawarah arti-nya : Kurang Ajar
Bangke arti-nya : Bankai
Bangkong arti-nya : Katak
Bangkuang arti-nya : Bengkuang
Bango arti-nya : Bangau
Bantos arti-nya : Bantu
Bantun arti-nya : Bawa
Baraya arti-nya : Saudara
Bared arti-nya : Tergores
Bareuh arti-nya : Bengkak
Bari (katuangan) arti-nya : Basi
Baruk arti-nya : Begitukah ?
Barusuh arti-nya : Sariawan
Basa arti-nya : Bahasa
Basa arti-nya : Ketika, Saat
Baseuh arti-nya : Basah
Basisir arti-nya : Pesisir
Bati arti-nya : Laba
Batur arti-nya : Orang Lain
Bau arti-nya : Bau
Bawa arti-nya : Bawa
Bayah arti-nya : Paru­paru
Bayawak arti-nya : Biawak
Bayeungyang arti-nya : Gerah
Bayuhyuh arti-nya : Gemuk
Beak arti-nya : Habis
Beas arti-nya : Beras
Bebene arti-nya : Kekasih
Bedegong arti-nya : Bandel
Bedil arti-nya : Senjata Laras Panjang
Bedog arti-nya : Golok
Begal arti-nya : Perampok
Begang arti-nya : Kurus
Begu arti-nya : Anak ****
Beha arti-nya : Bra
Beja arti-nya : Kabar / Berita
Beke arti-nya : Pendek
Bekong arti-nya : Mug Besar
Belegug arti-nya : Bodoh / Tolol
Belejog / Kabelejog arti-nya : Tipu / Tertipu
Belenyeh arti-nya : Tertawa Kecil
Belesek arti-nya : Amblas
Belet arti-nya : Bodoh
Bencong arti-nya : Waria
Bendu arti-nya : Marah
Bener arti-nya : Benar
Bengkok arti-nya : Lengkung / Melengkung
Bengkung arti-nya : Bongkok / Lengkung
Bentang arti-nya : Bintang
Bentar arti-nya : Sambar (Petir)
Benten arti-nya : Beda
Bere / Mere arti-nya : Beri / Memberi
Berehan arti-nya : Sopan
Beresih arti-nya : Bersih
Beresin arti-nya : Bersin
Berkat arti-nya : Bingkisan
Beuheung arti-nya : Leher
Beulah arti-nya : Belah
Beuleum arti-nya : Bakar
Beuli arti-nya : Beli
Beulit arti-nya : Lilit
Beungeut arti-nya : Wajah
Beunghar arti-nya : Kaya
Beungkeut arti-nya : Ikat
Beurang arti-nya : Siang
Beurat arti-nya : Berat
Beureum arti-nya : Merah
Beurit arti-nya : Tikus
Beusi arti-nya : Besi
Beuteung arti-nya : Perut
Bewara arti-nya : Berita
Biang arti-nya : Ibu
Biantara arti-nya : Pidato
Bieu arti-nya : Barusan
Bikang arti-nya : Betina
Bilatung arti-nya : Belatung
Binangkit arti-nya : Kreatip
Bingah arti-nya : Gembira
Bingah arti-nya : Geraham
Bingung arti-nya : Kalut
Bireuk arti-nya : Tidak kenal
Bisluit arti-nya : SK arti-nya : Surat keputusan
Bitis arti-nya : Betis
Bitu arti-nya : Meledak
Biwir arti-nya : Bibir
Bobo arti-nya : Tidur
Bobo arti-nya : Lapuk
Boboko arti-nya : Bakul
Bobos arti-nya : Kentut
Bobotoh arti-nya : Pendukung
Bodas arti-nya : Putih
Bodo arti-nya : Bodoh
Bodor arti-nya : Lawak
Boga arti-nya : Punya
Bojo arti-nya : Isteri
Boloho arti-nya : Bodoh
Bolokot arti-nya : Kotor oleh Lumpur
Bongoh arti-nya : Lengah
Bosen arti-nya : Bosan
Buah arti-nya : Mangga
Budah arti-nya : Buih
Budak arti-nya : Anak
Bueuk arti-nya : Burung Ahntu
Bujal arti-nya : Udel
Bujangan arti-nya : Jejaka
Bujur arti-nya : Pantat
Buk­Bak arti-nya : Obrak­Abrik
Buktos arti-nya : Bukti
Buku arti-nya : Buku
Bulan arti-nya : Bulan
Bulao arti-nya : Biru
Buleud arti-nya : Bulat
Bumi arti-nya : Rumah
Bungah arti-nya : Gembira
Buni arti-nya : Tersembunyi
Buntut arti-nya : Ekor
Bureuteu arti-nya : Gendut
Buru arti-nya : Lekas
Buruan arti-nya : Halaman rumah
Buruh arti-nya : Upah
Burung arti-nya : Gila
Butuh arti-nya : Perlu
Butut arti-nya : Jelek
Buyur arti-nya : Anak Katak
C
Caah arti-nya : Banjir
Caang arti-nya : Terang
Cabak arti-nya : Raba
Cabok arti-nya : Tampar
Cacag arti-nya : Cincang
Cadu arti-nya : Tak pernah
Cagak arti-nya : Cabang
Cageur arti-nya : Sehat
Cai arti-nya : Air
Cakcak arti-nya : Cecak
Caket arti-nya : Dekat
Calacah arti-nya : Abu Rokok
Calakan arti-nya : Rajin
Calana arti-nya : Celana
Caletot / Kacaletot arti-nya : Keceplosan Ngomong
Calik arti-nya : Duduk
Candak arti-nya : Bawa, Ambil, Bawa
Cangcang arti-nya : Tambat
Cangked arti-nya : Tambat
Cangkeng arti-nya : Pinggang
Cangkurileung arti-nya : Burung Kutilang
Cape arti-nya : Capai, Lelah
Capit arti-nya : Jepit
Caram arti-nya : Larang
Carang arti-nya : Jarang
Carek arti-nya : Larang
Careham arti-nya : Geraham
Carengcang arti-nya : Jarang (barang di toko)
Careuh arti-nya : Musang
Caringin arti-nya : Beringin
Carios arti-nya : Cerita
Carita arti-nya : Cerita/Kisah
Caroge arti-nya : Suami
Carpon (carita pondok) arti-nya : Cerpen (Cerita pendek)
Cawet arti-nya : Celana Dalam
Cekap arti-nya : Cukup
Ceker arti-nya : Kaki (unggas)
Cempor arti-nya : Lampu Minyak
Cenang arti-nya : Bisul
Cengek arti-nya : Cabai Rawit
Cengkat arti-nya : Bangun (dari duduk)
Centang arti-nya : Sentil
Cepil arti-nya : Telinga
Cerewed arti-nya : Cerewet
Ceudeum arti-nya : Mendung
Ceuk arti-nya : Kata
Ceuli arti-nya : Telinga
Ceumpal arti-nya : Lap
Ceurik arti-nya : Tangis / Menangis
Ciak arti-nya : Anak Ayam
Ciduh arti-nya : Ludah
Cikur arti-nya : Kencur
Cilaka arti-nya : Celaka
Cileuh arti-nya : Belek / Kotoran Mata
Cingceng arti-nya : Gesit
Cingcin arti-nya : Cincin
Cingir arti-nya : Kelingking
