Ketika Kemerdekaan Tiba

Ketika Kemerdekaan Tiba...
Terjadinya kemerdekaan di Negara Republik Indonesia ini bila dikaitkan dengan terjadinya futuh makkah (penaklukan kota mekah) pada zaman Nabi Muhammad SAW, cukup perlu melihat apa yang tergambar pada Al-Qur'an Surat An-Nashr ayat 1 sampai 3. Pada surat tersebut secara tersurat menjelaskan bahwa pencapaian itu bukan semata kekuatan manusia, namun terlebih dari peran pertolongan Alloh kepada siapa saja yang memuji dan suka memohon ampunan kepada-Nya.

Melalui artikel singkat kemerdekaan ini mari kita telaah sepintas tentang Kemerdekaan RI itu tiba dan telah terjadi beberapa puluh tahun silam pada tanggal 17 Agustus 1945. Firman Alloh SWT :
إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ . وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا . فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا
Artinya: "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu Lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (QS. An-Nashr : 1-3).
Ketika turun ayat ini, Nabi ketika itu menangis. Kepada Aisyah Beliau berkata: "Aku tidak melihatnya melainkan sebagai tanda bahwa ajalku telah dekat." Maka dari itu para Ulama ada yang menyebut surat ini dengan nama sebutan lain at-Taudi', artinya perpisahan. Tepatnya surat yang menyatakan bahwa waktu perpisahan antara Nabi SAW dan para sahabat telah dekat. Terlebih seperti diterangkan oleh Ibnu Umar, surat An-Nashr ini turun di Mina ketika Nabi SAW sedang melakukan haji wada' (haji perpisahan). Sesudah turun surat tersebut, lalu turunlah surat Al-Maidah ayat 3, yang dikenal sebagai surat terakhir diturunkan : "Pada hari ini aku telah sempurnakan agamamu..". Jeda antara ayat tersebut dengan kewafatan Nabi SAW adalah 80 hari. (Lihat referesi Tafsir Al-Qurthubi).

Umar Ibn Al-Khatthab pernah mengajak Ibnu Abbas dan beberapa sahabat senior yang ikut perang badar untuk membicarakan ayat ini. Kepada para sahabat senior Umar minta pendapat, apa kandungan makna dari surat tersebut. Mereka pun menjawab: "Kita diperintah bertahmid kepada Alloh dan beristighfar jika kita ingin mendapatkan pertolongan dan mendapatkan kemenangan / kemerdekaan." Kemudian secara khusus Umar meminta pendapat Ibn Abbas. Ia lalu menjawab: "Itu adalah pemberitahuan ajar Rasulullah SAW yang diberitahukan Alloh kepada beliau." Maka Umar berkata: "Demi Allah aku tidak tahu melaikan apa yang kau katakan tadi". (Shahih Bukhori No.4970).

Apa yang terjadi pada zaman Rasulullah terkait perang kemerdekaan penaklukan kota Makkah semata-mata karena Nashrulloh; Pertolongan Alloh. Maka jika itu sudah ada dipelupuk mata, titah Allah SAW, bertasbihlah, bertahmidlah, dan beristighfarlah. Atau dengan kata lain berterima kasihlah kepada Allah SWT dengan cara beribadah dan memohon ampunan kepadanya. 

Para pejuang kemerdekaan RI di Indonesia dulu sadar betul bahwa kemerdekaan yang sedang mereka usahakan hanya akan tiba dengan Rahmat Allah SWT. Maka dari itu, dalam pembukaan UUD '45 pun ditegaskan seperti itu. Akan tetapi ironisnya, generasi sekarang tidak sadar bahwa semuanya itu berkat pertolongan dan rahmat Allah SWT. Buktinya, mereka malah menyambut Dirgahayu Kemerdekaan tersebut dengan pesta dan hura-hura. Sungguh celaka orang yang tidak tahu bagaimana cara berterima-kasih kepada anugerah Tuhannya. Wallohu 'alam.
Lihat artikel menarik sebelumnya tentang pesan guru saat perpisahan sekolah tema pidato pelepasan siswa.
Bookmark and Share


Artikel Terkait: