Berbagi ilmu dan pengalaman tentang Pendidikan, Masalah Agama, Renungan dan Pepatah Sunda

Ketika Kemerdekaan Tiba

Ketika Kemerdekaan Tiba...
Setiap negara memiliki hari lahir yang ditandai dengan tanggal pengakuan tentang awal mulai berdirinya negara tersebut. Republik Indonesia sendiri diperingati setiap tanggal 17 Agustus dengan alasan sejarah mencatat ketika itu masa tiba kemerdekaan di Negeri ini. Persoalan yang muncul kemudian apakah benar setelah itu penduduk dan warga negri ini telah bebas secara menyeluruh merasakan arti Kemerdekaan Republik Indonesia. Tentu akan ada beberapa jawaban tergantung sudut pandang penanggapnya.

Islam merekam sejarah kasus yang hampir mirip ketika daulah terjadi pada zaman Nabi dan Para sahabat. Penaklukan kota makah (futhul Makkah) menjadi tonggak sejarah awal kemerdekaan dan kebebasan pengelolaan Negara yang dilakukan oleh kepemimpinan Nabi Muhamad SAW. Bila kita samakan Kemerdekaan RI dengan terjadinya penaklukan kota Mekah berdasarkan QS. An-Nashr 1-3 maka tidak serta merta terjadi begitu saja. Melainkan itu atas dasar pertolongan Alloh SWT, dimana setiap kita semestinya merenungkan dan mengambil hikmah dari apa yang terjadi itu. Dalam Surat An-Nashr itu selanjutnya manusia diperintahkan untuk senantiasa memuji dan meminta ampunan karena Alloh sesungguhnya Maha Penerima Taubat.

Melalui artikel singkat kemerdekaan ini semoga menjadi refleksi bahwa kemerdekaan nasionalisme dan patriotisme tidak semata-mata terjadi begitu saja, melainkan atas bantuan dan pertolongan Alloh SWT. Mari kita simak Al-Qur'an Surat An-Nashr ayat 1 - 3 :
:
إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ. وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا. فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangannya. Sementara itu kamu lihat manusia masuk ke dalam agama Alloh dengan cara berbondong-bondong. Maka, bertasbihlah kamu dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunlah kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Alloh adalah Yang Maha Penerima taubat (QS. An-Nashr : 1-3).
Tafsir Asbabunnujul Surat An-Nashr ini menurut kitab Al-Qurtubi dikatakan bahwa ketika turun ayat ini, Nabi ketika itu menangis. Kepada Aisyah Beliau berkata: "Aku tidak melihatnya melainkan sebagai tanda bahwa ajalku telah dekat." Maka dari itu para Ulama ada yang menyebut surat ini dengan nama sebutan lain at-Taudi', artinya perpisahan. Tepatnya surat yang menyatakan bahwa waktu perpisahan antara Nabi SAW dan para sahabat telah dekat. Terlebih seperti diterangkan oleh Ibnu Umar, surat An-Nashr ini turun di Mina ketika Nabi SAW sedang melakukan haji wada' (haji perpisahan). Sesudah turun surat tersebut, lalu turunlah surat Al-Maidah ayat 3, yang dikenal sebagai surat terakhir diturunkan : "Pada hari ini aku telah sempurnakan agamamu..". Jeda antara ayat tersebut dengan kewafatan Nabi SAW adalah 80 hari. (Lihat referesi Tafsir Al-Qurthubi).

Umar Ibn Al-Khatthab pernah mengajak Ibnu Abbas dan beberapa sahabat senior yang ikut perang badar untuk membicarakan ayat ini. Kepada para sahabat senior Umar minta pendapat, apa kandungan makna dari surat tersebut. Mereka pun menjawab: "Kita diperintah bertahmid kepada Alloh dan beristighfar jika kita ingin mendapatkan pertolongan dan mendapatkan kemenangan / kemerdekaan." Kemudian secara khusus Umar meminta pendapat Ibn Abbas. Ia lalu menjawab: "Itu adalah pemberitahuan ajar Rasulullah SAW yang diberitahukan Alloh kepada beliau." Maka Umar berkata: "Demi Allah aku tidak tahu melaikan apa yang kau katakan tadi". (Shahih Bukhori No.4970).

Apa yang terjadi pada zaman Rasulullah terkait perang kemerdekaan penaklukan kota Makkah semata-mata karena Nashrulloh; Pertolongan Alloh. Maka jika itu sudah ada dipelupuk mata, titah Allah SAW, bertasbihlah, bertahmidlah, dan beristighfarlah. Atau dengan kata lain berterima kasihlah kepada Allah SWT dengan cara beribadah dan memohon ampunan kepadanya. 

Para pejuang kemerdekaan RI di Indonesia dulu sadar betul bahwa kemerdekaan yang sedang mereka usahakan hanya akan tiba dengan Rahmat Allah SWT. Maka dari itu, dalam pembukaan UUD '45 pun ditegaskan seperti itu. Akan tetapi ironisnya, generasi sekarang tidak sadar bahwa semuanya itu berkat pertolongan dan rahmat Allah SWT. Buktinya, mereka malah menyambut Dirgahayu Kemerdekaan tersebut dengan pesta dan hura-hura. Sungguh celaka orang yang tidak tahu bagaimana cara berterima-kasih kepada anugerah Tuhannya. Wallohu 'alam.
Lihat artikel menarik sebelumnya tentang pesan guru saat perpisahan sekolah tema pidato pelepasan siswa.
Copyright © Asep Iwan Blog . All rights reserved. by aswan blog