Cingogo arti-nya : Jongkok
Cipruk arti-nya : Basah
Ciri arti-nya : Tanda
Citak arti-nya : Cetak
Ciwit arti-nya : Cubit
Cobi arti-nya : Coba
Coet arti-nya : Cobek
Cokor arti-nya : Kaki (binatang)
Cokot arti-nya : Ambil
Colok arti-nya : Jotos
Comel arti-nya : Banyak Omong
Comot arti-nya : Mengambil Sedikit
Congcorang arti-nya : Belalang Sembah
Coplok arti-nya : Lepas / Terlepas
Cucuk arti-nya : Duri
Cucunguk arti-nya : Kecoa
Cukang arti-nya : Jembatan
Cunihin arti-nya : Genit (laki­laki)
Cupu arti-nya : Kotak
Cureuleuk arti-nya : Jeli
Cureuleuk arti-nya : Berbinar (mata)
Curuk arti-nya : Jari Telunjuk
D
Dadali arti-nya : Burung Garuda
Daek arti-nya : Mau
Dago arti-nya : Tunggu
Dahar arti-nya : Makan
Dahuan arti-nya : Kakak Ipar
Dalapan arti-nya : Delapan
Damang arti-nya : Sehat
Damar arti-nya : Lampu
Damel arti-nya : Kerja
Damis arti-nya : Pipi
Dampal arti-nya : Telapak
Dangdan arti-nya : Rias
Dangdos arti-nya : Rias
Danget arti-nya : Saat
Dangu arti-nya : Dengar
Darehdeh arti-nya : Ramah
Datang arti-nya : Tiba / Sampai
Datang arti-nya : Sampai
Dayeuh arti-nya : Kota
De­et arti-nya : Dangkal
Denge (kasar) arti-nya : Dengar
Deudeuh arti-nya : Sayang
Deui arti-nya : Lagi
Deukeut arti-nya : Dekat
Deuleu (kasar) arti-nya : Lihat
Deungeun arti-nya : Teman
Deungeunna arti-nya : Lauk Pauk
Dewek (kasar) arti-nya : Saya
Diajar arti-nya : Belajar
Digjaya arti-nya : Sakti
Dina arti-nya : Pada / Di
Dines arti-nya : Dinas
Dinten arti-nya : Hari
Diuk arti-nya : Duduk
Doja arti-nya : Ganggu / Coba
Domba arti-nya : Biri­biri
Dongkap arti-nya : Tiba / Sampai
Du’a arti-nya : Do’a
Dudukuy arti-nya : Topi
Dugi arti-nya : Tiba
Duit arti-nya : Uang
Duka arti-nya : Tidak Tahu
Dulur arti-nya : Saudara
Dumasar arti-nya : Berdasarkan
Dunungan arti-nya : Majikan
Dunya arti-nya : Dunia
Dupak arti-nya : Senggol
Duriat arti-nya : Perasaan Cinta
Duruk arti-nya : Bakar
E
Eces arti-nya : Jelas
Edeg arti-nya : Stress, Gila, Pandir
E’e arti-nya : Beol
Ekek arti-nya : Burung Betet
Eleh arti-nya : Kalah
Eleketek arti-nya : Gelitik
Elmu arti-nya : Ilmu
Embe arti-nya : Kambing
Embung arti-nya : Tidak Mau
Empang arti-nya : Kolam
Emut arti-nya : Ingat
Endah arti-nya : Indah
Endeur arti-nya : Bergetar
Endog arti-nya : Telur
Enggal arti-nya : Cepat
Enggeus arti-nya : Sudah
Engke arti-nya : Nanti
Enjing arti-nya : Besok
Enjing arti-nya : Pagi
Enjing­enjing arti-nya : Pagi­pagi
Entog arti-nya : Bebek
Entong arti-nya : Jangan
Enya arti-nya : Iya
Era arti-nya : Malu
Etang arti-nya : Hitung
Etangan arti-nya : Hitungan
Eueut arti-nya : Minum
Eujeung arti-nya : Dengan
Euleum arti-nya : Cukup
Eunteung arti-nya : Cermin
Euntreup arti-nya : Hinggap
Eurad arti-nya : Jerat
Eureun arti-nya : Berhenti
Eusi arti-nya : Isi
SUNDA – INDONESIA ( G,H,I,J,K )
G
Gabrug arti-nya : Terkam
Gado arti-nya : Dagu
Gaduh arti-nya : Punya
Gajih arti-nya : Lemah
Galengan arti-nya : Pematang sawah
Galeuh arti-nya : Beli
Galing arti-nya : Ikal
Galumbira arti-nya : Bergembira
Galungan arti-nya : Gumul / Bergumul
Galur arti-nya : Jalan
Gampang arti-nya : Mudah
Gampil arti-nya : Mudah
Gampleng arti-nya : Tampar
Gancang arti-nya : Cepat
Gandeng arti-nya : Berisik
Gantar arti-nya : Galah
Ganti arti-nya : Ganti
Gapura arti-nya : Gerbang
Garing arti-nya : Kering
Garo arti-nya : Garuk
Garong arti-nya : Pencuri
Garwa arti-nya : Istri
Gawe arti-nya : Kerja
Gawir arti-nya : Jurang
Gayor arti-nya : Sangga
Gayot arti-nya : Gantung
Gede arti-nya : Besar
Gedong arti-nya : Gedung
Gegel arti-nya : Gigit
Geheng arti-nya : Hangus
Gehgeran arti-nya : Latah
Geleng arti-nya : Gilas / Lindas
Gelo arti-nya : Gila
Gelut arti-nya : Berkelahi
Gembul arti-nya : Lahap
Genep arti-nya : Enam
Gentos arti-nya : Ganti
Gepok arti-nya : Tumpuk
Gering arti-nya : Sakit
Gero / Ngageroan arti-nya : Panggil / Memanggil
Getek arti-nya : Geli
Geter arti-nya : Getar
Getih arti-nya : Darah
Getok arti-nya : Jitak
Getol arti-nya : Rajin
Geugeut arti-nya : Sayang
Geulang arti-nya : Gelang
Geuleuh arti-nya : Jijik
Geulis arti-nya : Jelita
Geumpeur arti-nya : Gugup
Geuneuk arti-nya : Lebam
Geunjleung arti-nya : Tersiar
Geutah arti-nya : Getah
Gigir arti-nya : Sebelah / Samping
Gimir arti-nya : Jerih
Girimis arti-nya : Gerimis
Gitek arti-nya : Goyang
Giwang arti-nya : Anting
Godog arti-nya : Rebus
Gogog arti-nya : An­jing
Gohgoy arti-nya : Batuk
Goreng arti-nya : Jelek
Gorobag arti-nya : Gerobak
Gugah arti-nya : Bangun Tidur
Gugunungan arti-nya : Bukit
Gugusi arti-nya : Gusi
Guguyon arti-nya : Humor
Guha arti-nya : Goa
Gula arti-nya : Gula
Guludug arti-nya : Guntur
Gumbira arti-nya : Gembira / Girang
Gumilang arti-nya : Gemilang
Gumujeng arti-nya : Ketawa
Gundam arti-nya : Gigau
Gurilap arti-nya : Gemerlap
H
Halabhab arti-nya : Dahaga / Haus
Halimpu arti-nya : Merdu
Halimun arti-nya : Kabut
Halis arti-nya : Alis
Halodo arti-nya : Musim kering
Halu arti-nya : Alu
Hambar arti-nya : Tawar
Hampang arti-nya : Ringan
Hampas arti-nya : Ampas
Hamperu arti-nya : Empedu
Hampura arti-nya : Maaf
Hanaang arti-nya : Dahaga / Haus
Handap arti-nya : Bawah / Rendah
Haneut arti-nya : Hangat
Hanjakal arti-nya : Menyayangkan
Hanjelu arti-nya : Sesal
Hanyir arti-nya : Amis
Hapa arti-nya : Hampa
Hapunten arti-nya : Mohon maaf
Harangasu arti-nya : Jelaga
Haratis arti-nya : Gratis
Harep arti-nya : Harap
Hareudang arti-nya : Gerah
Hareup arti-nya : Depan
Harewos arti-nya : Bisik
Hariring arti-nya : Dendang
Hariwang arti-nya : Cemas
Harkat arti-nya : Martabat
Harti arti-nya : Arti
Hartos arti-nya : Arti
Haseum arti-nya : Asam (rasa)
Haseup arti-nya : Asap
Haur arti-nya : Bambu
Hawek arti-nya : Loba
Hayam arti-nya : Ayam
Hayang arti-nya : Mau / Kepingin
Hayu arti-nya : Ayo / Mari
He es arti-nya : Tidur
Hejo arti-nya : Hijau
Hemeng arti-nya : Heran
Henteu arti-nya : Tidak akan
Herang arti-nya : Bening / Jernih
Hese arti-nya : Susah
Heu euh arti-nya : Iya
Heubeul arti-nya : Dahulu
Heulang arti-nya : Elang
Heuleut arti-nya : Saat
Heureut arti-nya : Menyempit
Heureuy arti-nya : Gurau
Hideng arti-nya : Rajin
Hidep arti-nya : Kamu
Hideung / Hideung Lestreng arti-nya : Hitam / Hitam Legam
Hieum arti-nya : Rindang
Hiji arti-nya : Satu
Hilap arti-nya : Lupa
Hileud arti-nya : Ulat
Hilik arti-nya : Awas
Hilir arti-nya : Ilir
Hipu arti-nya : Empuk / Lunak
Hirup arti-nya : Hidup
Hitut arti-nya : Kentut
Honcewang arti-nya : Bimbang
Hoream arti-nya : Malas
Hoyong arti-nya : Mau / Ingin
Hu ut arti-nya : Gabah
Hudang arti-nya : Bangun Tidur / Bangkit
Huis arti-nya : Uban
Hujan arti-nya : Hujan
Hulu arti-nya : Kepala
Huma arti-nya : Ladang
Huntu (kasar) arti-nya : Gigi
Hurang arti-nya : Udang
Hurung arti-nya : Nyala
Hutang arti-nya : Utang
Hyang / Sanghyang arti-nya : Dewa
I
Ibak arti-nya : Mandi
Iber arti-nya : Kabar
Ibing arti-nya : Menari
Ibu arti-nya : Ibu
Ibun arti-nya : Embun
Ical arti-nya : Jual
Ical arti-nya : Hilang
Icip arti-nya : Cicip
Idek arti-nya : Didekatkan
Ieu arti-nya : Ini
Iga arti-nya : Rusuk
Igel arti-nya : Menari
Ijid arti-nya : Jijik
Ilahar arti-nya : Normal
Imah arti-nya : Rumah
Imbit arti-nya : Pantat
Impleng arti-nya : Membayangkan
Imut arti-nya : Senyum
Incer arti-nya : Incar
Incok arti-nya : Encok
Incu arti-nya : Cucu
Indit arti-nya : Pergi
Indung arti-nya : Ibu
Inget arti-nya : Ingat
Inggis arti-nya : Gelisah
Ingkab arti-nya : Ketiak / Ketek
Ingkig arti-nya : Pergi meninggalkan
Ingon arti-nya : Ternak
Injeum arti-nya : Pinjam
Injuk arti-nya : Ijuk
Inohong arti-nya : Tokoh
Inteun arti-nya : Intan
Ipis arti-nya : Tipis
Iraha arti-nya : Kapan
Irong arti-nya : Lihat
Irung arti-nya : Hidung
Ised arti-nya : Geser
Isin arti-nya : Malu
Istenan arti-nya : Memperhatikan
Isteri arti-nya : Wanita / Perempuan
Isuk arti-nya : Besok
Isuk arti-nya : Pagi
Isukan arti-nya : Besok
Isuk­isuk arti-nya : Pagi­pagi
Itu arti-nya : Itu
Itung arti-nya : Hitung
Iuh arti-nya : Teduh
Iwal arti-nya : Kecuali
J
Jaga arti-nya : Kelak
Jagjag arti-nya : Sehat
Jagong arti-nya : Jagung
Jail arti-nya : Jahil
Jajaka arti-nya : Jejaka / Pemuda
Jajaten arti-nya : Ilmu Kesaktian
Jalma arti-nya : Manusia/orang
Jalmi arti-nya : Manusia/orang
Jalu arti-nya : Jantan
Jampana arti-nya : Joli
Jampe arti-nya : Mantera
Janari arti-nya : Pagi Buta
Jandela arti-nya : Jendela
Jangar arti-nya : Pusing
Janggot arti-nya : Janggut
Jangjang arti-nya : Sayap
Jangji arti-nya : Janji
Jangkorang arti-nya : Tinggi Kurus
Jangkrik arti-nya : Jangkrik
Jangkung arti-nya : Tinggi (ukuran tubuh)
Janten arti-nya : Jadi
Japati arti-nya : Merpati
Jaram arti-nya : Kuman
Jarhiji arti-nya : Jari Manis
Jarum arti-nya : Jarum
Jauh arti-nya : Jauh
Jawer arti-nya : Janger Ayam
Jempling arti-nya : Sepi / Sunyi
Jempol arti-nya : Ibu Jari
Jenengan arti-nya : Nama
Jero arti-nya : Dalam
Jeung arti-nya : Dan / Dan
Jibreg arti-nya : Basah Kuyup
Jiga arti-nya : Seperti
Jilid arti-nya : Jilid
Jiwa arti-nya : Jiwa
Jugjug arti-nya : Tuju
Jujuluk arti-nya : Gelar
Jujur arti-nya : Jujur
Jumblah arti-nya : Jumlah
Jumpalit arti-nya : Salto
Jungkrang arti-nya : Jurang
Juntrung arti-nya : Menjadi
Juragan arti-nya : Tuan
Juralit arti-nya : Salto
Jurig arti-nya : Hantu
Juru arti-nya : Sudut
K
Ka arti-nya : Ke
Ka Dieu arti-nya : Ke Sini
Ka Ditu arti-nya : Ke sana
Kabeh arti-nya : Semua
Kabentar arti-nya : Tersambar
Kabiri arti-nya : Kebiri
Kabogoh arti-nya : Kekasih
Kaca arti-nya : Halaman (buku)
Kacida arti-nya : Amat Sangat
Kade arti-nya : Awas
Kadek arti-nya : Sambit
Kadongdong arti-nya : Kedongdong
Kadongkapan arti-nya : Kedatangan
Kaduhung arti-nya : Menyesal
Kaen arti-nya : Kain
Kagoda arti-nya : Tergoda
Kagungan arti-nya : Punya
Kahatur arti-nya : Kepada
Kai arti-nya : Kayu
Kajabi arti-nya : Kecuali
Kajajaden arti-nya : Jejadian (mahluk jadi­jadian)
Kakandungan arti-nya : Hamil
Kalangkang arti-nya : Bayangan
Kalapa arti-nya : Kelapa
Kaleng arti-nya : Aping
Kaler arti-nya : Utara
Kalih arti-nya : Juga
Kalong arti-nya : Kelelawar
Kamar arti-nya : Kamar
Kamari arti-nya : Kemarin
Kampak arti-nya : Kapak
Kampungan arti-nya : Norak
Kandel arti-nya : Tebal
Kanggo arti-nya : Untuk
Kangkalung arti-nya : Kalung
Kanyaho arti-nya : Pengetahuan
Kaos Sangsang arti-nya : Singlet
Kaping / Ping arti-nya : Tanggal
Kapungkur arti-nya : Dahulu
Kaput arti-nya : Jahit
Karang arti-nya : Tahi Lalat
Karaton arti-nya : Istana
Kareueut arti-nya : Manis Sekali
Kareunang arti-nya : Gerah
Karunya arti-nya : Kasian / Iba
Kasetrum arti-nya : Tersengat Listrik
Kasuat­suat arti-nya : Teringat­ingat
Katel arti-nya : Wajan
Katuhu arti-nya : Kanan
Kaula arti-nya : Saya
Kawas arti-nya : Seperti
Kawasa arti-nya : Kuasa
Kawentar arti-nya : Mashur
Kawih arti-nya : Lagu
Kawilang arti-nya : Terbilang
Kawit arti-nya : Berasal
Kawon arti-nya : Kalah
Kawung arti-nya : Enau
Kayas arti-nya : Merah Muda / Pink
Kebon arti-nya : Kebun
Kecap arti-nya : Kalimat
Kedul arti-nya : Pemalas
Kelek arti-nya : Keliak / Ketek
Kelenci arti-nya : Kelinci
Kelir arti-nya : Warna / Corak
Kembang arti-nya : Bunga
Kempel arti-nya : Kumpul
Kempelan arti-nya : Perkumpulan
Kenca arti-nya : Kiri
Kenging arti-nya : Dapat
Kentel arti-nya : Kental
Kenteng arti-nya : Genteng
Kenyed arti-nya : Hentak
Kenyot arti-nya : Isap
Keok arti-nya : Kalah
Kerek arti-nya : Mendengkur
Kerekeb arti-nya : Terkam
Kerepus arti-nya : Topi
Keretas arti-nya : Kertas
Kersa arti-nya : Mau / Sanggup
Kesang arti-nya : Keringat
Kesed arti-nya : Sepet / Sepat
Keuheul arti-nya : Jengkel / Geram
Keukeuh arti-nya : Memaksa
Keukeup arti-nya : Peluk
Keuneung arti-nya : Tumit
Keupeul arti-nya : Genggam
Keureut arti-nya : Iris
Keusik arti-nya : Pasir
Keuyeup arti-nya : Kepiting Sawah
Kiat arti-nya : Kuat
Kiceup arti-nya : Kedip
Kidul arti-nya : Selatan
Kieu arti-nya : Begini
Kiih arti-nya : Kencing
Kila­kila arti-nya : Tanda­tanda
Kinca arti-nya : Cairan gula aren
Kinten arti-nya : Kira
Kinten­kinten arti-nya : Kira­kira
Kintun arti-nya : Kirim
Kirang arti-nya : Kurang
Kiridit arti-nya : Kredit
Kirik arti-nya : Anak ******
Kiripik arti-nya : Keripik
Kiruh arti-nya : Keruh
Kitu arti-nya : Begitu / Demikian
Kiwa arti-nya : Kiri
Kiwari arti-nya : Sekarang
Kiwari arti-nya : Kini
Kobok arti-nya : Memasukan Tangan
Koceak arti-nya : Jerit
Kojor arti-nya : Meninggal / Mati
Kolor arti-nya : Celana Dalam
Kolot arti-nya : Tua
Komo arti-nya : Apa Lagi
Konci arti-nya : Kunci
Koneng arti-nya : Kuning / Kunyit
Kongkorong arti-nya : Kalung
Kored arti-nya : Kais
Koret arti-nya : Pelit / Kikir
Korong arti-nya : Upil
Koropak arti-nya : Bagian Dari
Koropok arti-nya : Berlubang
Koropos arti-nya : Keropos
Korsi arti-nya : Kursi
Kosok arti-nya : Gosok
Ku arti-nya : Oleh
Kuar arti-nya : Anak Kutu Rambut
Kuciwa arti-nya : Kecewa
Kudu arti-nya : Harus
Kueh arti-nya : Kue
Kukupu arti-nya : Kupu­kupu
Kulah arti-nya : Kolam
Kulambu arti-nya : Kelambu
Kulawarga arti-nya : Keluarga
Kulawargi arti-nya : Keluarga
Kulem arti-nya : Tidur
Kulon arti-nya : Barat
Kulub arti-nya : Rebus
Kulutus arti-nya : Gerutu
Kumaha arti-nya : Bagaiman
Kumbah arti-nya : Cuci
Kumeli arti-nya : Kentang
Kumis arti-nya : Kumis
Kunaon arti-nya : Kenapa
Kuncen arti-nya : Juru kunci
Kunyit arti-nya : Jawawut
Kunyuk arti-nya : Kera
Kuping arti-nya : Dengar
Kurang arti-nya : Kurang
Kuring arti-nya : Saya
Kuris arti-nya : Cacar
Kuru arti-nya : Kurus
Kurung arti-nya : Kandang Burung
Kurupuk arti-nya : Kerupuk
Kusir arti-nya : Kusir
Kusumah arti-nya : Kesuma
Kutang arti-nya : Bra
Kuya arti-nya : Kura­kura
SUNDA – INDONESIA ( L,M,N,O,P )
L
Laat arti-nya : Telat
Lada arti-nya : Pedas
Lahan arti-nya : Tanah
Lain arti-nya : Bukan
Lajeng arti-nya : Kemudian / Selanjutnya
Laki Rabi arti-nya : Suami Istri
Lalab arti-nya : Lalap
Lalaki arti-nya : Laki­laki
Laleur arti-nya : Lalat
Lali arti-nya : Lupa
Laluasa arti-nya : Leluasa
Lambar arti-nya : Lembar
Lambey arti-nya : Bibir
Lami arti-nya : Lama
Lamokot arti-nya : Belepotan
Lamot arti-nya : Jilat
Lampah arti-nya : Jalan yang ditempuh
Lamping arti-nya : Pinggir Gunur
Lampuyang arti-nya : Lempuyang
Lamun arti-nya : Jika / Bila
Lana arti-nya : Abadi
Lanceuk arti-nya : Kakak
Lancingan arti-nya : Celana
Landong arti-nya : Obat
Langgam arti-nya : Lagu
Langit arti-nya : Langit
Langki arti-nya : Langka
Langkung arti-nya : Lebih
Langlang, ngalanglang arti-nya : Langlang, melanglang
Langlayangan arti-nya : Layang­layang
Lantaran arti-nya : Karena
Lantera arti-nya : Lentera
Lauk arti-nya : Ikan
Laun arti-nya : Lambat
Lawas arti-nya : Lama
Lawon arti-nya : Kain
Layad / Layat arti-nya : Jenguk
Layeut arti-nya : Selalu Bersama
Layon arti-nya : Kain
Layung arti-nya : Lembayung
Le eh arti-nya : Mencair
Lebar arti-nya : Sayang
Lebet arti-nya : Masuk
Lebu arti-nya : Abu Gosok
Ledis arti-nya : Habis tidak tersisa
Lega arti-nya : Lebar / Luas
Leketek arti-nya : Gelitik
Lekoh arti-nya : Kental (kopi)
Lelepen arti-nya : Cincin
Leleson arti-nya : Istirahat
Lemah Cai arti-nya : Tanah Air
Lembur arti-nya : Desa / Kampung
Lemes arti-nya : Halus
Lempeng arti-nya : Lurus
Lengkah arti-nya : Langkah
Lenglang arti-nya : Cerah
Lengoh arti-nya : Tidak Bawa Apa­apa
Lentah arti-nya : Lintah
Leot arti-nya : Setrika
Lepat arti-nya : Salah
Leres arti-nya : Benar / Betul
Lesot arti-nya : Lepas
Letah arti-nya : Lidah
Letak arti-nya : Jilat
Letoy arti-nya : Lemah
Leuit arti-nya : Lumbung
Leuleus arti-nya : Lemas
Leumeung arti-nya : Lemang
Leumpang arti-nya : Jalan
Leungeun arti-nya : Tangan
Leungit arti-nya : Hilang / Lenyap
Leupeut arti-nya : Lontong
Leutak arti-nya : Lumpur
Leutik arti-nya : Kecil
Leuweung arti-nya : Hutan
Leuweung Geledegan arti-nya : Hutan Rimba
Leuwi arti-nya : Kolam Pemandian
Leuwi arti-nya : Lubuk
Leuwih arti-nya : Lebih
Liang arti-nya : Lobang
Liat arti-nya : Alot
Lieuk arti-nya : Toleh
Lieur arti-nya : Pusing
Lila arti-nya : Lama
Lilir arti-nya : Bangun Tidur
Lima arti-nya : Lima
Limpeuran arti-nya : Lupa / Pelupa
Lindeuk arti-nya : Jinak
Linggih arti-nya : Tinggal / Berdiam di / Duduk
Lini arti-nya : Gempa
Lintuh arti-nya : Gemuk
Lisa arti-nya : Telur Kutu Rambut
Lisung arti-nya : Alu
Loba arti-nya : Banyak
Lonceng arti-nya : Bel
Lodaya arti-nya : Harimau
Loket arti-nya : Dompet
Lolong arti-nya : Buta
Lomari arti-nya : Lemari
Londok arti-nya : Bunglon
Longok arti-nya : Kunjung
Losin arti-nya : Lusin
Ludes arti-nya : Habis tidak tersisa
Ludeung arti-nya : Berani
Luhung arti-nya : Tinggi (derajat)
Luhur arti-nya : Tinggi / Atas
Luhureun arti-nya : Diatas
Lukut arti-nya : Lumut
Lumangsung arti-nya : Terjadi
Lumpat arti-nya : Lari
Luncat arti-nya : Loncat
Lungguh arti-nya : Pendiam
Lungsur arti-nya : Turun
M
Madu arti-nya : Madu
Maehan arti-nya : Membunuh
Maenya arti-nya : Masa
Mahiwal arti-nya : Janggal / Tidak Mungkin
Majeng arti-nya : Maju
Maksad arti-nya : Maksud / Hasrat
Makuta arti-nya : Mahkota
Malengpeng arti-nya : Lempar Batu
Males arti-nya : Malas
Maling arti-nya : Pencuri
Mamang arti-nya : Paman
Mana arti-nya : Mana
Manah arti-nya : Hati
Manawi arti-nya : Barangkali / Jika
Mandi arti-nya : Mandi
Maneh arti-nya : Kamu / Engkau
Manehna arti-nya : Dia / Ia
Mangga arti-nya : Silakan
Manggu arti-nya : Manggis
Manggul arti-nya : Pikul
Mangkukna arti-nya : Kemarin Lusa
Mangrupa arti-nya : Berupa
Mangsa arti-nya : Saat
Mangsi arti-nya : Tinta
Mantep arti-nya : Mantap
Manuk arti-nya : Burung
Maot arti-nya : Meninggal dunia
Margi arti-nya : Karena
Masang arti-nya : Pasang
Masih arti-nya : Masih
Mastaka arti-nya : Kepala
Matak arti-nya : Membuat / Akan
Matang arti-nya : Seimbang
Mateni arti-nya : Membunuh
Maung arti-nya : Harimau
Mayit arti-nya : Mayat
Medit arti-nya : Kikir
Melak arti-nya : Tanam
Mencrang arti-nya : Berkilau
Mengkol arti-nya : Belok
Mengpar arti-nya : Lempar
Menta arti-nya : Minta
Meong arti-nya : Harimau
Meri arti-nya : Itik
Meri arti-nya : Bebek
Meser arti-nya : Membeli
Metot arti-nya : Tarik
Meumpeun arti-nya : Menutup Mata
Meunang arti-nya : Menang
Miceun arti-nya : Buang
Mieling arti-nya : Mengenang
Milu arti-nya : Ikut
Mimiti arti-nya : Mulai
Minantu arti-nya : Menantu
Mindeng arti-nya : Sering / Kerap
Mios arti-nya : Berangkat / Pergi
Mitoha arti-nya : Mertua
Modol arti-nya : Beol
Mojang arti-nya : Gadis / Perempuan
Molelel arti-nya : Asin Sekali
Moncorong arti-nya : Terik (matahari)
Mondok arti-nya : Inap / Tidur
Mongkleng arti-nya : Gulita
Mo­nyet arti-nya : Kera
Moro arti-nya : Buru
Motekar arti-nya : Kreatip
Muhun arti-nya : Iya
Muka arti-nya : Buka
Mulih arti-nya : Pulang
Mumuncangan arti-nya : Mata Kaki
Muncrat arti-nya : Mancur
Munding arti-nya : Kerbau
Mung arti-nya : Cuma / Hanya
Munggaran arti-nya : Pertama
Murag arti-nya : Jatuh
Murangkalih arti-nya : Anak Kecil
Muriang arti-nya : Demam
Muringkak arti-nya : Merinding
Mutu arti-nya : Ulekan
Mutuskeun arti-nya : Memutuskan
N
Naek arti-nya : Naik
Namba arti-nya : Menimba
Nam arti-nya : Nama
Namung arti-nya : Tetapi
Nangkarak arti-nya : Terlentang
Nangkring arti-nya : Mejeng / Nongkrong
Nangkuban arti-nya : Telungkup
Nangtung arti-nya : Berdiri
Naon arti-nya : Apa
Narpati arti-nya : Raja
Nawis arti-nya : Menawar
Neda arti-nya : Makan
Nembe arti-nya : Barusan / Baru saja
Nene arti-nya : Nenek
Nerekel arti-nya : Panjat
Ngabolekerkeun arti-nya : Membuka Rahasia
Ngadeg arti-nya : Berdiri
Ngadegdeg arti-nya : Menggigil
Ngadegkeun arti-nya : Mendirikan
Ngagaleong arti-nya : Oleng
Ngageol arti-nya : Bergoyang
Ngagitek arti-nya : Menari
Ngahodhod arti-nya : Menggigil
Ngalamun arti-nya : Melamun
Ngalangkung arti-nya : Lewat
Ngapung arti-nya : Terbang
Ngaran arti-nya : Nama
Ngarasa arti-nya : Merasa
Ngareuah­reuah arti-nya : Menyemarakan
Ngarogahala arti-nya : Membunuh
Ngawitan arti-nya : Mulai
Ngenaan arti-nya : Mengenai
Ngendong arti-nya : Menginap
Ngeunah arti-nya : Ngeunah
Ngijih arti-nya : Musim hujan
Ngimpleng arti-nya : Mengingat
Nginum arti-nya : Minum
Ngomong arti-nya : Bicara
Ngora arti-nya : Muda
Ngorondang arti-nya : Merangkap
Nincak arti-nya : Injak
Nikah arti-nya : Kawin
Ningal arti-nya : Lihat / Melihat
Nini arti-nya : Nenek
Notog arti-nya : Meluncur
Notog arti-nya : Todong
Nuju arti-nya : Sedang
Numpak arti-nya : Menaiki
Nyaah arti-nya : Sayang
Nyaeta arti-nya : Yaitu / Ialah
Nyaho arti-nya : Tahu
Nyakclak arti-nya : Titik Air
Nyalukan arti-nya : Panggil / Memanggil
Nyambat arti-nya : Memanggil
Nyangkrung arti-nya : Menggenang
Nyangsang arti-nya : Tersangkut
Nyaram arti-nya : Melarang
Nyarek arti-nya : Melarang
Nyarios arti-nya : Bicara
Nyere arti-nya : Lidi
Nyeri arti-nya : Sakit
Nyeuneu arti-nya : Berapiarti-nya :api
Nyeureud arti-nya : Menyengat (lebah)
Nyeuseuh arti-nya : Mencuci Baju
Nyiksenan arti-nya : Menyaksikan
Nyiruan arti-nya : Lebah
Nyiwit arti-nya : Cubit
Nyongcolang arti-nya : Terbaik
Nyumput arti-nya : Sembunyi
Nyuruput arti-nya : Meminum / Seruput
O
Oge arti-nya : Juga
Ogo arti-nya : Manja
Olo­olo arti-nya : Kolokan
Olok arti-nya : Kebanyakan
Ombak arti-nya : Gelombang
Ondang arti-nya : Undang
Ondangan arti-nya : Undangan
Ongkoh arti-nya : Katanya
Ongkos arti-nya : Tarip
Opat arti-nya : Empat
Oray arti-nya : Ular
Orok arti-nya : Bayi
P
Pacabakan arti-nya : Pegangan / Pekerjaan
Pacilingan arti-nya : WC di atas kolam
Pacul arti-nya : Cangkul
Padaharan arti-nya : Perut
Paeh arti-nya : Meninggal / Mati
Pageto arti-nya : Besok Lusa
Pahatu arti-nya : Piatu
Pahatu Lalis arti-nya : Yatim piatu
Pait arti-nya : Pahit
Pajaratan arti-nya : Kuburan
Pakarangan arti-nya : Halaman rumah
Pake arti-nya : Pakai
Palangkakan arti-nya : Selangkangan
Palastik arti-nya : Plastik
Palay arti-nya : Mau
Palid arti-nya : Hanyut
Paling arti-nya : Curi
Palu arti-nya : Palu / Martil
Pamajikan arti-nya : Isteri
Pamarentah arti-nya : Pemerintah
Pameget arti-nya : Laki­laki
Pameunteu arti-nya : Wajah
Panangan arti-nya : Tangan
Panata Harta arti-nya : Bendahara
Panceg arti-nya : Teguh
Pancen arti-nya : Tugas
Paneunggeul arti-nya : Pemukul
Pangambung arti-nya : Hidung
Panganten arti-nya : Pengantin
Pangaos arti-nya : Harga
Panitik arti-nya : Penitih
Panon arti-nya : Mata
Panonpoe arti-nya : Matahari
Panto arti-nya : Pintu
Pantrang arti-nya : Tak pernah
Panyawat arti-nya : Penyakit
Paok arti-nya : Curi
Papada arti-nya : Sesama
Papah arti-nya : Jalan
Papatong arti-nya : Capung
Papay arti-nya : Telusuri
Papendak arti-nya : Bertemu
Parabot arti-nya : Peralatan
Paranti arti-nya : Untuk (kegunaan)
Parantos arti-nya : Sudah
Paras arti-nya : Cukur
Parawan arti-nya : Gadis / Perawan
Pareum arti-nya : Padam
Paria arti-nya : Pare
Parin arti-nya : Serah / Memberikan
Parung arti-nya : Jeram
Pasagi arti-nya : Persegi
Pasanggiri arti-nya : Lomba
Pasea arti-nya : Bertengkar
Pasini arti-nya : Janji
Pasir arti-nya : Bukit
Pasisian arti-nya : Kota Pinggiran
Patali arti-nya : Berkaitan
Patlot arti-nya : Pensil
Patuangan arti-nya : Perut
Patut arti-nya : Tampang
Pawon arti-nya : Dapur
Payun arti-nya : Depan
Pecut arti-nya : Cambuk
Pedes arti-nya : Lada
Pegek arti-nya : Pesek
Pek arti-nya : Silakan
Pelak arti-nya : Tanam / Menanam
Pelem arti-nya : Gurih
Pelesir arti-nya : Piknik
Pelong arti-nya : Tatap
Pelor arti-nya : Peluru
Pendak arti-nya : Bertemu
Pengker arti-nya : Belakang
Pengkol / Mengkol arti-nya : Belok / Membelok
Pengkolan arti-nya : Belokan
Pengpar arti-nya : Larikan ke sebelah
Peot arti-nya : Kurus
Percanten arti-nya : Percaya
Perhatosan arti-nya : Perhatian
Perkara arti-nya : Hal / Perihal
Perkawis arti-nya : Hal / Perihal
Persaben arti-nya : Tukang Minta­minta
Peryogi arti-nya : Perlu
Pesak arti-nya : Saku
Pesek arti-nya : Kupas
Peser arti-nya : Beli
Peso arti-nya : Pisau
Pestol arti-nya : Pistol
Peuncit arti-nya : Gorok
Peunteun arti-nya : Nilai
Peura arti-nya : Serak / Parau
Peureum arti-nya : Pejam
Peureut arti-nya : Peras
Peurah arti-nya : Bisa Ular
Peurih arti-nya : Pedih
Peuting arti-nya : Malam
Peuyeum arti-nya : Tape
Pi arti-nya : Bakal
Pias arti-nya : Pudar
Piceun arti-nya : Buang
Pidang arti-nya : Menampilkan
Piding arti-nya : Sekat
Piit arti-nya : Pipit
Pikeun arti-nya : Untuk / Teruntuk
Pilari arti-nya : Cari
Pilih arti-nya : Memilih
Pinarep arti-nya : Payudara
Pingping arti-nya : Paha
Pingpong arti-nya : Tenis Meja
Pinton arti-nya : Tayang
Pinter arti-nya : Pintar
Pipir arti-nya : Samping Rumah
Pirak arti-nya : Cerai
Piraku arti-nya : Masa
Pireu arti-nya : Bisu
Pisan arti-nya : Sekali / Amat / Sangat
Poe arti-nya : Hari
Poe arti-nya : Jemur
Poek arti-nya : Gelap
Poho arti-nya : Lupa
Pondok arti-nya : Pendek
Pribados arti-nya : Pribadi / Saya Sendiri
Pribumi arti-nya : Tuan rumah
Pulisi arti-nya : Polisi
Pulpen arti-nya : Ballpoin
Pun Buang arti-nya : Ibu
Punten arti-nya : Maaf / Permisi
Pupuhu arti-nya : Pemimpin/Ketua
Pupus arti-nya : Meninggal dunia/mati
Pupus arti-nya : Meninggal dunia
Pupus arti-nya : Hapus
Purun arti-nya : Jadi arti-nya : Jadi
Purunyus arti-nya : Genit
Puseur arti-nya : Tengah
Putra arti-nya : Anak
SUNDA – INDONESIA ( R,S,T,U,W,Y )
R
Rada arti-nya : Agak
Ragaji arti-nya : Gergaji
Ragrag arti-nya : Jatuh
Raheut arti-nya : Luka
Rahul arti-nya : Bohong
Rahul arti-nya : Bohong
Rajin arti-nya : Giat
Raka arti-nya : Kakak
Raket arti-nya : Intim
Raksukan arti-nya : Baju / Pakaian
Rama arti-nya : Bapak
Rambut arti-nya : Rambut
Rame arti-nya : Ramai
Ramo arti-nya : Jari
Rampak arti-nya : Gabung / Bersama­sama
Rampung arti-nya : Beres
Rampus arti-nya : Rakus
Ranca arti-nya : Rawa
Rancucut arti-nya : Basah Kuyup
Randa arti-nya : Janda
Randa Bengsrat arti-nya : Janda Kembang
Ranggeum arti-nya : Cengkram
Rangu arti-nya : Renyah
Raos arti-nya : Enak
Raraosan arti-nya : Perasaan
Raray arti-nya : Wajah / Muka
Rawayan arti-nya : Jembatan
Reang arti-nya : Riuh
Receh arti-nya : Uang Kecil
Regot arti-nya : Seruput
Rehe arti-nya : Rese
Rencang arti-nya : Teman
Rengkog arti-nya : Berhenti Tiba­tiba
Rengkuh arti-nya : Hormat
Rengse arti-nya : Selesai
Repeh arti-nya : Hening
Reueuk arti-nya : Awan
Reueus arti-nya : Bangga
Reuma arti-nya : Jari
Reuneuh arti-nya : Hamil
Reungit arti-nya : Nyamuk
Reuwas arti-nya : Terkejut
Rewog arti-nya : Lahap
Reyod arti-nya : Reot
Rikrik arti-nya : Hemat
Ringkes arti-nya : Ringkas
Ringkid arti-nya : Bawa
Ririwa arti-nya : Hantu
Rohangan arti-nya : Ruangan
Rompo arti-nya : Jompo / Renta
Rorompok arti-nya : Rumah
Ruhay arti-nya : Bara Api
Ruksak arti-nya : Rusak
Rumaos arti-nya : Merasa
Rumbah arti-nya : Kumis
Rungsing arti-nya : Ruwet
Runtah arti-nya : Sampah
Rupa arti-nya : Macam / jenis
Rupa­rupa arti-nya : Aneka
Rupi arti-nya : Macam/jenis
Rusiah arti-nya : Rahasia
Rusuh arti-nya : Terburu­buru
S
Sabalikna arti-nya : Sebaliknya
Sabaraha arti-nya : Berapa
Sabet arti-nya : Sambit
Sadaya arti-nya : Semua
Saderek arti-nya : Saudara
Sae arti-nya : Bagus
Saeutik arti-nya : Sedikit
Saha arti-nya : Siapa
Sajabina arti-nya : Kecil
Sakalor arti-nya : Ayan
Saladah arti-nya : Seladah
Salaki arti-nya : Suami
Salapan arti-nya : Sembilan
Salatu arti-nya : Uban
Salawe arti-nya : Dua Puluh Lima
Salempang arti-nya : Kuatir
Salira (awak) arti-nya : Badan
Samak arti-nya : Tikar
Sambel arti-nya : Sambal
Sami arti-nya : Sama
Sampak arti-nya : Sudah Ada
Sampean arti-nya : Kaki
Sampeur arti-nya : Ajak
Sampurasun arti-nya : Permisi
Sanes arti-nya : Bukan
Sanggem arti-nya : Sanggup
Sangka arti-nya : Duga
Sangki arti-nya : Duga
Sapagodos arti-nya : Setuju
Sapalih arti-nya : Sebagian
Sapatu arti-nya : Sepatu
Sapertos arti-nya : Seperti
Saprak arti-nya : Semenjak
Sapuluh arti-nya : Sepuluh
Sarakah arti-nya : Tamak / Serakah
Sare arti-nya : Tidur
Sarebu arti-nya : Seribu
Sareng arti-nya : Dan / Dengan
Sarimbit arti-nya : Sekeluarga
Sarua arti-nya : Sama
Sarupaning arti-nya : Semacam
Sasab arti-nya : Tersesat
Sasak arti-nya : Jembatan
Sasapu arti-nya : Menyapu
Sasih arti-nya : Bulan
Satia arti-nya : Setia
Sato arti-nya : Binatang
Saung arti-nya : Gubuk
Saur arti-nya : Kata
Sawang arti-nya : Bayang
Sawareh arti-nya : Sebagian
Sayang arti-nya : Sarang
Sayogi arti-nya : Sedia
Sebat arti-nya : Sebut
Seep arti-nya : Habis
Segut arti-nya : Semangat
Sejen arti-nya : Lainnya
Selap arti-nya : Sisip
Semah arti-nya : Tamu
Sendal arti-nya : Sendal
Sentak arti-nya : Gertak / Hardik
Sepen arti-nya : Kamar tidur
Sepuh arti-nya : Tua
Serab arti-nya : Silau
Serat arti-nya : Surat
Seren arti-nya : Serah
Sering arti-nya : Kerap
Sesa arti-nya : Sisa
Sesah arti-nya : Susah
Seubeuh arti-nya : Kenyang
Seueur arti-nya : Banyak
Seukeut arti-nya : Tajam
Seuneu arti-nya : Api
Seungit arti-nya : Wangi / Harum
Seupah arti-nya : Sepah / Ampas
Seupan arti-nya : Kukus
Seureud arti-nya : Sengat
Seureuh arti-nya : Sirih
seuri arti-nya : Senyum / Tertawa
Seuseup arti-nya : Hisap
Sia (kasar) arti-nya : Kamu
Siang arti-nya : Siang
Sieun arti-nya : Takut
Siga arti-nya : Seperti
Sihung arti-nya : Taring
Siki arti-nya : Biji
Siluman arti-nya : Hantu
Simeut arti-nya : Belalang
Simpang arti-nya : Mampir
Simpe arti-nya : Sunyi
Simpen arti-nya : Simpan
Sinareng arti-nya : Dengan
Sindang arti-nya : Mampir
Sirah arti-nya : Kepala
Siram arti-nya : Mandi
Sireum arti-nya : Semut
Sirik arti-nya : Iri
Situ arti-nya : Telaga / Danau
Soak arti-nya : Kaget
Soang arti-nya : Angsa
Sobat arti-nya : Sahabat
Soca arti-nya : Mata
Sologoto arti-nya : Ceroboh
Solokan arti-nya : Parit
Someah arti-nya : Ramah­tamah
Sono arti-nya : Rindu
Sonten arti-nya : Sore
Sora arti-nya : Suara
Soweh arti-nya : Sobek
Sowek arti-nya : Sobek
Suan arti-nya : Keponakan
Sugan arti-nya : Jika
Suku arti-nya : Kaki
Sumanget arti-nya : Semangat
Sumping arti-nya : Datang / Tiba
Sumuhun arti-nya : Iya betul
Sungut arti-nya : Mulut
Supa arti-nya : Jamur
Supata arti-nya : Sumpah
Surak arti-nya : Sorak
Sureum arti-nya : Kabur
Susu arti-nya : Payudara
Susukan arti-nya : Sungai
T
Taar arti-nya : Dahi / Jidat
Tabuh arti-nya : Jam
Tajug arti-nya : Surau
Taktak arti-nya : Pundak
Talaga arti-nya : Telaga / Danau
Taliti arti-nya : Cermat
Tambelar arti-nya : Durhaka
Tambih arti-nya : Tambah
Tamper arti-nya : Endap
Tampik arti-nya : Tolak
Tampiling arti-nya : Tampar
Tamu arti-nya : Tamu
Taneuh arti-nya : Tanah
Tanggara arti-nya : Kabar
Tanggay arti-nya : Kuku
Tangkal arti-nya : Pohon
Tangkeup arti-nya : Rangkul
Tangkub arti-nya : Tengkurap
Tanpadaksa arti-nya : Cacat
Tapak arti-nya : Jejak
Taraje arti-nya : Tangga Bambu
Taraju arti-nya : Bahu
Tarang arti-nya : Jidat / Dahi
Tarekah arti-nya : Usaha
Tarik arti-nya : Keras (suara)
Tarik arti-nya : Cepat (lari)
Taros arti-nya : Tanya
Tarumpah arti-nya : Sandal
Tatamu arti-nya : Tamu
Tatangga / Tatanggi arti-nya : Tetangga
Tatih arti-nya : Berdiri
Tatu arti-nya : Luka
Taun arti-nya : Tahun
Tawis arti-nya : Tanda (tangan)
Teang arti-nya : Cari
Tebih arti-nya : Jauh
Tegal arti-nya : Lapang
Tegalan arti-nya : Tanah Lapang
Tehel arti-nya : Tegel
Teke arti-nya : Jitak
Tembang arti-nya : Lagu
Tembong arti-nya : Kelihatan
Tempo arti-nya : Lihat
Tengek arti-nya : Leher
Tengen arti-nya : Kanan
Tengtrem arti-nya : Damai
Tenjo arti-nya : Lihat
Tepang arti-nya : Jumpa
Tepas arti-nya : Teras
Tepung arti-nya : Jumpa
Terang arti-nya : Tau
Teras arti-nya : Kemudian
Tere arti-nya : Tiri
Teteh arti-nya : Kakak perempuan
Teu arti-nya : Tidak
Teuas arti-nya : Keras
Teuing arti-nya : Tidak Tau
Teuleum arti-nya : Selam
Teuneung arti-nya : Berani
Teunggeul arti-nya : Pukul
Ti arti-nya : Dari
Tiasa arti-nya : Bisa
Tihang arti-nya : Tiang
Tiis arti-nya : Dingin
Tijalikeuh arti-nya : Terpeleset
Tikoro arti-nya : Tenggorokan
Tilar Dunya arti-nya : Meninggal dunia
Tilas arti-nya : Bekas
Tilik arti-nya : Teliti
Tilu arti-nya : Tiga
Timanten arti-nya : Dari Mana
Timburu arti-nya : Cemburu
Tincak arti-nya : Injak
Tinggal arti-nya : Lihat
Tipung arti-nya : Tepung
Tiris arti-nya : Dingin (suhu udara)
Tisaprak arti-nya : Sejak / Semenjak
Tisoleda arti-nya : Terpeleset
Titadi arti-nya : Dari Tadi
Tiwu arti-nya : Tebu
Tojos arti-nya : Tusuk
Tonggoh arti-nya : Tempat di atas
Tonggong arti-nya : Punggung
Torek arti-nya : Tuli
Torowongan arti-nya : Terowongan
Tuang arti-nya : Makan
Tuar arti-nya : Tebang
Tubruk arti-nya : Tabrak
Tujuh arti-nya : Tujuh
Tukang arti-nya : Belakang
Tulale arti-nya : Belalai
Tulung arti-nya : Tolong
Tumbak arti-nya : Tombak
Tumbila arti-nya : Kutu Busuk
Tunduh arti-nya : Kantuk….Mengantuk
Tundung arti-nya : Usir
Tunggara arti-nya : Sedih / Merana
Tungtung arti-nya : Ujung
Tutung arti-nya : Hangus
Tuur arti-nya : Lutut / Dengkul
U
Ucing arti-nya : Kucing
Udag arti-nya : Kejar
Udur arti-nya : Sakit
Ulah arti-nya : Jangan
Ulem arti-nya : Undang
Ulin arti-nya : Main
Umur arti-nya : Usia
Unggal arti-nya : Tiap
Unggeuk arti-nya : Manggut
Ungkluk arti-nya : WTS
Uninga arti-nya : Tau
Upami arti-nya : Jika
Urang arti-nya : Saya
Urut arti-nya : Bekas
Usik arti-nya : Gerak
Utami arti-nya : Utama
Uyah arti-nya : Garam
W
Wadul arti-nya : Bohong
Wahangan arti-nya : Sungai / Kali
Waja arti-nya : Baja
Waktos arti-nya : Waktu
Walagri arti-nya : Sehat
Waler arti-nya : Jawab
Walirang arti-nya : Belerang
Walungan arti-nya : Sungai
Waluya arti-nya : Sehat
Wanara arti-nya : Mo­nyet
Wanci arti-nya : Waktu
Wangsul arti-nya : Pulang
Wangun arti-nya : Bangun
Wani arti-nya : Berani
Wanoh arti-nya : Kenal
Wanoja arti-nya : Gadis / Remaja
Wantun arti-nya : Sanggup
Waos arti-nya : Gigi
Waragad arti-nya : Biaya
Wareg arti-nya : Kenyang
Warsi arti-nya : Tahun
Wartos arti-nya : Warta
Waruga arti-nya : Badan
Wasta arti-nya : Nama
Wasuh arti-nya : Cuci
Watek arti-nya : Watak
Wates arti-nya : Batas
Wawacan arti-nya : Legenda
Wawar arti-nya : Memberi Kabar
Wawasan arti-nya : Hikayat
Wawuh arti-nya : Kenal
Wayah arti-nya : Waktu
Wedak arti-nya : Bedak
Weduk arti-nya : Kebal
Wegah arti-nya : Enggan
Welas arti-nya : Sayang
Wengi arti-nya : Malam
Wetan arti-nya : Timur
Wetis arti-nya : Betis
Weuteuh arti-nya : Baru
Widang arti-nya : Bidang
Widi arti-nya : Ijin
Wijaksana arti-nya : Bijaksana
Wilangan arti-nya : Bilangan
Wilujeng arti-nya : Selamat
Wilujeng Enjing arti-nya : Selamat Pagi
Wilujeng Siang arti-nya : Selamat Siang
Wilujeng Sonten arti-nya : Selamat Sore
Wilujeng Wengi arti-nya : Selamat Malam
Winojakrama arti-nya : Lomba
Wios arti-nya : Biar
Wungkul arti-nya : Hanya / saja
Wuruk arti-nya : Mengajar
Wuwung arti-nya : Atap
Y
Yen arti-nya : Bahwa
Yuswa arti-nya : Usia 

Itulah kamus lengkap undakusuk basa sunda loma lemes terlengkap yang terbaru. Semoga bermanfaat.
Copyright © Asep Iwan Blog . All rights reserved. by aswan blog